Makna Lampion Imlek, Sejarah Panjang, dan Fungsinya Selain Dekorasi

Temukan sejarah dan makna lampion Imlek dalam mendatangkan energi positif bagi rumah Anda melalui prinsip Feng Shui.

Diterbitkan 15 Februari 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Makna lampion Imlek menjadi simbol kebudayaan yang sangat melekat setiap kali pergantian tahun dalam kalender lunar tiba di seluruh dunia. Kehadiran benda ikonik berwarna merah ini tidak hanya sekadar dekorasi musiman, melainkan wujud fisik dari doa dan harapan masyarakat akan hari esok yang lebih cerah.

Melansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lampion merepresentasikan keberuntungan serta menjadi identitas kuat bagi komunitas Tionghoa dalam menjaga warisan leluhur secara turun-temurun.

Pendaran cahaya dari dalam lampion melambangkan semangat yang tidak pernah padam dalam menghadapi tantangan hidup di masa mendatang. Penggunaannya yang masif di area publik maupun rumah tinggal menciptakan suasana hangat yang mempererat tali persaudaraan antarwarga tanpa memandang latar belakang.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Senin (9/2/2026).

Makna Lampion Imlek dan Aturan Pemasangan

Makna lampion Imlek secara garis besar merupakan simbol pengusir kegelapan dan lambang harapan bagi kehidupan yang lebih baik. Warna merah yang dominan pada lampion melambangkan energi, kebahagiaan, serta keberuntungan yang dipercaya dapat menangkal nasib buruk atau energi negatif yang mungkin masuk ke dalam rumah.

Melansir dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, cahaya terang di dalamnya merepresentasikan kejayaan dan masa depan yang penuh dengan optimisme bagi seluruh anggota keluarga yang merayakannya.

Aturan pemasangan lampion yang benar sangat menekankan pada aspek keseimbangan dan harmoni agar nilai filosofisnya tetap terjaga. Lampion harus dipasang secara berpasangan, yakni satu di sisi kiri dan satu di sisi kanan pintu masuk utama, untuk melambangkan keselarasan hidup.

Menurut tradisi yang didokumentasikan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan, sangat tidak disarankan memasang lampion dalam jumlah ganjil karena dianggap dapat merusak keseimbangan energi dan kurang estetik secara pandangan budaya tradisional.

Penempatan ketinggian lampion juga perlu diperhatikan agar tidak menghalangi akses jalan namun tetap terlihat menonjol sebagai penyambut tamu. Pemasangan lampion biasanya dimulai sejak beberapa hari sebelum malam tahun baru dan dibiarkan menyala hingga perayaan Cap Go Meh berakhir.

Makna Lampion Imlek menurut Feng Shui

Dalam ilmu Feng Shui, keberadaan lampion merah memiliki peran penting untuk mengaktifkan aliran energi positif atau Qi di dalam lingkungan hunian. Cahaya hangat yang dipancarkan oleh lampion berfungsi untuk menerangi sudut-sudut mati yang stagnan sehingga keberuntungan dapat bergerak masuk dengan lebih lancar.

Melansir dari catatan Lembaga Budaya Tionghoa, penggunaan lampion di area pintu utama dianggap sebagai magnet kemakmuran yang dapat mengundang peluang bisnis dan keharmonisan rumah tangga.

Bentuk bulat pada lampion melambangkan keutuhan keluarga dan persatuan yang tidak terputus, selaras dengan prinsip-prinsip keseimbangan elemen alam. Selain itu, makna lampion Imlek dalam konteks ini juga berkaitan erat dengan elemen api yang sanggup memberikan dorongan semangat dan gairah hidup bagi penghuni rumah.

Berdasarkan riset Himpunan Peneliti Arsitektur Tradisional, material lampion yang berkualitas seperti kain sutra sangat disarankan untuk memastikan energi yang terpancar bersifat lembut namun berwibawa.

Peletakan lampion di sektor selatan rumah dipercaya dapat meningkatkan reputasi dan nama baik pemiliknya di lingkungan sosial maupun profesional. Pemilihan warna merah cerah dengan aksen emas juga berfungsi untuk menguatkan simbol kemewahan dan harta benda yang berlimpah.

Fungsi Lampion Imlek

Pemasangan lampion di berbagai sudut ruangan memiliki tujuan fungsional dan spiritual tertentu yang telah diwariskan secara turun-temurun. Melansir dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), lampion telah berevolusi dari sekadar alat penerangan kuno menjadi media komunikasi budaya yang kompleks. Berikut adalah fungsi utama dari penggunaan lampion selama masa perayaan Imlek:

1. Simbol Penolak Bala

Lampion merah berfungsi sebagai pelindung rumah untuk mengusir makhluk jahat dan energi negatif yang ingin mengganggu ketenangan keluarga. Warna merahnya dipercaya sebagai senjata spiritual paling efektif melawan kesialan.

2. Media Pengungkapan Doa

Banyak lampion yang dituliskan huruf kaligrafi berisi harapan akan kesehatan, panjang umur, dan keharmonisan keluarga. Fungsi ini menjadikan lampion sebagai jembatan permohonan tulus kepada Sang Pencipta.

3. Penerang Jalan Keberuntungan

Cahaya lampion yang diletakkan di luar ruangan berfungsi sebagai penanda agar rezeki tidak tersesat menuju rumah penghuninya. Semakin terang cahaya tersebut, semakin besar harapan akan kemudahan urusan.

4. Alat Edukasi Tradisi

Lampion sering dihiasi dengan gambar legendaris yang mengajarkan nilai moral kepada generasi muda. Melansir dari Pusat Data Nasional, hal ini membantu pelestarian budaya agar tetap hidup di tengah modernisasi.

5. Penanda Kemeriahan Suasana

Fungsi dekoratifnya mampu mengubah suasana lingkungan yang biasa menjadi sangat meriah dan penuh sukacita. Pemandangan lampion massal menciptakan identitas visual perayaan yang sangat kuat.

6. Simbol Persatuan Keluarga

Proses merakit dan memasang lampion bersama anggota keluarga berfungsi sebagai sarana komunikasi yang baik. Kegiatan ini memperkuat ikatan emosional dan rasa saling memiliki di dalam lingkungan rumah.

7. Wadah Teka-Teki Cap Go Meh

Pada puncak perayaan, lampion sering kali ditempeli kertas berisi teka-teki untuk dimainkan bersama masyarakat. Fungsi sosial ini menambah keceriaan dan mengasah kreativitas pikiran para peserta.

8. Magnet Keberuntungan Finansial

Bagi pemilik toko, lampion merah adalah simbol untuk menarik pelanggan agar datang berbelanja. Warna merah keemasan identik dengan koin emas yang melambangkan kemajuan ekonomi usaha.

9. Penghormatan kepada Leluhur

Penyalaan lampion juga dimaksudkan sebagai tanda hormat dan pengingat akan jasa para leluhur. Cahayanya melambangkan bakti yang terus mengalir dari keturunan kepada orang tua yang telah mendahului.

10. Simbol Kemenangan Harapan

Fungsi terakhirnya adalah sebagai pengingat bahwa setelah kegelapan malam, akan selalu ada cahaya terang yang menyambut. Pemasangan ini menegaskan makna lampion Imlek sebagai simbol optimisme abadi.

Sejarah Lampion dalam Perayaan Imlek

Asal-usul lampion dapat ditelusuri kembali ke zaman Dinasti Han (206 SM – 220 M) di Tiongkok kuno, di mana awalnya benda ini hanyalah alat penerangan sederhana dari bambu.

Melansir dari arsip Museum Nasional Indonesia, penggunaannya mulai menjadi bagian ritual keagamaan ketika para biksu menyalakan lampion untuk menghormati Sang Buddha. Tradisi ini kemudian menarik perhatian kaisar yang memerintahkan seluruh istana untuk melakukan hal serupa hingga menjadi kebiasaan rakyat.

Seiring berjalannya waktu, lampion menjadi lambang status sosial bagi kalangan bangsawan karena kerumitan desainnya yang kian berkembang. Di masa lampau, ukuran dan keindahan ukiran pada lampion menunjukkan tingkat kemakmuran sebuah keluarga di lingkungan tempat tinggalnya.

Pada zaman modern, material pembuatan lampion telah berkembang pesat dengan penggunaan plastik dan lampu LED yang praktis namun tetap mempertahankan bentuk aslinya. Meskipun teknologi berubah, esensi spiritual dan filosofis lampion sebagai penerang jalan kehidupan tetap tidak tergantikan.

FAQ

Apa makna lampion Imlek yang paling mendasar?

Maknanya adalah simbol keberuntungan, pengusir energi negatif, dan harapan baru untuk masa depan yang cerah.

Berapa jumlah lampion yang benar untuk dipasang di rumah?

Disarankan dipasang secara berpasangan (jumlah genap) untuk melambangkan keseimbangan dan keharmonisan hidup.

Mengapa lampion harus selalu berwarna merah?

Merah adalah warna api yang melambangkan kegembiraan dan dipercaya paling ampuh untuk menangkal nasib buruk.

Kapan waktu yang tepat untuk menurunkan lampion Imlek?

Lampion biasanya diturunkan setelah perayaan Cap Go Meh, yaitu hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek.

Apakah lampion boleh dipasang di dalam kamar tidur?

Sebaiknya tidak, lampion lebih cocok dipasang di area luar rumah atau ruang tamu untuk menyambut energi keberuntungan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6