Sejarah ASEAN dari Awal Berdiri hingga HUT ke-59, Jadi Organisasi Penting Asia Tenggara

Peringatan HUT ASEAN ke-59 menjadi simbol perjalanan panjang organisasi ini dalam menjaga persatuan Asia Tenggara.

Diterbitkan 07 Agustus 2026, 12:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan sejarah ASEAN menjadi catatan penting bagi perkembangan kawasan Asia Tenggara, sejak pembentukannya pada tahun 1967. Menjelang HUT ASEAN ke-59, perhatian kembali tertuju pada berbagai pencapaian organisasi regional ini dalam menjaga hubungan antarnegara, mendorong kemajuan ekonomi, serta membangun stabilitas kawasan melalui kerja sama jangka panjang.

Memasuki HUT ke-59, sejarah ASEAN kembali menjadi topik menarik untuk dibahas oleh masyarakat. Organisasi ini lahir dari kebutuhan negara-negara Asia Tenggara, untuk menciptakan hubungan lebih harmonis setelah melewati masa penuh tantangan politik dan keamanan. Perjalanan hampir enam dekade memperlihatkan perkembangan besar dalam berbagai sektor kehidupan.

Pembahasan sejarah ASEAN menjelang HUT ASEAN ke-59 menghadirkan gambaran, tentang bagaimana perjuangan para pendiri dalam membangun fondasi persahabatan regional. Lima negara awal pembentuk ASEAN membawa visi bersama untuk menciptakan kawasan damai, maju dan memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi perubahan dunia.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (7/8/2026).

Mengenal Sejarah dan Latar Belakang ASEAN

Pendirian ASEAN menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah kerja sama regional di Asia Tenggara. Organisasi ini resmi dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 melalui penandatanganan Deklarasi ASEAN atau dikenal juga sebagai Deklarasi Bangkok. Peristiwa bersejarah ini berlangsung di aula utama Gedung Departemen Luar Negeri Thailand, Bangkok. 

Melalui deklarasi tersebut, ASEAN atau Association of Southeast Asian Nations dibentuk sebagai wadah kerja sama antarnegara Asia Tenggara dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, hingga keamanan regional.

Sebelum ASEAN berdiri, kawasan Asia Tenggara menghadapi berbagai tantangan politik dan keamanan. Hubungan antarnegara sempat mengalami ketegangan akibat konflik regional, perbedaan kepentingan politik, serta pengaruh kekuatan asing yang cukup besar.

Upaya rekonsiliasi yang dilakukan Thailand antara Indonesia, Filipina dan Malaysia menjadi salah satu faktor penting dalam terbentuknya ASEAN. Setelah hubungan antarnegara mulai membaik, muncul kesadaran bahwa kerja sama regional diperlukan agar Asia Tenggara dapat menciptakan stabilitas dan menghadapi berbagai tantangan bersama. Adapun dokumen yang menjadi dasar pendirian ASEAN dikenal sebagai Deklarasi Bangkok. Dokumen tersebut terdiri dari lima pasal utama yang menjelaskan tujuan dan prinsip organisasi.

Lima Tokoh Pendiri ASEAN

1. Adam Malik – Indonesia

Adam Malik merupakan Menteri Luar Negeri Indonesia saat ASEAN didirikan. Ia berperan besar dalam memperbaiki hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga setelah masa konfrontasi.

Adam Malik memiliki pandangan bahwa Asia Tenggara dapat berkembang menjadi kawasan mandiri apabila negara-negara di dalamnya mampu bekerja sama memanfaatkan sumber daya alam dan manusia secara bersama.

2. Narciso R. Ramos – Filipina

Narciso R. Ramos adalah Menteri Luar Negeri Filipina sekaligus salah satu tokoh utama dalam pembentukan ASEAN. Ia menilai bahwa kerja sama regional merupakan langkah penting untuk menghadapi tantangan ekonomi dan politik di Asia Tenggara.

Menurut Ramos, pembentukan ASEAN menunjukkan bahwa negara-negara pendiri memiliki tekad kuat untuk membangun hubungan yang lebih stabil dan damai.

3. Tun Abdul Razak – Malaysia

Tun Abdul Razak merupakan Wakil Perdana Menteri Malaysia sekaligus tokoh penting dalam kebijakan luar negeri negaranya.

Ia menekankan bahwa negara-negara Asia Tenggara harus memiliki tanggung jawab bersama dalam menentukan masa depan kawasan. Menurutnya, kerja sama regional menjadi cara untuk menghindari konflik dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar.

4. S. Rajaratnam – Singapura

S. Rajaratnam adalah Menteri Luar Negeri pertama Singapura. Ia berpendapat bahwa ASEAN membutuhkan perubahan cara berpikir dari hanya mengutamakan kepentingan nasional menuju keseimbangan antara kepentingan nasional dan regional.

Ia juga menegaskan bahwa ASEAN bukan organisasi yang bertujuan melawan pihak tertentu, melainkan wadah untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang stabil, aman, dan sejahtera.

5. Thanat Khoman – Thailand

Thanat Khoman merupakan Menteri Luar Negeri Thailand yang berperan besar dalam mendorong terbentuknya ASEAN.

Ia melihat bahwa negara-negara Asia Tenggara harus bekerja sama untuk mengatasi berbagai masalah seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan ancaman terhadap kedaulatan. Baginya, ASEAN merupakan awal menuju masyarakat regional yang lebih maju dan damai.

Tujuan ASEAN dan Prinsip Dasar Kerja Sama

ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) merupakan organisasi regional yang dibentuk oleh lima negara pendiri pada 8 Agustus 1967 melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok. Sejak awal pembentukannya, ASEAN memiliki tujuan utama untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, stabil, maju dan sejahtera melalui kerja sama antarnegara anggota.

Tujuan ASEAN tidak hanya berfokus pada bidang politik dan keamanan, tetapi juga mencakup sektor ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, ilmu pengetahuan, hingga pembangunan masyarakat. Semua tujuan tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan antarnegara Asia Tenggara melalui semangat persahabatan dan saling membantu.

1. Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi, Sosial, dan Budaya

Salah satu tujuan utama ASEAN adalah mempercepat perkembangan ekonomi, kemajuan sosial, serta pertumbuhan budaya di kawasan Asia Tenggara. Hal ini dilakukan melalui kerja sama antarnegara anggota agar masyarakat di wilayah tersebut dapat memperoleh kehidupan lebih baik.

Melalui berbagai program bersama, ASEAN berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas peluang ekonomi, serta memperkuat hubungan budaya antarbangsa.

2. Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Kawasan

ASEAN bertujuan menciptakan kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil melalui penghormatan terhadap hukum internasional, keadilan, serta kedaulatan setiap negara.

Negara anggota ASEAN berkomitmen menyelesaikan berbagai perbedaan secara damai tanpa menggunakan ancaman maupun kekerasan. Prinsip ini menjadi dasar penting agar kawasan tetap harmonis dan terhindar dari konflik.

3. Meningkatkan Kerja Sama Antarnegara Anggota

ASEAN mendorong kerja sama aktif dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, hingga administrasi.

Melalui kolaborasi tersebut, negara-negara anggota dapat menghadapi berbagai tantangan bersama, bertukar pengalaman, serta mencari solusi terhadap permasalahan yang memiliki kepentingan regional.

4. Mengembangkan Pendidikan dan Pelatihan

Tujuan ASEAN juga mencakup peningkatan kerja sama dalam bidang pendidikan, pelatihan profesional, administrasi, dan teknologi.

Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan Asia Tenggara agar mampu bersaing dan berkontribusi terhadap perkembangan negara masing-masing.

5. Meningkatkan Kemajuan Pertanian, Industri, dan Perdagangan

ASEAN berupaya memperkuat sektor ekonomi melalui pengembangan pertanian, industri, perdagangan internasional, transportasi, dan komunikasi.

Peningkatan berbagai sektor tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, memperlancar hubungan perdagangan antarnegara, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.

6. Mendorong Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Pengembangan ilmu pengetahuan menjadi salah satu perhatian ASEAN. Negara anggota didorong untuk berbagi informasi, melakukan penelitian bersama, dan meningkatkan inovasi demi kemajuan kawasan.

Kerja sama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan global.

Prinsip Dasar ASEAN Berdasarkan TAC 1976

Dalam menjalankan hubungan antarnegara anggota, ASEAN berpedoman pada Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) yang disepakati pada tahun 1976. Perjanjian ini berisi prinsip dasar untuk menjaga hubungan harmonis antarnegara.

Beberapa prinsip utama ASEAN dalam TAC antara lain:

  • Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, keutuhan wilayah, dan identitas nasional setiap negara.
  • Mengakui hak setiap negara untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa campur tangan pihak luar.
  • Tidak mencampuri urusan dalam negeri negara anggota lain.
  • Menyelesaikan konflik dan perbedaan melalui cara damai.
  • Menolak penggunaan ancaman maupun kekerasan dalam hubungan internasional.
  • Meningkatkan kerja sama yang efektif antarnegara anggota.

Dengan berpegang pada prinsip tersebut, ASEAN terus berkembang menjadi organisasi regional penting yang berperan menjaga stabilitas, memperkuat ekonomi, dan membangun hubungan baik antarnegara di Asia Tenggara.

Makna HUT ASEAN bagi Negara-Negara Asia Tenggara

HUT ASEAN memiliki makna penting sebagai momentum untuk mengenang perjalanan panjang kerja sama negara-negara Asia Tenggara sejak organisasi ini didirikan pada 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok. Peringatan tersebut bukan hanya menjadi pengingat sejarah berdirinya ASEAN, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali berbagai pencapaian yang telah diraih dalam membangun kawasan yang damai, stabil, dan berkembang.

Peringatan HUT ASEAN mencerminkan semangat persatuan serta komitmen negara anggota dalam memperkuat hubungan regional. Meskipun setiap negara memiliki perbedaan budaya, bahasa, sistem politik dan kondisi ekonomi, ASEAN menunjukkan bahwa kerja sama dapat menjadi jalan untuk menghadapi berbagai tantangan bersama.

Selain mengenang jasa para pendiri ASEAN, HUT ASEAN juga menjadi simbol keberhasilan diplomasi dan dialog antarnegara. Para tokoh pendiri ASEAN membangun organisasi ini dengan tujuan menciptakan kawasan yang lebih aman setelah menghadapi berbagai ketegangan politik pada masa lalu. Semangat tersebut terus menjadi dasar dalam menjaga hubungan baik antaranggota hingga saat ini.

 

 

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sejarah ASEAN 

Apa itu ASEAN dan mengapa organisasi ini dibentuk?

ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah organisasi kerja sama regional yang beranggotakan negara-negara di Asia Tenggara. Organisasi ini dibentuk untuk memperkuat hubungan antarnegara, menjaga stabilitas kawasan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta membangun kerja sama dalam bidang sosial, budaya, pendidikan, dan berbagai sektor lainnya.

Kapan ASEAN resmi didirikan?

ASEAN resmi didirikan pada 8 Agustus 1967 melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok di Thailand. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari ASEAN setiap tahunnya.

Mengapa HUT ASEAN ke-59 menjadi momen penting?

HUT ASEAN ke-59 menjadi momen penting untuk mengenang perjalanan panjang organisasi ini selama hampir enam dekade. Peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kembali kontribusi ASEAN dalam menjaga perdamaian, memperkuat kerja sama regional, serta menghadapi berbagai tantangan global.

Negara mana saja yang menjadi pendiri ASEAN?

ASEAN didirikan oleh lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Kelima negara tersebut menandatangani Deklarasi Bangkok sebagai dasar pembentukan organisasi regional Asia Tenggara.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6