6 Strategi Jualan Sarapan Serba Rp10 Ribu, Menjaga Pelanggan Tetap Setia

Strategi penjualan agar pelanggan tetap datang setiap hari.

Diterbitkan 28 Januari 2026, 17:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam menjalankan bisnis makanan, strategi penjualan menjadi hal yang penting. Mulai dari memahami pasar, menentukan jenis makanan, hingga memperhatikan hal-hal kecil seperti lapak berjualan perlu diperhitungkan agar mampu menarik perhatian pembeli.

Malikha pemilik lapak jualan sarapan serba Rp10 ribu di Kauman Yogyakarta membagikan tips sederhana bagi pemula yang ingin memulai berbisnis serupa. Untuk menu bisa disesuaikan sesuai dengan pasar dan keinginan pelanggan masing-masing.

Menu sarapan yang dijual Malikha bukan bertarif mulai dari Rp10 ribu, melainkan seluruh menu dibanderol dengan harga Rp10 ribu. Pilihan menu yang beragam dengan harga yang murah meriah sangat cocok menjadi pilihan sarapan sebelum memulai aktivitas.

Genap enam bulan menjalankan usaha sarapan serba Rp10 ribu pada Februari mendatang, Malikha terus berupaya melakukan inovasi dan perbaikan agar tidak mengecewakan pelanggan setianya.

1. Pilih Menu yang Juga Bisa Dimakan Keluarga

Kepada Liputan6, Malikha mengungkapkan bahwa ia mulai memasak dan menyiapkan dagangan sejak pukul 02.00 WIB. Belum memiliki karyawan, Malikha dibantu oleh sang suami dalam menyiapkan jualan sarapan serba Rp10 ribu setiap harinya.

Dalam menentukan menu makanan untuk sarapan serba Rp10 ribu, Malikha memilih menu yang juga bisa dimakan oleh anak-anaknya. Pasalnya pembeli tak hanya dari kalangan remaja dan orang dewasa, melainkan juga anak-anak.

"Kalau aku sih biasanya mikirnya menu yang aku masak dimakan juga sama anak-anakku. Jadi jangan bikin asal bikin, tapi juga yang kira-kira bisa dimakan buat keluarga kita sendiri," tutur Malikha.

2. Perhatikan Daya Tahan Makanan

Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam bisnis makanan untuk sarapan yang serba Rp10 ribu adalah daya tahan makanannya. Dimasak sejak jam 02.00 WIB pagi, Malikha tentunya harus selektif memilih menu agar tetap enak disantap saat jam sarapan.

"Sebenarnya yang perlu diperhatikan itu daya tahan makanannya. Soalnya ada juga yang membeli untuk makan siang, jadi itu yang harus diantisipasi," ujar Malikha.

"Sama memang nyari menu-menu yang nggak gampang basi. Nggak pakai sayur karena takut (takut basi)," tambahnya.

3. Ganti Menu Agar Pelanggan Tidak Bosan Tiap Beberapa Bulan

Malikha juga rutin mengganti menu setiap beberapa bulan sekali agar pelanggan tidak merasa bosan. Tak hanya itu, ibu tiga anak ini turut mengevaluasi menu mana saja yang perlu ditambah maupun dipertahankan.

"Terus kalau udah berapa bulan harus di-rolling menunya, karena mereka bosen," jelasnya.

4. Evaluasi Penjualan Tiap Pekan

Setiap akhir pekan, Malikha selalu mengevaluasi penjualan, baik dari menu hingga pelayanannya. Malikha ungkap jika akhir pekan ia gunakan untuk scroll media sosial mencari inspirasi baru.

"Tuh sama Minggu nih, kegiatanku adalah kepo-kepo. Kepo-kepo beginian di tempat lain. Ternyata di daerah deket-deket sini udah semakin banyak nih yang jual kayak gini," jelasnya.

5. Fokus Jaga Kualitas Agar Tetap Diminati

Agar tetap diminati pembeli di tengah banyaknya pesaing, salah satu langkah penting adalah menjaga kualitas makanan. Mulai dari porsi, harga, hingga cita rasa harus tetap konsisten. Selain itu, kesesuaian antara produk yang dijual dan yang dipromosikan juga perlu diperhatikan agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga.

"Kalau aku sih fokus jaga kualitas. Jadi kalau misalnya ada barangku yang nggak oke. Misalnya, nggak ngerti nih mbak, udah tiap hari fresh kok ya. Misalnya mac and cheese pake susu dimakan jam 12. Mungkin susunya ada yang bilang kecut. Terus dia komplain besok. Eh langsung kita ganti. Cara kita handle komplainnya gitu," ujar Malikha.

6. Trial Eror Kemasan Makanan

Pemilihan kemasan makanan atau wadah penjualan yang tepat juga berpengaruh terhadap penjualan. Pasalnya, kesalahan dalam memilih kemasan dapat membuat makanan lebih cepat basi dan menurunkan kualitas sajian.

"Ya, sebenarnya wadah kayak gini tuh (bento box) terlalu besar, terus kalau ditumpuk terlalu banyak, dia meleyot. Kalau pakai thinwall, nyampur. Banyak yang maunya terpisah, apalagi buat anak-anak. Apalagi kalau buat siang, takutnya basi. Pernah dicoba pakai thinwall, menurun penjualannya. Mau coba juga pakai rice bowl, kayaknya kelihatan penuh, tapi tetap tercampur juga," ujarnya.

Q & A Seputar Topik

Mengapa strategi harga Rp10 ribu efektif untuk jualan sarapan?

Harga Rp10 ribu tergolong terjangkau untuk semua kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja. Strategi ini membuat pelanggan merasa aman secara budget sehingga lebih mudah membeli secara rutin tanpa berpikir panjang setiap pagi.

Bagaimana cara menjaga kualitas meski harga tetap murah?

Kunci utamanya adalah pemilihan bahan baku yang segar dan pengelolaan stok yang efisien. Membeli bahan dalam jumlah besar dari supplier tetap serta memasak dalam porsi terencana membantu menekan biaya tanpa menurunkan kualitas rasa.

Apa strategi agar pelanggan sarapan mau beli berulang kali?

Pelayanan ramah, rasa yang konsisten, dan waktu buka yang tepat sangat berpengaruh. Memberikan bonus kecil seperti sambal tambahan atau potongan harga setelah pembelian tertentu juga efektif menjaga loyalitas pelanggan.

Bagaimana cara membangun kepercayaan pelanggan dalam jangka panjang?

Menjaga kebersihan, ketepatan porsi, dan kejujuran harga adalah fondasi utama. Jika pelanggan merasa puas dan dihargai, strategi jualan sarapan serba Rp10 ribu akan lebih mudah menjaga pelanggan tetap setia.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6