Ide Kebun Cabai dari Bekas Bak Mandi Plastik Tidak Terpakai, Ini Cara Membuatnya

Temukan ide kebun cabai dari bekas bak mandi plastik tidak terpakai yang bisa jadi solusi cerdas untuk rumah minimalis dan ramah lingkungan.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 10:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ide kebun cabai dari bekas bak mandi plastik tidak terpakai bisa menjadi solusi kreatif berkebun di lahan sempit. Selain menghemat biaya, cara ini juga membantu mengurangi limbah plastik rumah tangga sekaligus menghasilkan kebun cabai yang produktif di rumah.

Pemanfaatan barang bekas untuk berkebun semakin diminati karena mendukung gaya hidup ramah lingkungan dan mandiri pangan. Bak mandi plastik yang berukuran besar dinilai cocok dijadikan wadah tanam cabai karena mampu menampung media tanam lebih banyak.

Artikel Liputan6.com, Rabu (20/5/2026), ini membahas cara mengubah bak mandi plastik bekas menjadi kebun cabai yang subur. Mulai dari persiapan wadah, pembuatan media tanam, hingga perawatan tanaman agar cabai tumbuh sehat dan menghasilkan panen melimpah.

Bahan dan Alat untuk Membuat Kebun Cabai dari Bak Mandi Plastik Bekas

Sebelum mulai membuat kebun cabai, ada beberapa bahan dan alat yang perlu dipersiapkan agar proses penanaman lebih mudah dan hasil tanaman bisa tumbuh optimal.

Bahan yang Dibutuhkan:

  • Bak mandi plastik bekas
  • Bibit cabai sehat
  • Tanah subur
  • Kompos atau pupuk kandang
  • Sekam bakar
  • Sekam mentah (opsional)
  • Kerikil kecil atau drainage cell
  • Air untuk penyiraman
  • Pupuk organik cair (opsional)

Alat yang Perlu Disiapkan:

  • Bor atau paku panas untuk membuat lubang drainase
  • Sekop kecil atau cetok taman
  • Ember atau wadah campuran media tanam
  • Sarung tangan berkebun
  • Gunting tanaman
  • Gayung atau alat penyiram tanaman

Cara Membuat Kebun Cabai dari Bak Mandi Plastik Bekas

Memanfaatkan bak mandi plastik bekas sebagai kebun cabai bisa menjadi solusi kreatif untuk berkebun di lahan sempit. Selain mengurangi limbah rumah tangga, wadah berukuran besar ini juga sangat cocok digunakan untuk menanam cabai karena mampu menampung media tanam lebih banyak dan mendukung pertumbuhan akar secara optimal.

Tanaman cabai sendiri dapat tumbuh hingga sekitar 1 meter, sehingga membutuhkan wadah yang cukup luas agar pertumbuhannya maksimal. Dengan persiapan yang tepat, bak mandi plastik bekas dapat diubah menjadi kebun cabai yang subur dan produktif.

1. Bersihkan Bak Mandi Plastik Bekas

Langkah pertama adalah membersihkan bak mandi plastik dari kotoran, lumut, atau sisa sabun yang menempel. Cuci menggunakan air dan sabun hingga benar-benar bersih agar tidak ada bakteri atau zat yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

Jika memungkinkan, gunakan bak mandi plastik yang aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Hal ini penting agar media tanam tetap sehat dan tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik.

2. Buat Lubang Drainase

Drainase menjadi bagian paling penting dalam menanam cabai menggunakan wadah bekas. Lubangi bagian bawah bak mandi menggunakan bor atau paku panas agar air tidak menggenang di dalam wadah.

Pastikan ukuran lubang tidak terlalu besar supaya media tanam tidak mudah keluar atau cepat kering. Untuk membantu aliran air lebih lancar, tambahkan lapisan kerikil atau drainage cell di dasar bak mandi sebelum diisi tanah.

3. Siapkan Media Tanam yang Subur

Cabai membutuhkan media tanam yang gembur dan kaya nutrisi. Campuran yang umum digunakan terdiri dari tanah, kompos, sekam mentah, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1:1.

Media tanam yang baik mampu menjaga kelembaban sekaligus membantu akar menyerap nutrisi secara maksimal. Tekstur yang gembur juga membuat tanaman lebih mudah tumbuh dan berkembang.

4. Pilih Bibit Cabai yang Sehat

Gunakan bibit cabai yang memiliki batang kokoh, daun segar, dan tidak layu. Bibit biasanya siap dipindahkan setelah berumur sekitar 3–4 minggu sejak proses penyemaian.

Pilih bibit yang tumbuh sehat agar peluang berhasil panen lebih tinggi dan tanaman lebih tahan terhadap serangan hama maupun penyakit.

5. Proses Penanaman Cabai

Masukkan media tanam ke dalam bak mandi plastik hingga hampir penuh. Setelah itu, pindahkan bibit cabai beserta media semainya secara hati-hati agar akar tidak rusak.

Tanam bibit hingga mendekati daun terbawah, lalu padatkan sedikit tanah di sekitarnya. Buat gundukan kecil di pangkal batang untuk mencegah air mengendap yang dapat memicu akar busuk.

6. Letakkan di Area yang Mendapat Sinar Matahari

Tanaman cabai membutuhkan sinar matahari penuh minimal 6 jam setiap hari. Letakkan bak mandi plastik di halaman, teras, atau area rumah yang terkena cahaya matahari langsung.

Lakukan penyiraman secara rutin setiap pagi atau sore hari agar kelembaban tanah tetap terjaga.

7. Rawat Agar Cabai Cepat Panen

Agar tanaman tumbuh subur dan menghasilkan banyak cabai, tambahkan pupuk organik atau kompos secara berkala. Periksa juga kondisi tanaman dari serangan hama seperti kutu daun atau ulat.

Jika muncul hama, gunakan pestisida alami seperti campuran bawang putih dan air untuk membantu mengendalikan serangan tanpa merusak tanaman.

Perawatan Optimal Tanaman Cabai dalam Bak Mandi Plastik

Penyiraman rutin adalah kunci keberhasilan dalam merawat tanaman cabai, terutama saat musim kemarau atau cuaca panas ekstrem, karena media tanam dalam wadah cenderung lebih cepat kering.

Tanaman cabai membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup, minimal 5 hingga 7 jam setiap hari. Penempatan bak mandi plastik di lokasi yang terkena sinar matahari langsung akan sangat mendukung produktivitas tanaman.

Selain itu, berikan pupuk organik secara berkala untuk mempercepat pertumbuhan bunga dan buah. Pemupukan rutin setiap dua minggu dengan pupuk kandang matang, kompos, pupuk organik cair, atau NPK dosis ringan dapat memastikan cabai berbuah melimpah.

Sebagai contoh, 1 sendok makan NPK 16-16-16 dan 1 sendok makan Karate Plus Boroni dapat dilarutkan dalam 3 liter air dan diberikan per pot. Pemupukan melalui daun dengan Gandasil B juga dapat dilakukan saat bunga mulai muncul.

Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggunakan plastik mulsa, yang secara alami menghambat pertumbuhan gulma karena tidak mendapatkan sinar matahari. Mulsa juga membantu menjaga kelembaban tanah dan melindungi tanaman dari jamur serta bakteri.

Untuk pencegahan hama dan penyakit, pantulan sinar matahari dari mulsa plastik berwarna perak dapat mengurangi kelembaban berlebih di sekitar tanaman. Lakukan pembersihan gulma dan pengendalian hama dengan pestisida (misalnya Regent) serta fungisida (misalnya Torbinol) seminggu sekali, dimulai dari 5 hari setelah tanam.

Cabai mini umumnya memerlukan waktu sekitar 2-3 bulan untuk panen pertama, sementara cabai rawit dapat dipanen setelah 75-80 hari setelah tanam.

Pertanyaan Seputar Ide Kebun Cabai dari Bekas Bak Mandi Plastik

Apakah bak mandi plastik bekas aman digunakan untuk menanam cabai?

Ya, bak mandi plastik bekas dapat digunakan, namun pastikan sudah dibersihkan menyeluruh dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat larut ke dalam tanah.

Bagaimana cara memastikan drainase yang baik pada bak mandi plastik bekas?

Lubangi bagian dasar bak mandi plastik untuk aliran air, dan pertimbangkan penggunaan drainage cell atau lapisan kerikil di dasar untuk meningkatkan drainase.

Apa saja komposisi media tanam yang baik untuk cabai di bak mandi plastik?

Media tanam yang disarankan adalah campuran tanah, kompos, sekam mentah, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1:1.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen cabai dari bak mandi plastik?

Cabai mini memerlukan sekitar 2-3 bulan untuk panen pertama, sedangkan cabai rawit dapat dipanen setelah 75-80 hari setelah tanam.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6