Liputan6.com, Jakarta - Apa itu air demineral? Air demineral adalah air yang hampir seluruh kandungan mineralnya telah dihilangkan melalui proses penukar ion. Menurut laman laman Chemicals, air ini termasuk air murni yang banyak dipakai di industri, laboratorium, dan otomotif.
Berbeda dengan air minum biasa, air demineral tidak mengandung kalsium, magnesium, natrium, maupun klorida. Karena sangat murni, air ini tidak meninggalkan noda atau kerak, sehingga sangat cocok untuk berbagai keperluan teknis dan perawatan peralatan.
Namun, air ini tidak ideal sebagai air minum harian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut air tanpa mineral berisiko mengurangi asupan kalsium dan magnesium jika dikonsumsi rutin, sehingga penggunaannya perlu dipahami dengan benar. Berikut penjelasannya, Liputan6.com, Kamis (8/10/2026).
Advertisement
1. Pengertian Air Demineral
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336191/original/048055400_1788145496-pexels-nerea-arance-205949445-11860562.jpg)
Air demineral, atau sering disebut air DM, adalah air yang ion-ion mineralnya sudah disingkirkan hampir seluruhnya. Ion yang dibuang meliputi kation seperti kalsium, magnesium, natrium, dan besi, serta anion seperti klorida, sulfat, dan nitrat.
Air alami, baik air tanah, air sungai, maupun air PDAM, selalu mengandung mineral terlarut dalam jumlah tertentu. Mineral inilah yang menimbulkan rasa, kesadahan, dan endapan putih pada peralatan. Pada air demineral, semua itu hampir tidak ada lagi.
Tingkat kemurniannya ditandai dengan daya hantar listrik yang sangat rendah. Semakin sedikit ion terlarut, semakin rendah konduktivitasnya. Itu sebabnya air ini disukai untuk sistem yang sensitif terhadap listrik dan endapan.
Advertisement
2. Cara Pembuatan Air Demineral
Proses utamanya disebut demineralisasi atau deionisasi. Seperti dijelaskan Netsol Water, sistem ini umumnya memakai dua tabung: satu berisi resin kation dan satu lagi berisi resin anion. Air baku dialirkan melewati keduanya secara bergantian.
Resin kation menukar ion mineral bermuatan positif dengan ion hidrogen. Resin anion menukar ion bermuatan negatif dengan ion hidroksil. Ion hidrogen dan hidroksil kemudian bergabung membentuk molekul air murni, sehingga keseimbangan listrik air tetap terjaga.
Setelah resin jenuh, resin harus diregenerasi atau diganti. Agar hasilnya lebih bersih, banyak produsen menambahkan tahap lain seperti filtrasi awal, reverse osmosis, atau sinar UV untuk mengurangi bakteri dan virus.
3. Perbedaan dengan Air Suling dan Air Deionisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335449/original/069159500_1787984891-Depositphotos_58891895_L.jpg)
Banyak orang menyamakan air demineral dengan air suling (distilasi). Padahal metodenya berbeda. Air suling dibuat dengan menguapkan air lalu mengembunkannya kembali, sehingga mineral dan sebagian besar kontaminan tertinggal.
Air demineral dibuat dengan resin penukar ion. Karena itu, air ini sangat bersih dari mineral, tetapi tidak selalu bebas dari bakteri atau zat organik tertentu, kecuali ditambah proses lain. Air suling umumnya lebih unggul dalam menyingkirkan kontaminan non-ion.
Sementara itu, istilah air deionisasi (DI) sering dipakai bergantian dengan air demineral. Keduanya merujuk pada air yang ion mineralnya dibuang. Dalam praktik, perbedaannya lebih bersifat istilah daripada fungsi.
Advertisement
4. Penggunaan di Industri dan Laboratorium
Di laboratorium, air demineral dipakai sebagai pelarut dan pereaksi. Zat pengotor sedikit saja bisa merusak hasil uji, sehingga air biasa tidak bisa dipakai. Di industri farmasi, air ini menjadi bahan dasar pembuatan obat dan pencuci alat steril.
Sumber tadi juga mencatat bahwa tidak adanya mineral mencegah bercak dan endapan saat sterilisasi peralatan. Hal ini membantu mengurangi risiko infeksi dan kontaminasi silang.
Industri kosmetik juga memanfaatkannya. Produk seperti losion, pasta gigi, lipstik, dan parfum dibuat dengan air tanpa mineral agar formulanya stabil dan tidak bereaksi dengan bahan lain. Industri elektronik memakainya untuk mencuci papan sirkuit.
5. Penggunaan di Bidang Otomotif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336192/original/061487100_1788145496-pexels-mart-production-8217303.jpg)
Di dunia otomotif, air demineral sangat dikenal sebagai air aki. Aki basah jenis timbal-asam perlu ditambah air murni agar elektrolit tidak terkontaminasi mineral yang bisa memperpendek umur baterai.
Air ini juga dipakai pada sistem pendingin mesin atau radiator. Menurut Chemicals.co.uk, banyak jenis air murni dipakai di sektor otomotif, mulai dari kendaraan balap hingga pesawat. Rendahnya konduktivitas membuat air demineral lebih aman daripada air keran.
Meski demikian, ada catatan penting. Sumber yang sama menyebut bahwa air demineral dapat bersifat agresif terhadap logam tertentu. Pastikan jenis logam pada sistem pendingin kendaraan cocok sebelum menggunakannya.
Advertisement
6. Penggunaan di Rumah Tangga
Di rumah, air demineral paling praktis untuk setrika uap, humidifier, dan pelembap udara. Karena tidak mengandung mineral, penggunaannya mengurangi kerak yang menyumbat lubang uap dan memperpendek umur alat.
Air ini juga bisa dipakai untuk membersihkan permukaan kaca atau benda yang mudah tergores, sebab tidak meninggalkan bercak air. Sebagian orang memakainya untuk mencuci mobil agar hasil keringnya tidak berbintik.
Untuk akuarium, berhati-hatilah. Laman Natural Pigments menegaskan bahwa air deionisasi perlu dimineralisasi ulang sebelum dipakai di akuarium, karena tidak memiliki unsur makro dan mikro yang dibutuhkan ikan dan tanaman air.
7. Apakah Air Demineral Aman Diminum?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4375777/original/056145500_1680071466-engin-akyurt-PCpoG06fcUI-unsplash.jpg)
Secara umum, air demineral yang bersih tidak beracun. Namun, para ahli tidak menyarankannya sebagai air minum utama. Dalam kajiannya, WHO menyimpulkan bahwa air tanpa mineral atau berkadar mineral sangat rendah tidak dianggap ideal untuk konsumsi harian.
WHO menyebut sejumlah risikonya. Pertama, minimnya asupan kalsium dan magnesium dari air minum. Kedua, rendahnya asupan unsur mikro penting lainnya. Ketiga, hilangnya mineral dari makanan saat dimasak dengan air jenis ini.
Selain itu, air yang sangat rendah mineral bersifat agresif sehingga bisa melarutkan logam dari pipa. Bayi dan anak-anak merupakan kelompok yang perlu ekstra hati-hati, terutama saat air dipakai untuk menyiapkan susu formula.
Advertisement
8. Tips Memilih dan Menggunakan Air Demineral
Pertama, sesuaikan jenis air dengan tujuannya. Gunakan air demineral untuk aki, setrika, atau alat teknis, bukan sebagai pengganti air minum harian. Untuk minum, pilih air mineral yang memenuhi standar kesehatan.
Kedua, periksa kemasan dan label. Pastikan produk menyebut jelas bahwa itu air demineral atau deionisasi, dan beli dari produsen yang terpercaya. Simpan dalam wadah tertutup rapat karena air murni mudah menyerap COâ‚‚ dan debu dari udara.
Ketiga, bila ingin mengonsumsi air hasil sistem penyaringan canggih, pastikan ada tahap remineralisasi. Dengan begitu, kandungan kalsium dan magnesium tetap terjaga. Jika ragu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau ahli pengolahan air.
Pertanyaan Seputar Air Demineral
Apa bedanya air demineral dengan air mineral?
Air mineral masih mengandung mineral alami seperti kalsium dan magnesium. Air demineral hampir seluruh mineralnya sudah dibuang melalui proses penukar ion.
Apakah air demineral sama dengan air suling?
Tidak persis. Air suling dibuat lewat penguapan dan pengembunan, sedangkan air demineral dibuat dengan resin penukar ion. Hasil keduanya sama-sama rendah mineral, tetapi caranya berbeda.
Bolehkah air demineral diminum?
Sesekali umumnya tidak berbahaya jika kualitasnya bersih. Namun, WHO tidak menyarankannya sebagai air minum harian karena tidak memasok kalsium dan magnesium.
Apakah air demineral boleh dipakai untuk aki dan radiator?
Boleh, dan justru umum dipakai untuk aki. Untuk radiator, pastikan cocok dengan logam pada sistem pendingin karena air ini bisa agresif terhadap logam tertentu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2913249/original/058240300_1568693252-KPK_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368500/original/084408500_1791437213-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-08T122327.942.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367891/original/050720300_1791366349-Your_paragraph_text__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368951/original/013129700_1791454659-fg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335449/original/069159500_1787984891-Depositphotos_58891895_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368919/original/030171400_1791453445-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289847/original/046256000_1783415662-3ac21e01-b0c2-4f87-be63-0b2d0e93c546.jpg)