Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat rambatan pare dari bambu bekas dan rafia dapat menjadi solusi sederhana bagi pekarangan rumah yang ingin dimanfaatkan untuk menanam sayuran secara hemat biaya. Dengan bahan yang mudah ditemukan, rambatan tetap bisa kokoh dan fungsional untuk menopang pertumbuhan tanaman pare.
Penggunaan bambu bekas sebagai penyangga membantu menciptakan struktur yang kuat sekaligus ramah lingkungan. Selain itu, penerapan cara membuat rambatan pare dari bambu bekas dan rafia juga membuat tanaman lebih rapi, mudah dirawat, dan mendapatkan sirkulasi udara yang lebih baik.
Agar hasilnya maksimal, ikatan rafia perlu dipasang dengan kuat dan posisi bambu diatur seimbang supaya mampu menopang batang tanaman saat mulai berbuah. Dengan penataan yang tepat, cara membuat rambatan pare dari bambu bekas dan rafia bisa menjadi pilihan praktis untuk kebun rumah sederhana.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara membuat rambatan pare dari bambu bekas dan rafia, Jumat (15/5/2026).
1. Pahami Fungsi Rambatan Pare
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5769861/original/055771900_1778672944-unnamed__28_.jpg)
Tanaman pare termasuk jenis tanaman merambat yang membutuhkan penopang agar dapat tumbuh dengan baik. Rambatan membantu tanaman tumbuh ke atas sehingga tidak menjalar di tanah. Selain membuat kebun lebih rapi, cara ini juga membantu buah pare tetap bersih dan lebih mudah dipanen.
Rambatan juga berfungsi mengurangi risiko buah busuk akibat terkena tanah lembap. Dengan posisi tanaman yang lebih terbuka, sinar matahari dan sirkulasi udara dapat masuk lebih merata sehingga pertumbuhan pare menjadi lebih optimal.
2. Siapkan Bambu Bekas sebagai Penyangga
Bambu bekas dapat dimanfaatkan sebagai rangka utama rambatan karena kuat, tahan cuaca, dan mudah ditemukan. Pilih bambu yang masih kokoh agar mampu menopang tanaman pare saat mulai lebat dan berbuah.
Gunakan beberapa batang bambu sebagai tiang utama, lalu tancapkan ke tanah dengan posisi yang stabil. Ukuran rambatan bisa disesuaikan dengan luas lahan atau jumlah tanaman pare yang ditanam.
3. Gunakan Tali Rafia untuk Pengikat
Tali rafia digunakan untuk mengikat susunan bambu sekaligus menjadi jalur rambatan tanaman. Pilih rafia berwarna cerah seperti hijau, kuning, atau biru karena umumnya lebih tahan terhadap panas matahari dibanding warna gelap.
Ikat tali secara menyilang atau membentuk kotak-kotak agar tanaman pare lebih mudah merambat. Pastikan ikatan cukup kuat supaya tidak mudah lepas saat terkena angin atau beban buah.
Advertisement
4. Susun Rambatan dengan Posisi Seimbang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5933882/original/023721000_1778831376-pare_3.jpg)
Susunan bambu sebaiknya dibuat rapi dan seimbang agar rambatan tetap kokoh. Anda bisa membuat bentuk segitiga, melengkung, atau seperti atap sederhana sesuai kebutuhan.
Jarak antar bambu juga perlu diperhatikan agar tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup. Struktur yang stabil membantu rambatan bertahan lebih lama dan tidak mudah roboh.
5. Letakkan di Area yang Mendapat Sinar Matahari
Rambatan pare sebaiknya ditempatkan di area terbuka yang mendapatkan cahaya matahari cukup. Sinar matahari sangat penting untuk mendukung pertumbuhan daun, bunga, dan buah pare agar lebih maksimal.
Selain itu, area yang terang juga membantu mengurangi kelembapan berlebih yang dapat memicu jamur atau penyakit pada tanaman.
6. Lakukan Perawatan Rambatan Secara Berkala
Periksa kondisi bambu dan tali rafia secara rutin untuk memastikan rambatan tetap kuat. Jika ada ikatan yang longgar atau bambu mulai lapuk, segera perbaiki agar tanaman tetap aman saat tumbuh semakin besar.
Perawatan sederhana seperti membersihkan gulma dan merapikan batang tanaman juga membantu rambatan tetap rapi, nyaman dipandang, dan tahan digunakan dalam waktu lebih lama.
Metode Pembuatan Rambatan Pare
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5933883/original/012269000_1778831377-pare_2.jpg)
1. Metode Tiang Tunggal dengan Tali Rafia
Metode ini termasuk cara paling sederhana dan mudah diterapkan untuk pekarangan rumah. Caranya, tancapkan bambu secara vertikal di dekat tanaman pare dengan kedalaman sekitar 20–30 cm agar lebih kokoh dan tidak mudah roboh.
Setelah bambu terpasang, ikat tali rafia dari bagian atas bambu hingga ke bawah dekat pangkal tanaman. Buat beberapa jalur tali sejajar agar sulur pare mudah merambat. Jika tanaman mulai lebat, tambahkan tali horizontal sebagai penopang tambahan supaya rambatan tetap kuat saat menahan buah.
2. Metode Para-para atau Pergola
Metode para-para cocok untuk tanaman pare yang tumbuh banyak dan lebat. Struktur ini dibuat menggunakan bambu sebagai tiang utama dan palang atas sehingga membentuk rangka seperti pergola sederhana.
Jarak antar tiang biasanya sekitar 2,5–3 meter agar tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup. Setelah rangka selesai, bentangkan tali rafia di bagian atas dan samping hingga membentuk jaring-jaring rambatan.
Agar lebih kuat, tali bisa dipasang secara zigzag dengan jarak tertentu. Metode ini membuat tanaman lebih rapi, kuat menopang buah, dan memudahkan proses panen.
3. Metode Jaring Rafia
Pada metode ini, bambu digunakan sebagai kerangka utama, sementara tali rafia dibentuk menjadi jaring sebagai media rambat tanaman. Pola jaring biasanya dibuat kotak-kotak dengan ukuran sekitar 15–20 cm agar sulur pare mudah menempel.
Jaring harus dipasang dengan ikatan yang kuat supaya tidak kendur saat tanaman mulai besar. Selain membantu tanaman tumbuh rapi, metode ini juga membuat cahaya matahari dan sirkulasi udara masuk lebih merata ke seluruh bagian tanaman.
4. Kombinasi Bambu dan Benang Obras
Untuk menghemat penggunaan bambu, Anda bisa mengombinasikannya dengan tali plastik atau benang obras. Bambu cukup digunakan sebagai tiang utama, sedangkan benang dipasang zigzag sebagai jalur rambatan tanaman.
Metode ini lebih hemat biaya namun tetap efektif menopang pertumbuhan pare. Selain itu, pemasangannya juga cukup praktis dan cocok digunakan pada lahan sempit di pekarangan rumah.
Pertanyaan Umum Seputar Cara Membuat Rambatan PareÂ
Mengapa tanaman pare membutuhkan rambatan?
Tanaman pare adalah jenis tanaman merambat yang memerlukan penopang agar tumbuh optimal, menjaga buah tetap bersih, mengurangi risiko busuk, dan memaksimalkan paparan sinar matahari untuk produksi buah yang maksimal.
Bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat rambatan pare dari bambu bekas dan rafia?
Bahan utama yang dibutuhkan adalah bambu bekas sebagai tiang penyangga dan rangka, serta tali rafia (tali plastik) untuk mengikat dan sebagai jalur rambatan. Benang obras bisa menjadi alternatif opsional, dilengkapi dengan gunting, palu, dan meteran sebagai alat bantu.
Bagaimana cara membuat rambatan pare dengan metode tiang tunggal?
Tancapkan bambu bekas secara vertikal di dekat tanaman pare dengan kedalaman minimal 20-30 cm. Kemudian, ikat tali rafia dari bagian atas tiang ke bagian bawah kerangka atau pangkal tanaman, ulangi untuk membentuk jalur sejajar, dan tambahkan tali horizontal jika perlu. Pastikan ikatan kencang.
Apa keuntungan menggunakan tali rafia untuk rambatan pare?
Tali rafia mudah didapat, murah, dan cukup kuat untuk menopang tanaman pare. Disarankan menggunakan tali rafia berwarna cerah (hijau, kuning, biru) karena lebih tahan lama dibandingkan warna gelap yang mudah lapuk.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5933881/original/052175600_1778831374-pare_rafia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262037/original/099209100_1781768223-desain_pagar_besi_dengan_jalur_khusus_untuk_tanaman_merambat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261828/original/005353400_1781760067-HL_bunga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261682/original/028246500_1781753679-5103552759284206577.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5926326/original/000132000_1778824103-Gemini_Generated_Image_o8sb86o8sb86o8sb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258905/original/083297900_1781422607-YUHU_O.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8130476/original/088667700_1780982218-alamanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549010/original/094739800_1775559171-Ide_Teras_dengan_Pagar_Tanaman_Sirih_Gading_Rambat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8130483/original/057235500_1780982220-Pagar_Roster_dengan_Tanaman_Alamanda.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256581/original/044411300_1781161938-anggur2.jpeg)