Beda Air Fryer dan Oven: Cara Kerja, Hasil Masakan, dan Tips Memilihnya

Beda air fryer dan oven terletak pada cara kerja, kapasitas, hasil masakan, hingga konsumsi listrik. Simak perbandingan lengkap sebelum membeli.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 09:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang menganggap air fryer dan oven adalah alat yang sama karena bentuknya mirip dan sama-sama memakai panas. Padahal, beda air fryer dan oven cukup jelas jika ditinjau dari cara kerja dan hasil masakannya.

Air fryer mengandalkan sirkulasi udara panas berkecepatan tinggi di ruang kecil, sedangkan oven memanaskan ruang yang lebih besar secara bertahap. Perbedaan mendasar inilah yang menentukan tekstur, kecepatan, hingga kapasitas memasak.

Sebelum memutuskan membeli, penting memahami perbedaan air fryer dan oven agar alat yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan dapur. Pemahaman ini juga membantu Anda mengukur konsumsi listrik dan jenis masakan yang sering dibuat, termasuk pertimbangan soal apakah air fryer sehat untuk konsumsi harian.

Dilansir dari KitchenAid, air fryer pada dasarnya dapat dianggap sebagai oven konveksi mini yang memakai kipas untuk mengedarkan udara panas, tetapi dengan keranjang berlubang sehingga udara menjangkau seluruh permukaan makanan dan hasilnya lebih renyah.

Apa Itu Air Fryer dan Apa Itu Oven?

Air fryer adalah alat masak berukuran ringkas yang bekerja dengan mensirkulasikan udara panas berkecepatan tinggi mengelilingi makanan. Teknologi ini, sering disebut rapid air, membuat permukaan makanan menjadi kering dan renyah meski hanya memakai sedikit minyak atau bahkan tanpa minyak.

Karena ruang masaknya kecil, udara panas dapat menjangkau seluruh sisi makanan dengan cepat dan merata. Abbie Gellman, koki sekaligus ahli diet dari New York, dikutip dari The Healthy menjelaskan, "Alat ini pada dasarnya adalah oven konveksi, hanya saja kipas yang menyirkulasikan udara berputar lebih cepat."

Sementara itu, oven adalah perangkat memasak yang menggunakan elemen pemanas untuk menghasilkan panas di dalam ruang tertutup yang lebih besar. Oven hadir dalam beberapa jenis, mulai dari oven gas, oven listrik, hingga oven konveksi yang dilengkapi kipas, dan kini banyak pilihan oven listrik low watt yang hemat energi.

Oven konvensional memanaskan makanan melalui elemen di bagian atas dan bawah sehingga panas menyebar lebih bertahap dan cenderung statis. Karakter panas yang stabil ini membuat oven ideal untuk adonan cair, kue, dan roti. Perbedaan cara kerja inilah yang sering membuat orang keliru, mirip dengan kebingungan soal beda microwave dan oven listrik.

Beda Air Fryer dan Oven dari Cara Kerja hingga Hasil Masakan

Meski sama-sama mengandalkan panas, beda air fryer dan oven terlihat jelas dalam penggunaan sehari-hari. Berdasarkan penjelasan British Heart Foundation, air fryer pada dasarnya adalah oven berkipas versi mini yang memasak 20 hingga 25 persen lebih cepat karena ruang masaknya kecil dan kipasnya berkecepatan tinggi hingga puluhan mil per jam.

  1. Sumber dan Cara Menghasilkan Panas: Air fryer biasanya memiliki satu elemen pemanas di bagian atas ditambah kipas kuat untuk memusatkan panas, sedangkan oven memakai beberapa elemen di sisi atas dan bawah sehingga panas menyebar lebih perlahan.
  2. Waktu Pemanasan Awal: Sebagaimana dikutip dari Panasonic, air fryer tidak perlu dipanaskan lebih dulu sehingga menghemat waktu, sementara oven umumnya butuh pemanasan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum siap dipakai.
  3. Kapasitas: Air fryer berdesain ringkas dan pas untuk porsi 1 sampai 3 orang, sedangkan oven berkapasitas besar sehingga mampu memanggang beberapa loyang sekaligus atau bahan berukuran besar.
  4. Tekstur Hasil Masakan: Aliran udara yang intens membuat air fryer unggul menghasilkan permukaan garing, sementara oven memberi kematangan yang lebih stabil dan lembap, cocok untuk kue, roti, dan daging panggang.
  5. Konsumsi Listrik: Untuk porsi kecil, air fryer cenderung lebih hemat karena cepat panas dengan daya umumnya 700 hingga 1.400 watt, sedangkan oven berkisar 800 hingga 2.000 watt tetapi bisa lebih efisien per porsi saat memasak banyak. Kevin, pakar kuliner, dikutip dari Real Homes menyatakan, "Air fryer umumnya lebih hemat energi karena ukurannya kecil dan butuh lebih sedikit energi untuk memanas dan menjaga suhu."
  6. Kebersihan dan Perawatan: Keranjang air fryer mudah dilepas dan dicuci, sementara ruang oven yang lebih besar sering menyisakan cipratan minyak sehingga membutuhkan waktu pembersihan lebih lama.

Karena watt-nya relatif kecil, kini banyak pilihan air fryer harga terjangkau untuk pemula. Bagi yang lebih suka memanggang, ada pula tips memanggang ayam utuh pakai oven listrik agar hasilnya matang merata.

Lebih Sehat Mana, Air Fryer atau Oven?

Anggapan bahwa air fryer selalu lebih sehat daripada oven ternyata tidak sepenuhnya tepat. Beda air fryer dan oven dalam aspek kesehatan lebih banyak ditentukan oleh jumlah minyak dan bahan makanannya, bukan semata alatnya.

Keunggulan utama air fryer memang terletak pada minimnya minyak. Julia Zumpano, ahli diet terdaftar, dikutip dari Cleveland Clinic menyatakan, "Air fryer menciptakan tekstur renyah yang Anda cari, tanpa minyak sama sekali." Karena itu, alat ini cocok untuk resep air fryer minim minyak untuk diet maupun cara masak ayam tanpa minyak tetap crispy.

Dibandingkan oven, air fryer memang lebih mudah menghasilkan makanan renyah dengan sedikit minyak. Rhiannon Lambert, ahli gizi terdaftar sekaligus penulis The Science of Nutrition, dikutip dari Fit and Well mengatakan, "Air fryer memakai minyak jauh lebih sedikit dibanding menggoreng dalam atau memakai oven biasa."

Namun, dari sisi keamanan pangan ceritanya bisa berbeda. Mengacu pada riset yang terbit di jurnal Frontiers in Nutrition, kadar akrilamida tertinggi justru ditemukan pada kentang yang dimasak dengan air fryer, dan Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) melaporkan air fryer dapat menghasilkan akrilamida 30 hingga 40 persen lebih banyak dibanding penggorengan minyak konvensional. Akrilamida adalah senyawa yang terbentuk saat makanan berkarbohidrat dimasak pada suhu tinggi.

Sebagaimana disampaikan EUFIC, masih ada perdebatan apakah air fryer benar-benar lebih baik daripada oven dalam menekan akrilamida, sebab air fryer tetap memakai suhu tinggi dan bisa menciptakan titik panas yang membuat makanan cepat gosong, sementara oven mendistribusikan panas lebih merata. Kuncinya, hindari memasak sampai terlalu kecokelatan pada alat mana pun, termasuk saat membuat resep jamur krispi tanpa minyak yang butuh suhu pas.

Kapan Sebaiknya Memilih Air Fryer atau Oven?

Setelah memahami perbedaannya, pertanyaan berikutnya adalah kapan sebaiknya memakai masing-masing alat. Tidak ada yang mutlak lebih unggul, semuanya bergantung pada jenis dan jumlah masakan yang sering dibuat.

Air fryer sangat andal untuk hidangan renyah, tetapi punya keterbatasan. Matthew Cutolo, koki di Gargiulos, Brooklyn, dikutip dari Today menuturkan, "Air fryer luar biasa untuk tekstur, tetapi bukan pengganti memasak lambat." Masakan berkuah atau yang perlu waktu lama untuk mengembangkan rasa tetap lebih cocok di oven.

Pilih air fryer jika Anda:

  • memasak untuk 1 sampai 3 orang;
  • gemar camilan renyah seperti nugget, kentang, atau ayam krispi;
  • ingin proses cepat tanpa pemanasan awal yang lama;
  • sering menghangatkan ulang makanan agar teksturnya kembali garing.

Pilih oven jika Anda:

  • rutin membuat kue, roti, atau pastry;
  • memasak untuk keluarga besar atau beberapa loyang sekaligus;
  • butuh panas stabil dalam waktu lama untuk daging panggang berukuran besar.

Untuk inspirasi, Anda bisa mencoba resep ayam bakar air fryer atau memanfaatkannya untuk meal prep hemat dengan air fryer. Penggemar kue pun bisa membandingkan hasilnya lewat tips panggang kue dengan air fryer sebagai alternatif saat oven sedang dipakai.

Tips Memilih Air Fryer atau Oven untuk Rumah

Sebelum membeli, pertimbangkan beberapa hal berikut agar alat yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan dan tidak mubazir.

  1. Kapasitas: Sesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Air fryer 2 sampai 6 liter cukup untuk porsi kecil, sedangkan oven belasan hingga puluhan liter lebih pas untuk porsi besar.
  2. Daya Listrik: Perhatikan watt agar aman untuk daya rumah. Bagi hunian dengan listrik terbatas, tersedia banyak air fryer mini low watt yang hemat.
  3. Jenis Masakan: Jika sering membuat camilan renyah, air fryer lebih tepat. Jika hobi baking, ada baiknya melirik oven listrik terbaik untuk baking harian.
  4. Fitur Tambahan: Cek ketersediaan timer, preset menu otomatis, fungsi rotisserie, hingga mode konveksi untuk hasil lebih merata.
  5. Ukuran Dapur: Air fryer lebih ringkas dan mudah ditempatkan di dapur kecil atau apartemen.
  6. Kemudahan Perawatan: Pilih model dengan komponen yang mudah dilepas dan dibersihkan agar alat lebih awet.

Jika masih ragu antara beberapa alat, tidak ada salahnya menimbang microwave watt kecil untuk kebutuhan menghangatkan, atau membandingkan pilihan oven listrik terbaik dan hemat untuk momen tertentu.

Pada akhirnya, beda air fryer dan oven bermuara pada kebutuhan dapur Anda: air fryer unggul untuk kecepatan, kerenyahan, dan porsi kecil, sedangkan oven lebih serbaguna untuk kapasitas besar dan aktivitas memanggang. Bila masih bingung membedakan berbagai alat masak, memahami apakah microwave sama dengan oven juga bisa melengkapi pertimbangan Anda.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Air Fryer dan Oven

Apakah air fryer bisa menggantikan oven?

Untuk masakan sederhana seperti menghangatkan, memanggang ayam, atau membuat camilan renyah, air fryer bisa menjadi alternatif oven yang lebih praktis. Namun, untuk membuat kue, roti, atau memasak dalam porsi besar, oven tetap lebih ideal karena kapasitas dan panasnya yang stabil. Bahkan air fryer kini bisa dipakai untuk hal tak terduga seperti masak poached egg dengan air fryer.

Lebih hemat listrik air fryer atau oven?

Untuk porsi kecil dan waktu singkat, air fryer umumnya lebih hemat karena cepat panas dan tidak perlu pemanasan awal yang lama. Sebaliknya, saat memasak dalam jumlah banyak sekaligus, oven bisa lebih efisien per porsi. Bagi rumah dengan daya terbatas, tersedia banyak pilihan air fryer low watt untuk daya 900 VA.

Lebih sehat mana, air fryer atau oven?

Keduanya sama-sama lebih sehat daripada menggoreng dalam minyak berlebih. Air fryer memakai minyak lebih sedikit, tetapi untuk resep yang sama nilai gizi air fryer dan oven relatif setara; yang paling menentukan adalah bahan makanan dan cara mengolahnya. Anda pun bisa bereksperimen dengan resep praktis serba pakai air fryer untuk menu sehari-hari.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6