Kangkung di Ember Bekas, Begini Cara Mudah Menanamnya

Menanam kangkung di ember bekas adalah solusi cerdas berkebun di lahan sempit.

Diterbitkan 01 Januari 2026, 07:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berkebun tidak selalu membutuhkan lahan luas atau peralatan mahal. Metode menanam kangkung di ember bekas menjadi solusi praktis bagi masyarakat perkotaan yang ingin memanfaatkan ruang terbatas sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.

Pemanfaatan wadah sederhana sebagai media tanam kini semakin diminati karena mudah diterapkan. Teknik budidaya kangkung di ember bekas memungkinkan siapa saja menanam sayuran segar di rumah dengan perawatan ringan dan hasil yang cukup melimpah.

Gaya hidup hemat dan ramah lingkungan mendorong banyak orang mencoba cara tanam alternatif. Melalui praktik kangkung di ember bekas, kegiatan berkebun dapat dilakukan secara sederhana, ekonomis, serta mendukung kebutuhan konsumsi harian keluarga. 

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menanam kangkung di ember bekas, Rabu (31/12/2025).

Persiapan Alat dan Bahan untuk Menanam Kangkung

Mengutip buku berjudul Petik Sayuran di Lahan Sempit (2017) oleh Bagus Harianto, beragam wadah bekas dengan ukuran dan bahan yang berbeda bisa dimanfaatkan sebagai media tanam vertikultur. Contohnya antara lain gelas plastik, botol plastik, ember, wadah kemasan es krim, hingga kaleng bekas susu atau biskuit.

Sebelum digunakan, bagian bawah wadah perlu dilubangi terlebih dahulu sebagai saluran pembuangan air. Wadah-wadah bekas tersebut dapat diterapkan pada berbagai jenis vertikultur, seperti vertikultur tempel, vertikultur gantung, maupun vertikultur tegak.

Berikut ini alat dan bahan untuk menanam kangkung:

Alat

  1. Ember plastik bekas berukuran sedang hingga besar dengan kapasitas sekitar 5 kg atau 12–20 liter sebagai wadah utama penampung air dan nutrisi.
  2. Wadah kecil berlubang seperti net pot, baki, atau bakul nasi plastik berlubang yang diletakkan di atas ember sebagai tempat media tanam.
  3. Sprayer atau alat semprot air untuk menjaga kelembapan benih dan media tanam pada tahap awal pertumbuhan.
  4. Gunting tajam yang digunakan saat proses panen agar batang kangkung terpotong rapi dan tidak merusak tanaman.
  5. Alat ukur pH dan TDS (opsional) untuk membantu memantau kualitas air serta larutan nutrisi.

Bahan

  1. Media tanam ringan dan mampu menyimpan kelembapan, seperti arang sekam, rockwool, cocopeat, arang batok kelapa, atau kerikil.
  2. Benih kangkung berkualitas baik agar pertumbuhan tanaman lebih sehat dan hasil panen maksimal.
  3. Nutrisi hidroponik, seperti AB Mix, yang berfungsi menyediakan unsur hara lengkap bagi tanaman kangkung.
  4. Air bersih yang digunakan untuk melarutkan nutrisi hidroponik serta merendam benih sebelum proses tanam.

Langkah Mudah Menanam Kangkung di Ember Bekas

Berikut ini langkah menanam kangkung di ember bekas:

1. Bersihkan ember bekas, lalu isi air sekitar 4 liter untuk ember ukuran 5 kg.

2. Letakkan wadah kecil berlubang di atas ember, pastikan air menyentuh bagian bawah wadah agar media tetap lembap.

3. Rendam benih kangkung selama ±24 jam (boleh air hangat) dan buang benih yang mengapung.

4. Masukkan media tanam seperti arang sekam, rockwool, atau cocopeat ke dalam wadah, lalu ratakan tanpa merendam seluruh media.

5. Taburkan benih secara merata di atas media tanam yang lembap dan semprot tipis menggunakan sprayer.

6. Diamkan semalaman hingga benih berkecambah, lalu tempatkan ember di area yang terkena sinar matahari 4–6 jam per hari.

7. Setelah tanaman berumur sekitar 8 hari atau muncul daun ketiga, ganti air dengan larutan nutrisi AB Mix sesuai takaran.

8. Pastikan nutrisi menyentuh akar tanaman, tingkatkan konsentrasi secara bertahap hingga 1300–1400 ppm, dan jaga pH di kisaran 5,5–6,5.

9. Lakukan perawatan rutin dengan mengecek ketinggian air, menjaga kebersihan wadah, mengendalikan hama secara alami, memutar posisi ember, serta menghindari peletakan ember di lantai yang panas.

Tips Perawatan Optimal Kangkung

Mengutip buku berjudul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Untuk SD/MI Kelas V (2023) oleh Murwani Dewi Wijayanti, Armi, perawatan kangkung hidroponik dapat dilakukan dengan menempatkan tanaman di area yang terkena aliran angin agar kebutuhan oksigennya tercukupi.

Selain itu, sediakan nutrisi berupa pupuk cair, baik yang berbahan kimia maupun alami. Tanaman juga perlu diberi ruang agar mendapatkan sinar matahari yang cukup sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung dengan optimal.

Berikut ini tips perawatan kangkung secara optimal:

1. Lakukan perawatan secara rutin agar kangkung tumbuh subur dan mampu menghasilkan panen yang melimpah.

2. Jika menggunakan media tanah, siram tanaman kangkung dua kali sehari, terutama pada musim kemarau, untuk menjaga kelembapan tanah.

3. Pada sistem hidroponik, ganti larutan nutrisi di dalam ember setiap 1–2 minggu atau sekitar 8 hari sekali agar kebutuhan unsur hara tanaman tetap tercukupi.

4. Periksa ketinggian air atau larutan nutrisi secara berkala, lalu tambahkan jika volumenya berkurang karena diserap oleh tanaman.

5. Jaga kebersihan ember, wadah tanam, dan larutan nutrisi untuk mencegah timbulnya penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan kangkung.

6. Meskipun kangkung relatif tahan terhadap hama, lakukan pengendalian alami jika muncul ulat atau kutu daun dengan menyemprotkan larutan bawang putih.

7. Putar posisi ember setiap tiga hari agar seluruh bagian tanaman mendapatkan paparan sinar matahari secara merata.

8. Hindari meletakkan ember langsung di atas lantai yang panas karena suhu berlebih dapat mengganggu pertumbuhan akar dan memperlambat perkembangan tanaman.

Panduan Panen Kangkung

Mengutip buku berjudul Panen Sayuran Hidroponik Setiap Hari (2015) oleh Untung Prasetio, cara panen kangkung yang paling sering dilakukan adalah dengan mencabut tanaman secara langsung hingga ke bagian akar.

Tujuannya agar kesegaran kangkung hasil panen tetap terjaga. Selain cara tersebut, sebagian petani hidroponik memilih memanen kangkung dengan memotong bagian bawah batangnya.

Metode panen ini kurang sesuai jika diterapkan pada skala usaha karena tanaman cenderung lebih cepat layu. Namun, cara tersebut cukup tepat untuk kebutuhan rumah tangga.

Kangkung yang dipanen dalam kondisi segar dan langsung diolah untuk dikonsumsi akan menghasilkan rasa yang lebih nikmat.

Berikut ini panduan panen kangkung:

1. Kangkung memiliki masa panen yang relatif cepat, yaitu sekitar 20–25 hari setelah tanam, sehingga cocok untuk budidaya skala rumah tangga.

2. Tanaman kangkung siap dipanen ketika daun terlihat lebat, segar, dan tinggi tanaman mencapai kurang lebih 25 cm.

3. Lakukan panen pada waktu yang tepat agar kualitas, tekstur, dan rasa kangkung tetap terjaga dengan baik.

4. Gunakan gunting yang tajam saat memanen untuk menghasilkan potongan yang rapi dan menghindari kerusakan batang.

5. Potong batang kangkung sekitar 5 cm di atas permukaan media tanam dan hindari mencabut hingga ke akar.

6. Metode panen ini memungkinkan tanaman tumbuh kembali sehingga panen dapat dilakukan beberapa kali dari satu kali penanaman, membuat budidaya kangkung menjadi lebih efisien.

Q & A Seputar Topik

Apa yang dimaksud dengan kangkung di ember bekas?

Kangkung di ember bekas adalah metode menanam kangkung menggunakan ember plastik bekas sebagai wadah tanam, baik dengan media tanah maupun sistem hidroponik, sehingga cocok untuk lahan terbatas.

Mengapa menanam kangkung di ember bekas banyak dipilih?

Metode kangkung di ember bekas dipilih karena praktis, hemat biaya, ramah lingkungan, dan dapat dilakukan di rumah tanpa membutuhkan lahan luas.

Berapa lama kangkung di ember bekas bisa dipanen?

Kangkung di ember bekas umumnya sudah dapat dipanen dalam waktu 20–25 hari setelah tanam, tergantung perawatan dan kondisi pertumbuhan.

Apakah kangkung di ember bekas perlu sinar matahari langsung?

Ya, kangkung di ember bekas membutuhkan sinar matahari langsung minimal 4–6 jam per hari agar pertumbuhannya optimal dan daun tumbuh lebat.

Apakah kangkung di ember bekas bisa dipanen berkali-kali?

Bisa. Dengan cara memotong batang sekitar 5 cm di atas media tanam tanpa mencabut akar, kangkung di ember bekas dapat tumbuh kembali dan dipanen beberapa kali.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6