Liputan6.com, Jakarta - Air masih menetes dari plafon meski hujan sudah berhenti sering kali membuat penghuni rumah bingung. Kondisi ini bahkan bisa muncul beberapa menit hingga beberapa jam setelah hujan reda.
Jangan langsung menganggap kebocoran sudah selesai hanya karena tetesan air berhenti sementara. Air yang masuk melalui celah atap dapat tertahan di balik plafon dan baru menetes setelah terkumpul cukup banyak.
Selain membuat plafon bernoda dan lembap, kebocoran yang dibiarkan juga berisiko merusak rangka plafon hingga memicu pertumbuhan jamur. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (8/10/2026).Â
Advertisement
Mengapa Air Masih Menetes Setelah Hujan Berhenti?
Air yang menetes setelah hujan reda biasanya bukan berarti kebocoran baru terjadi. Air hujan bisa lebih dulu masuk melalui bagian atap yang bermasalah, kemudian mengalir atau tertahan di atas plafon.
Ketika air mencapai titik tertentu, gravitasi membuatnya turun melalui celah kecil dan akhirnya terlihat sebagai tetesan dari plafon.
Karena itu, lokasi tetesan di plafon belum tentu tepat berada di bawah sumber kebocoran.
Advertisement
1. Ada Genteng yang Retak atau Bergeser
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366241/original/047418300_1791257925-2bd9f98c-e222-4c7f-893d-6b0f738215c3.jpeg)
Genteng retak, pecah, atau bergeser merupakan salah satu penyebab paling umum. Celah tersebut dapat menjadi jalan masuk air ketika hujan turun.
Air kemudian merembes ke bagian bawah atap dan mengalir mengikuti permukaan kayu atau rangka sebelum akhirnya menetes ke plafon.
Periksa genteng yang terlihat tidak sejajar, pecah, atau memiliki celah. Jika kerusakan cukup parah, sebaiknya ganti genteng daripada hanya menutupnya sementara.
2. Talang Air Tersumbat atau Bocor
Talang yang dipenuhi daun, lumpur, atau kotoran dapat membuat air hujan tidak mengalir dengan lancar.
Air yang tertahan bisa meluap dan masuk ke celah di sekitar atap. Sementara itu, talang yang retak juga dapat menyebabkan air merembes ke bagian bangunan.
Membersihkan talang secara berkala dapat membantu mencegah masalah ini, terutama setelah musim hujan atau ketika banyak daun berguguran.
3. Ada Kebocoran pada Sambungan Atap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368235/original/017247200_1791424596-151736e9-1f59-4449-84b9-86a019c092f3.jpg)
Kebocoran tidak selalu berasal dari genteng. Bagian sambungan antara atap, dinding, talang, atau area lain yang berbeda material juga dapat menjadi jalur masuk air.
Celah kecil pada sambungan mungkin tidak langsung terlihat dari dalam rumah. Namun, ketika hujan deras, air dapat masuk dalam jumlah cukup banyak dan tertahan di balik plafon.
Bagian sambungan perlu diperiksa dan diperbaiki menggunakan material penutup yang sesuai agar tidak mudah kembali bocor.
4. Lapisan Waterproofing Mulai Rusak
Pada beberapa jenis atap, terdapat lapisan pelindung yang membantu mencegah air masuk ke bangunan. Jika lapisan tersebut mulai retak, mengelupas, atau kehilangan daya kedapnya, air dapat merembes ke bagian bawah.
Kondisi ini biasanya lebih mudah muncul setelah atap mengalami paparan panas dan hujan secara terus-menerus.
Perbaikan dapat dilakukan dengan memperbarui lapisan waterproofing pada area yang bermasalah.
Advertisement
5. Air Tertahan di Balik Plafon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368234/original/009064400_1791424596-99e9b1c6-568c-459d-91f9-78dffa129b21.jpg)
Ini menjadi salah satu alasan mengapa plafon masih menetes meskipun hujan sudah berhenti.
Ketika hujan berlangsung, air dapat terkumpul di atas plafon. Setelah hujan reda, air tersebut tidak langsung habis karena masih tertahan di material plafon, rangka, atau bagian atap.
Akibatnya, tetesan dapat terus muncul selama beberapa waktu sampai genangan atau rembesan benar-benar habis.
6. Pipa di Atas Plafon Mengalami Kebocoran
Jika tetesan muncul bahkan ketika tidak ada hujan, sumber masalah mungkin bukan atap.
Pipa air yang berada di atas plafon dapat mengalami kebocoran akibat sambungan longgar, pipa retak, atau kerusakan pada bagian tertentu. Air kemudian merembes ke plafon dan menimbulkan gejala yang mirip dengan kebocoran atap.
Coba perhatikan apakah area plafon tetap basah pada hari yang benar-benar tidak hujan. Jika iya, instalasi pipa perlu ikut diperiksa.
Cara Mengatasi Air Menetes dari Plafon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353487/original/092258900_1789966317-plafon_dapur.jpg)
Jangan hanya mengecat ulang plafon yang bernoda. Langkah tersebut hanya menyamarkan bekas air jika sumber kebocoran belum diperbaiki.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Cari Titik Sumber Kebocoran
Periksa bagian atap, genteng, talang, sambungan, dan area sekitar plafon. Perhatikan apakah terdapat genteng pecah, celah, genangan, atau bagian yang terlihat lebih basah.
Jika sumber tidak terlihat dari dalam rumah, pemeriksaan bagian atas atap mungkin diperlukan.
Bersihkan Talang dan Saluran Air
Singkirkan daun, tanah, lumut, dan kotoran yang menghambat aliran air.
Pastikan air dapat mengalir menuju saluran pembuangan tanpa tertahan. Talang yang bocor atau rusak juga sebaiknya segera diperbaiki.
Perbaiki atau Ganti Genteng Rusak
Genteng yang retak atau bergeser sebaiknya diperbaiki atau diganti. Jangan mengandalkan tambalan sementara jika kerusakannya sudah cukup besar.
Setelah diperbaiki, amati kembali kondisi plafon ketika hujan turun untuk memastikan tidak ada rembesan baru.
Perbaiki Celah pada Sambungan Atap
Gunakan bahan penutup atau waterproofing yang sesuai dengan jenis permukaan yang diperbaiki.
Pastikan permukaan dalam kondisi bersih dan kering sebelum melakukan perbaikan agar material dapat menempel dengan baik.
Keringkan Bagian Plafon yang Basah
Setelah sumber kebocoran diperbaiki, plafon tetap perlu dikeringkan.
Buka ventilasi ruangan dan gunakan kipas jika diperlukan untuk membantu mempercepat proses pengeringan. Jangan buru-buru mengecat ulang sebelum bagian yang lembap benar-benar kering.
Ganti Plafon yang Sudah Rusak Parah
Plafon yang hanya mengalami noda ringan mungkin masih dapat dipertahankan setelah benar-benar kering.
Namun, jika plafon sudah melengkung, rapuh, menggelembung, atau mengalami kerusakan luas, bagian tersebut sebaiknya diganti agar tidak membahayakan penghuni rumah.
Jangan Abaikan Plafon yang Terus Menetes
Air yang terus menetes bukan sekadar masalah estetika. Kebocoran yang dibiarkan dapat menyebabkan material plafon semakin rapuh dan membuat area rumah menjadi lembap.
Jika air berada di dekat lampu, kabel, atau instalasi listrik, jangan menyentuh bagian tersebut dalam kondisi basah. Matikan sumber listrik pada area terkait dan minta bantuan tenaga profesional untuk memastikan kondisinya aman.
Jika kebocoran sulit ditemukan atau terus berulang meskipun sudah diperbaiki, pemeriksaan oleh tukang atau teknisi berpengalaman dapat membantu menemukan sumber masalah yang tersembunyi.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Plafon Bocor
Apakah plafon masih bisa menetes setelah hujan berhenti?
Bisa. Air yang masuk saat hujan dapat tertahan di balik plafon atau mengalir melalui rangka atap sehingga baru menetes beberapa waktu setelah hujan reda.
Mengapa plafon bocor padahal genteng terlihat tidak rusak?
Sumber kebocoran bisa berasal dari sambungan atap, talang, lapisan waterproofing, atau celah kecil yang tidak mudah terlihat dari bawah.
Apakah plafon yang terkena air harus langsung diganti?
Tidak selalu. Jika kerusakannya ringan dan plafon masih kokoh, bagian tersebut dapat dikeringkan terlebih dahulu. Namun, plafon yang sudah rapuh, melengkung, atau menggelembung sebaiknya diganti.
Bagaimana membedakan kebocoran atap dengan pipa bocor?
Perhatikan waktunya. Jika air muncul terutama setelah hujan, kemungkinan masalah berkaitan dengan atap atau talang. Jika tetap menetes ketika cuaca kering, pipa atau instalasi air di atas plafon perlu diperiksa.
Apakah mengecat plafon bisa menghentikan kebocoran?
Tidak. Cat hanya memperbaiki tampilan permukaan. Sumber kebocoran tetap harus ditemukan dan diperbaiki terlebih dahulu agar air tidak kembali masuk.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367891/original/050720300_1791366349-Your_paragraph_text__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367654/original/007339100_1791359633-HOAX__32_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342351/original/068288100_1788767019-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547677/original/065072000_1775467101-Screenshot_20260406_160243_Instagram_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368275/original/061789200_1791428039-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368272/original/028804800_1791427602-41d4b14c-fba1-46e8-a58d-ef35742652af.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368234/original/009064400_1791424596-99e9b1c6-568c-459d-91f9-78dffa129b21.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359929/original/083935500_1790584158-gas_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368230/original/058258200_1791424201-ajithkumar-m-H3-QIF3JSUM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368241/original/043821200_1791424655-8fc0faf1-a88a-47b6-a1c8-4fea9071f446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258477/original/072206900_1781346564-pexels-mikhail-nilov-7929418.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368224/original/082039500_1791423483-3b588cba-bb2f-4951-af1b-af6168cb0d0c.jpg)