Liputan6.com, Jakarta Hubungan antara manusia dan hewan peliharaan selalu menarik untuk dibahas. Kita tahu bahwa anjing dapat mengenali pemiliknya melalui suara dan wajah, kucing pun mampu membedakan aroma pemiliknya dari orang lain. Namun bagaimana dengan ular? Hewan melata ini sering dianggap dingin dan tidak berperasaan, sehingga banyak orang ragu apakah ular bisa mengenali pemiliknya atau tidak.
Pertanyaan ini memunculkan rasa penasaran bagi para pecinta reptil. Sebagian pemilik ular mengaku bahwa hewan peliharaannya tampak lebih tenang ketika mereka yang memegang, bukan orang lain. Namun benarkah itu bentuk pengenalan, atau sekadar kebiasaan?
Untuk menjawabnya, kita perlu menelusuri dunia indra ular yang unik serta meninjau hasil penelitian dari para ahli biologi dan perilaku hewan. Mari kita bahas lebih dalam tentang apakah ular bisa mengenali pemiliknya? Dirangkum Liputan6.com, Rabu (29/10/2025).
Advertisement
Memahami Indra Ular, Dunia yang Dipandu oleh Aroma dan Getaran
Ular memiliki cara pandang terhadap dunia yang sangat berbeda dari mamalia. Mereka tidak mengandalkan penglihatan atau pendengaran seperti kita. Sebaliknya, ular menggunakan indra penciuman kimiawi dan getaran sebagai alat utama untuk mengenali lingkungannya.
Menurut laman Animal Club (animal-club.co.uk), ular menggunakan lidah bercabangnya untuk “mencicipi” udara. Partikel kimia dari sekitar dibawa ke organ Jacobson (atau organ vomeronasal) di langit-langit mulut untuk dianalisis. Dengan cara ini, ular dapat mengenali aroma khas mangsa, lingkungan, bahkan aroma manusia yang sering berinteraksi dengannya.
Selain itu, ular tidak memiliki telinga luar, tetapi mereka dapat merasakan getaran melalui rahang dan kulitnya. Ini membantu mereka mengetahui keberadaan makhluk lain di sekitarnya. Jadi, meskipun ular tidak bisa mengenali wajah atau suara pemiliknya seperti anjing, ia mampu mengenali aroma tubuh dan pola getaran langkah seseorang yang akrab dengannya.
Apakah Ular Memiliki Kemampuan Mengenali Pemiliknya?
Pertanyaan “apakah ular bisa mengenali pemiliknya?” memang rumit, karena menyangkut perbedaan besar antara cara berpikir reptil dan mamalia. Ular memiliki otak yang lebih sederhana dan tidak memiliki neocortex,bagian otak yang berperan dalam emosi kompleks dan memori sosial seperti pada mamalia.
Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ular mampu membedakan aroma manusia yang dikenalnya dari orang asing. Dalam studi yang dikutip oleh Animal Club, ular peliharaan yang sering ditangani pemiliknya akan mengenali aroma tersebut sebagai stimulus positif, bukan ancaman. Artinya, ular bisa “mengetahui” siapa yang sering berinteraksi dengannya melalui proses pembiasaan dan asosiasi.
Pemilik ular juga sering melaporkan perilaku berbeda ketika ular mereka dipegang oleh orang asing. Ular mungkin menjadi lebih tegang, menggulung defensif, atau menolak makan ketika dipegang oleh orang yang tidak familiar. Sebaliknya, mereka lebih tenang dan aktif ketika berada di tangan pemilik yang biasa merawatnya.
Meskipun bukti ilmiah masih terbatas, pengalaman empiris dan penelitian perilaku reptil mendukung gagasan bahwa ular dapat mengenali aroma individu tertentu.
Advertisement
Penelitian Ilmiah: Bukti dari Dunia Reptil
Penelitian yang lebih mendalam tentang kemampuan kognitif ular datang dari berbagai studi perilaku reptil. Salah satu yang menarik adalah riset yang dipublikasikan di jurnal Behaviour dan dilaporkan oleh National Geographic berjudul “Can snakes recognize themselves? A controversial study says yes.”
Dalam penelitian tersebut, Gordon Burghardt dan timnya dari University of Tennessee mengamati ular garter (garter snakes). Mereka menemukan bahwa ular tersebut dapat membedakan aroma kimia tubuhnya sendiri dari aroma ular lain, bahkan dari saudara sekandung yang diberi makanan sama. Ini menunjukkan adanya bentuk pengenalan diri melalui kimia (chemical self-recognition).
Walaupun belum tentu berarti ular memiliki kesadaran diri seperti mamalia besar, hasil ini menunjukkan bahwa ular mampu mengenali perbedaan identitas individu melalui sinyal kimia. Jika ular bisa membedakan dirinya sendiri dari sesama ular, besar kemungkinan ia juga bisa membedakan aroma manusia yang familiar.
Selain itu, studi lain yang dikutip oleh Froglife.org menyebutkan bahwa ular peliharaan, meskipun tidak memiliki emosi seperti cinta atau kasih sayang, bisa membangun rasa percaya terhadap pemiliknya. Ular yang sering dipegang secara lembut cenderung lebih tenang dan “percaya” pada manusia yang biasa merawatnya. Dengan kata lain, ular mungkin tidak mencintai pemiliknya, tapi mereka bisa mengenali dan merasa aman dengan individu tertentu.
Apakah Ular Bisa Merasa Sayang pada Pemiliknya?
Di sinilah batasnya, ular tidak memiliki kemampuan emosional seperti mamalia. Mereka tidak bisa merasakan cinta, rindu, atau kasih sayang. Namun ular bisa terbiasa dengan kehadiran manusia, dan “mengenali” orang tersebut sebagai bagian aman dari lingkungannya.
Hubungan antara ular dan pemiliknya lebih tepat disebut “habituasi”, proses di mana ular terbiasa terhadap stimulus berulang tanpa menunjukkan reaksi negatif. Jadi ketika ular Anda tampak tenang di tangan Anda, itu bukan karena ia mencintai Anda, melainkan karena ia tidak lagi menganggap Anda sebagai ancaman.
Jadi, Apakah Ular Bisa Mengenali Pemiliknya? Jawabannya Ya, ular bisa mengenali pemiliknya, tetapi tidak seperti mamalia.
Ular mengenali manusia berdasarkan aroma dan getaran, bukan wajah atau suara. Mereka dapat membedakan individu yang sering berinteraksi dengan mereka dan menjadi lebih tenang terhadapnya. Namun, ular tidak memiliki kapasitas emosional untuk membentuk ikatan afektif seperti cinta atau rindu.
Yang bisa dibangun antara ular dan pemiliknya adalah rasa aman dan kepercayaan. Dalam dunia reptil, itulah bentuk “hubungan” tertinggi yang bisa dicapai.
Cara Membuat Ular Mengenali dan Nyaman dengan Pemiliknya
Jika Anda ingin ular peliharaan Anda mengenali Anda dan tidak stres, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Pegang secara rutin dan lembut. Sentuhan konsisten membantu ular mengenali aroma dan gerakan Anda.
- Ciptakan rutinitas. Beri makan di waktu dan tempat yang sama agar ular mengasosiasikan aktivitas itu dengan kehadiran Anda.
- Minimalkan stres. Hindari suara keras, gerakan tiba-tiba, atau pencahayaan ekstrem saat berinteraksi.
- Gunakan tangan bersih. Aroma sabun atau makanan bisa membingungkan ular.
- Hormati batasnya. Jika ular bersembunyi atau menunjukkan tanda stres, beri waktu untuk beradaptasi.
FAQ Seputar Ular sebagai Hewan Peliharaan
1. Apakah ular bisa mengenali pemiliknya melalui wajah atau suara?
Tidak. Ular tidak mengenali wajah atau suara manusia. Mereka mengandalkan aroma dan getaran untuk mengenali individu.
2. Apakah ular bisa merasa sayang atau rindu pada pemiliknya?
Tidak dalam arti emosional. Namun ular bisa merasa nyaman dengan orang yang sering merawatnya karena terbiasa dan merasa aman.
3. Mengapa ular tampak lebih tenang dengan pemiliknya?
Karena ular mengenali aroma dan gerakan pemiliknya sebagai stimulus yang aman, bukan ancaman.
4. Apakah semua jenis ular cocok dijadikan peliharaan?
Tidak. Jenis seperti ball python dan corn snake dikenal jinak, sementara jenis seperti green tree python lebih agresif dan kurang cocok untuk pemula.
5. Bagaimana cara agar ular tidak stres saat dipegang?
Lakukan penanganan lembut, hindari suara keras, dan biasakan interaksi secara perlahan serta rutin.
.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5396544/original/010814500_1761739308-pelihara_ular.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260100/original/015804900_1781568479-000_B7869A8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263848/original/006023700_1782021745-000_B7RA6WF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263734/original/051420000_1781976439-063_2282511619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504503/original/041176000_1782425341-063_2283330296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504502/original/063769000_1782425340-000_B8CR3CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263472/original/073317600_1781931669-AP26171138768328-Paraguay_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258126/original/033474700_1781320271-063_2281315144.jpg)