Liputan6.com, Jakarta Cara merawat tanaman anggrek berpusat pada keseimbangan tiga hal, yaitu air, cahaya, dan sirkulasi udara. Siram secukupnya, beri cahaya terang tidak langsung, lalu gunakan media tanam berpori supaya akar tidak membusuk.
Anggrek memang tergolong sensitif, tetapi bukan tanaman yang mustahil dijinakkan pemula. Begitu memahami cara merawat tanaman anggrek yang tepat, bunga eksotis ini mampu bertahan lama dan mekar berkali-kali.
Sebagian besar anggrek hias merupakan tanaman epifit yang di habitat aslinya menempel pada batang pohon, bukan tumbuh di dalam tanah, sehingga akarnya butuh ruang untuk bernapas.
Advertisement
Sebagaimana diungkapkan American Orchid Society, penyiraman yang keliru adalah penyebab nomor satu kegagalan merawat anggrek, sehingga pengaturan air menjadi fondasi utama seperti halnya prinsip dasar merawat tanaman hias pada umumnya.
Baca juga: Arti Bunga Anggrek, Keindahan dan Makna di Balik Setiap Kelopak
Cara Merawat Tanaman Anggrek untuk Pemula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769720/original/016707600_1710229575-Ilustrasi_bunga_anggrek_Phalaenopsis.jpg)
Bagi pemula, cara merawat tanaman anggrek paling mudah dimulai dengan mengenali lima kebutuhan dasarnya, yaitu cahaya, air, kelembapan, nutrisi, dan pemangkasan. Jika kelimanya dipenuhi secara konsisten seperti diuraikan dalam panduan cara merawat anggrek untuk pemula, anggrek akan tumbuh sehat tanpa banyak drama.
Melansir AOL, Presiden Westerlay Orchids Toine Overgaag menyebutkan bahwa anggrek sebenarnya cukup mudah dirawat selama memiliki informasi dan metode perawatan yang tepat.
-
Atur Intensitas Cahaya: Letakkan anggrek di tempat terang dengan paparan cahaya tidak langsung, seperti di dekat jendela yang menghadap ke timur. Hindari sinar matahari langsung karena dapat membuat daun terbakar. Melansir Smithsonian Gardens, daun anggrek yang berwarna hijau kekuningan menunjukkan pencahayaan yang cukup, sedangkan daun hijau tua dapat menandakan tanaman kekurangan cahaya.
-
Siram Secukupnya: Siram anggrek ketika media tanam mulai mengering, lalu pastikan air dapat mengalir keluar melalui lubang drainase pot. Melansir United States Botanic Garden, anggrek lebih sering mengalami kerusakan akibat penyiraman berlebihan daripada kekurangan air.
-
Pilih Media Tanam Berpori: Jangan gunakan tanah biasa yang padat, melainkan media khusus seperti cacahan pakis, kulit kayu, atau arang yang memiliki drainase baik. Prinsip ini juga berlaku saat menanam anggrek dalam pot agar akar tetap mendapat udara sekaligus terhindar dari pembusukan.
-
Jaga Kelembapan dan Sirkulasi Udara: Anggrek menyukai kelembapan sekitar 50 hingga 80 persen, tetapi tetap membutuhkan aliran udara agar tidak lembap berlebihan. Untuk menaikkan kelembapan, letakkan pot di atas nampan berisi kerikil dan sedikit air.
-
Berikan Pupuk Berkala: Gunakan pupuk khusus anggrek dengan dosis seperempat hingga setengah dari anjuran label, terutama pada masa pertumbuhan dan menjelang berbunga. Sebagai variasi nutrisi alami, sebagian pehobi menambahkan pupuk dari air cucian beras atau pupuk cair dari air teh basi sebagai pelengkap.
-
Pangkas Bagian Kering dan Mati: Potong daun, akar, atau tangkai yang sudah kering dan membusuk memakai gunting steril yang tajam. Langkah ini serupa dengan prinsip pemangkasan pada perawatan pohon hias lain, yakni memfokuskan energi tanaman ke bagian yang baru dan sehat.
Melansir AOL, penulis buku The Orchid Whisperer, Bruce Rogers, mengingatkan pentingnya memastikan tidak ada air yang tertinggal di bagian mahkota atau sela-sela daun setelah penyiraman. Kondisi tersebut perlu diperhatikan untuk menjaga tanaman tetap sehat.
Sementara itu, melansir Smithsonian Gardens, kelembapan di sekitar anggrek dapat ditingkatkan dengan menempatkan pot di atas nampan berisi kerikil dan air. Cara ini dapat diterapkan terutama ketika tanaman membutuhkan kelembapan lebih tinggi.
Baca juga: 9 Jenis Anggrek dengan Bunga Cantik yang Tumbuh di Indonesia
Advertisement
Cara Repotting Anggrek agar Akar Tetap Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3223240/original/029927700_1598798184-yeimy-olivier-OWk9rDaakJ0-unsplash.jpg)
Selain perawatan harian, cara merawat tanaman anggrek dalam jangka panjang menuntut penggantian pot atau repotting secara berkala. Repotting menyegarkan media tanam yang mulai lapuk sekaligus memberi ruang bagi akar serta tunas baru untuk berkembang.
Merujuk panduan Fairchild Tropical Botanic Garden, media tanam yang sudah memadat atau terurai dapat mengurangi sirkulasi udara di sekitar akar. Oleh karena itu, penggantian media secara berkala diperlukan untuk menjaga drainase dan aliran udara tetap baik.
-
Pilih Waktu yang Tepat: Waktu paling ideal adalah ketika anggrek mulai memunculkan tunas atau ujung akar baru, umumnya seusai masa berbunga. Hindari repotting saat tanaman sedang mekar penuh.
-
Keluarkan Anggrek dari Pot: Pijat perlahan dinding pot agar akar terlepas, lalu angkat tanaman dengan hati-hati tanpa menariknya secara paksa.
-
Bersihkan Media Lama: Lepaskan seluruh sisa media tanam lama yang menempel di sela-sela akar hingga benar-benar bersih.
-
Pangkas Akar Rusak: Potong akar yang tua, kering, atau membusuk menggunakan gunting steril agar hanya akar sehat yang tersisa.
-
Tanam di Pot Baru: Pilih pot yang cukup untuk satu hingga dua tunas baru, isi separuh bagian bawah dengan media anggrek, letakkan tanaman, lalu tambahkan media di antara akar.
-
Tunda Penyiraman dan Pemupukan: Siram paling cepat keesokan harinya, dan tunggu sekitar tiga minggu sebelum kembali memupuk agar akar sempat beradaptasi.
Dilansir dari Home Depot, anggrek yang dirawat dengan baik dapat hidup selama bertahun-tahun, bahkan mencapai puluhan tahun. Tanaman ini umumnya dapat berbunga satu hingga dua kali dalam setahun, dengan bunga yang bertahan sekitar 30–45 hari.
Baca juga: 20 Macam-Macam Bunga Anggrek yang Populer di Indonesia
Cara Merangsang Anggrek agar Rajin Berbunga Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4907971/original/041726700_1722591767-flower-3097458_1280.jpg)
Setelah bunga rontok, banyak orang mengira anggreknya mati, padahal tanaman hanya butuh waktu untuk memulihkan tenaga. Bagian penting dari cara merawat tanaman anggrek adalah memancing anggrek agar rajin berbunga kembali melalui pemangkasan dan stimulasi yang tepat.
-
Sisakan Daun yang Sehat: Buang hanya daun yang menguning, dan biarkan daun hijau tetap menempel karena berfungsi sebagai penghasil makanan bagi tanaman.
-
Potong Tangkai Bunga dengan Benar: Untuk anggrek bulan (Phalaenopsis), yang juga dikenal sebagai bunga nasional Indonesia dan berkerabat dengan anggrek Tien, pangkas tangkai hingga setengahnya tepat di atas ruas agar berpeluang tumbuh cabang bunga baru. Jika tangkai sudah cokelat dan kering, potong sampai pangkalnya.
-
Beri Selisih Suhu Siang dan Malam: Banyak anggrek terpicu berbunga oleh penurunan suhu pada malam hari, jadi biarkan udara malam sedikit lebih sejuk daripada siang.
-
Lanjutkan Pemupukan Ringan: Berikan pupuk seimbang berdosis rendah selama musim tumbuh untuk mendukung pembentukan kuncup, karena inilah kunci merawat jenis anggrek yang bunganya tahan lama.
Mengutip Gardeners’ World, setelah bunga terakhir gugur, tangkai anggrek bulan dapat dipangkas hingga sekitar setengah bagian untuk merangsang pertumbuhan cabang bunga baru. Daun yang menguning tetapi masih tebal juga sebaiknya tidak langsung dipotong karena tanaman masih memindahkan nutrisi dari daun tersebut ke bagian lainnya.
Baca juga: Cara Menanam Anggrek Tempel Dinding yang Mudah untuk Pemula
Advertisement
Kesalahan Umum dalam Merawat Anggrek yang Perlu Dihindari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3223247/original/022299900_1598798858-photo-1564601646406-a827742bf254.jpg)
Meski terdengar sepele, sejumlah kebiasaan keliru justru menjadi biang keladi anggrek cepat merana. Menghindari kesalahan-kesalahan berikut sama pentingnya dengan menerapkan langkah perawatan yang benar, terutama untuk jenis anggrek yang mudah dirawat sekalipun.
Sebagaimana dilaporkan The Old Farmer’s Almanac, kondisi bud blast atau kuncup bunga yang rontok sebelum mekar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan suhu secara mendadak, penyiraman yang tidak tepat, pemupukan berlebihan atau kurang, pencahayaan yang tidak sesuai, kelembapan rendah, hingga serangan hama.
-
Menyiram terlalu sering: Media yang terus-menerus basah membuat akar cepat membusuk; siramlah hanya setelah media mulai mengering.
-
Memakai tanah biasa: Tanah pot konvensional menahan terlalu banyak air sehingga akar anggrek tidak bisa bernapas.
-
Membiarkan air menggenang di mahkota: Air yang tertinggal di titik tumbuh atau sela daun mengundang pembusukan dan penyakit jamur.
-
Menjemur di bawah matahari langsung: Paparan sinar terik membakar daun hingga menguning dan mengeringkan akar terlalu cepat.
-
Menyemprot bunga secara langsung: Sebaiknya semprot area sekitar daun dan udara, bukan kelopaknya, agar tidak muncul bercak akibat jamur.
-
Memupuk berlebihan: Akar anggrek sensitif dan mudah "terbakar", jadi gunakan dosis rendah; jika ingin alternatif alami, tersedia banyak bahan dapur untuk menyuburkan tanaman.
-
Mengabaikan sirkulasi udara: Udara yang mampet memicu jamur dan hama, sehingga tanaman perlu ditempatkan di ruang berventilasi baik.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Anggrek
Berapa kali sebaiknya menyiram tanaman anggrek?
Umumnya cukup sekali seminggu, tetapi patokan terbaik adalah menyiram saat media tanam mulai kering, bukan berdasarkan jadwal yang kaku. Frekuensi bisa lebih sering ketika cuaca panas dan lebih jarang saat lembap atau ketika tanaman memasuki masa istirahat, seperti pada perawatan anggrek bulan.
Mengapa anggrek tidak berbunga meski terlihat sehat?
Penyebab paling umum adalah kurang cahaya. Anggrek membutuhkan cahaya terang tidak langsung yang cukup, dan beberapa jenis juga memerlukan selisih suhu siang-malam agar terpicu membentuk tangkai bunga baru.
Apakah anggrek bisa dirawat di ruangan ber-AC?
Bisa, asalkan diletakkan di tempat yang cukup terang dan kelembapannya dijaga. Gunakan nampan berisi kerikil dan air atau kelompokkan beberapa pot agar udara sekitar tidak terlalu kering, prinsip yang sama juga dipakai dalam budidaya anggrek bulan.
Pada akhirnya, cara merawat tanaman anggrek bertumpu pada konsistensi, mulai dari menyiram saat media mengering, memberi cahaya terang tak langsung, menjaga kelembapan, hingga memupuk secukupnya. Dengan kesabaran dan perawatan rutin, anggrek di rumah akan tumbuh sehat sekaligus menghadirkan bunga cantik yang mekar berulang kali.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360863/original/067393500_1758767787-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-09-25T090726.096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353861/original/015618900_1789981288-gga2vPoAcsKfT8VxjFihwODoQjS4YxUn1mxCRclR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361588/original/049427200_1790739307-HL_Kamar_mandi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453549/original/060206800_1766481138-Picture1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354889/original/020452800_1790065311-3KdzJ6jXvIEyfiQZxNMEUOXAoCHuuL1k9cVIeUDf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354870/original/097544400_1790065290-2V4wSFwlEnYo3Z1zGjAsA9UVycIZWe3eJRVup8hV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364585/original/093768200_1791010339-204211.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355796/original/004239800_1790142080-01M34AVN741WBX7GD3V20W7WEA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354845/original/027377000_1790065259-VKCbXyBF4UURDhu23E4QW79fK2x974xcnf6MMTbW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360472/original/069118200_1790648364-pexels-jakubzerdzicki-35052791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355797/original/002573300_1790142081-01M34AWQGCZ008Y6RW6P9HG9J3.jpg)