Seberapa Sering Sprei Dicuci? Ini Waktu yang Tepat, Jangan Tunggu Sampai Bau

Seberapa sering sprei dicuci? Ketahui waktu yang tepat agar tetap bersih dan jangan menunggu sampai mulai bau atau lembap.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 16:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tempat tidur menjadi salah satu area yang digunakan setiap hari, tetapi kebersihannya kerap luput dari perhatian. Padahal, sprei bersentuhan langsung dengan kulit selama berjam-jam sehingga perlu dibersihkan secara rutin.

Seberapa sering sprei dicuci sebenarnya bergantung pada kondisi dan kebiasaan masing-masing orang. Namun, mencucinya setiap satu hingga dua minggu umumnya menjadi patokan yang dapat membantu menjaga tempat tidur tetap bersih dan nyaman.

Sayangnya, masih banyak orang yang menunda mencuci sprei lebih lama dari waktu tersebut. Salah satu survei terhadap 2.250 orang dewasa di Inggris bahkan menemukan bahwa rata-rata responden baru mencuci sprei setelah sekitar 24 hari.

Selengkapnya dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (8/10).

Seberapa Sering Sprei Dicuci?

Sprei sebaiknya dicuci setidaknya setiap satu hingga dua minggu untuk membantu menjaga kebersihan tempat tidur. Bagi sebagian orang, terutama yang mudah berkeringat, memiliki alergi, atau tidur tanpa mengenakan pakaian lengkap, mencuci sprei seminggu sekali dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Frekuensi tersebut juga perlu disesuaikan dengan kondisi sprei. Jika sudah terdapat noda, terasa lembap, atau mulai mengeluarkan aroma kurang sedap, sprei sebaiknya segera dicuci tanpa perlu menunggu jadwal rutin berikutnya.

Survei yang melibatkan 2.250 orang dewasa di Inggris menunjukkan adanya perbedaan kebiasaan antara laki-laki dan perempuan. Sebanyak 62 persen perempuan lajang mengaku mencuci sprei setiap dua minggu, sedangkan responden laki-laki lajang cenderung lebih jarang melakukannya.

Kenapa Sprei Perlu Dicuci Secara Rutin?

Setiap hari, tubuh secara alami melepaskan sel-sel kulit mati yang dapat menumpuk di tempat tidur. Sel-sel kulit tersebut menjadi salah satu sumber makanan bagi tungau debu yang dapat ditemukan di kasur, bantal, dan tekstil tempat tidur.

Selain sel kulit mati, tempat tidur juga dapat terpapar keringat, minyak tubuh, debu, serta berbagai kotoran yang terbawa ke tempat tidur. Jika sprei jarang dicuci, berbagai material tersebut dapat semakin menumpuk.

Menjaga sprei tetap bersih juga dapat membantu menciptakan lingkungan tidur yang lebih nyaman. Tempat tidur yang bersih dan segar dapat mendukung rasa nyaman sebelum tidur, terutama bagi orang yang merasa terganggu dengan bau atau tekstil yang terasa kotor.

Kenapa Banyak Orang Menunda Mencuci Sprei?

Survei tersebut menunjukkan bahwa sebagian orang menunda mencuci sprei karena lupa atau menganggap sprei tidak perlu terlalu sering dibersihkan. Ada pula yang mengaku malas mencuci dan menggantinya karena proses mencuci serta mengeringkan sprei dianggap merepotkan.

Kebiasaan ini terlihat cukup jelas pada responden laki-laki lajang. Sebanyak 45 persen mengaku mencuci sprei dan sarung bantal hanya setiap empat bulan, sementara 12 persen lainnya mengatakan mereka mencucinya ketika ingat sehingga waktunya dapat lebih lama lagi.

Sementara itu, pada responden yang tinggal bersama pasangan, sekitar 35 persen mengaku mengganti sprei setiap tiga minggu dan 27 persen melakukannya sebulan sekali. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan mencuci sprei masih sangat beragam dan sebagian orang melakukannya lebih jarang daripada rekomendasi umum.

Kapan Sprei Harus Segera Dicuci?

Selain mengikuti jadwal rutin, kondisi sprei juga dapat menjadi tanda bahwa sudah waktunya dicuci. Bau yang kurang sedap, noda, keringat berlebih, atau permukaan yang terasa kurang segar menjadi beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan.

Sprei juga sebaiknya lebih sering dicuci apabila seseorang banyak berkeringat saat tidur atau memiliki kebiasaan membawa hewan peliharaan ke tempat tidur. Dalam kondisi tersebut, kotoran dan material dari tubuh maupun lingkungan dapat lebih cepat menumpuk pada kain.

Sebaliknya, mandi sebelum tidur tidak berarti sprei tidak perlu dicuci secara rutin. Tubuh tetap melepaskan sel kulit dan keringat saat tidur sehingga kebersihan sprei tetap perlu dijaga.

Seberapa Sering Selimut dan Bantal Dicuci?

Tidak hanya sprei dan sarung bantal, perlengkapan tidur lainnya juga perlu dibersihkan secara berkala. Selimut dapat dicuci sekitar setiap dua hingga tiga bulan, dengan tetap mengikuti petunjuk perawatan dari produsen.

Sementara itu, bantal yang digunakan sebagai isian, bukan sarung bantalnya, dapat dicuci sekitar setiap empat hingga enam bulan jika label perawatannya memungkinkan. Beberapa jenis bantal memiliki metode pembersihan khusus sehingga petunjuk pada label sebaiknya menjadi acuan utama.

Sarung bantal sendiri perlu dicuci bersama sprei secara rutin karena bersentuhan langsung dengan wajah dan rambut. Jika mudah berkeringat atau memiliki kulit yang sensitif, sarung bantal dapat dicuci lebih sering sesuai kebutuhan.

Tips agar Tidak Lupa Mencuci Sprei

Mencuci sprei akan lebih mudah dilakukan jika dijadikan bagian dari rutinitas mingguan. Misalnya, pilih satu hari tertentu untuk mengganti seluruh sprei dan sarung bantal sehingga jadwalnya lebih mudah diingat.

Sediakan set sprei cadangan agar tempat tidur tetap dapat digunakan ketika sprei utama sedang dicuci atau dikeringkan. Cara ini juga membuat proses mengganti sprei tidak terasa merepotkan.

Jika memungkinkan, segera cuci sprei yang sudah dilepas dan pastikan benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Dengan begitu, tempat tidur tetap terasa bersih, segar, dan nyaman untuk beristirahat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Seberapa Sering Sprei Dicuci

1. Seberapa sering sprei dicuci?

Sprei sebaiknya dicuci setiap satu hingga dua minggu. Jika mudah berkeringat, memiliki alergi, atau sprei cepat kotor, pencucian dapat dilakukan seminggu sekali.

2. Apa tanda sprei harus segera dicuci?

Sprei sebaiknya segera dicuci jika terdapat noda, terasa lembap, banyak terkena keringat, atau mulai mengeluarkan aroma kurang sedap.

3. Kenapa sprei tidak boleh terlalu lama tidak dicuci?

Sprei dapat menumpuk sel kulit mati, keringat, minyak tubuh, debu, dan kotoran lainnya. Sel kulit mati juga dapat menjadi sumber makanan bagi tungau debu.

4. Seberapa sering selimut dan bantal dicuci?

Selimut dapat dicuci sekitar dua hingga tiga bulan sekali, sedangkan bantal dapat dicuci setiap empat hingga enam bulan jika petunjuk perawatannya memungkinkan.

5. Apakah mandi sebelum tidur membuat sprei tidak perlu sering dicuci?

Tidak. Mandi sebelum tidur dapat membantu menjaga kebersihan tubuh, tetapi tubuh tetap melepaskan sel kulit dan keringat saat tidur sehingga sprei tetap perlu dicuci secara rutin.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6