Doa Untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal, Memohon Ampunan Allah SWT

Mendoakan orang tua yang sudah meninggal adalah bakti seorang anak.

Diterbitkan 04 Juli 2025, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kepergian orang tua merupakan momen yang sangat menyayat hati, namun dalam Islam, kasih sayang seorang anak tetap dapat mengalir bahkan setelah orang tua wafat. Salah satu bentuk pengabdian tertinggi adalah dengan senantiasa mengirimkan doa untuk orang tua yang sudah meninggal. Doa ini menjadi bentuk penghormatan dan harapan agar Allah SWT mengampuni segala dosa orang tua, melapangkan alam kuburnya, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Dalam setiap kalimat doa yang terucap, tersimpan cinta tulus yang tak lekang oleh waktu. 

Dalam buku Doa dan Zikir Lengkap Sehari-Hari karya Tim Kaysa Media, dijelaskan bahwa doa untuk orang tua yang telah meninggal termasuk amalan paling utama yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Doa ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan wujud nyata dari bakti seorang anak terhadap orang tua. Bahkan setelah wafat, orang tua masih bisa mendapatkan pahala berkat doa-doa anak yang saleh, yang terus mengalir seperti amal jariyah. Maka, memperbanyak doa dan memohonkan ampunan kepada Allah SWT menjadi bagian dari kewajiban moral dan spiritual anak. 

Hal ini juga sejalan dengan penjelasan dalam buku Doa dan Zikir Mustajab Sepanjang Masa karya Wira Kautsari Wijayanti, Lc., MA, bahwa doa untuk orang tua yang sudah meninggal memiliki pengaruh besar terhadap kondisi orang tua di alam kubur. Selain menjadi bentuk penghormatan terakhir, doa tersebut menjadi bentuk cinta yang kekal. Dengan mendoakan secara ikhlas, seorang anak tak hanya mempererat hubungan batin dengan orang tuanya, tetapi juga memperkuat kedekatan dengan Allah SWT sebagai bentuk amal ibadah yang bernilai tinggi. 

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Jum’at (4/7/2025).  

Bacaan Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal 

Dikutip dari buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu: Amalan-amalan Dahsyat Untuk Orangtua yang Sudah Meninggal karya Muhammad Abdul Hadi, berikut lafal yang bisa digunakan untuk berdoa dan memohonkan ampun dosa-dosa kedua orang tua yang sudah meninggal. Berikut ini bunyinya: 

1. Doa untuk Orang Tua Versi Pendek 

رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً 

Arab latin: Rabbigh firlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa 

Artinya: "Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil." 

2. Doa untuk Orang Tua yang Meninggal 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا 

Arab latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā'i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā'inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu'allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi 'alaynā. 

Artinya: "Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami." 

Selanjutnya, bisa membaca doa berikut ini: 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ. 

Arab latin: Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa 'āfihim, wa'fu 'anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā'ata 'alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh. 

Artinya: "Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa'at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat." 

Terakhir untuk menutup doa untuk orang tua yang sudah meninggal adalah membaca doa sapu jagat, sholawat nabi dan membaca surah al-Fatihah. 

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ ... 

Arab latin: Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil 'izzati 'an mā yashifūna, wa salāmun 'alal mursalīna, wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammadin, wa 'alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil 'alamīn. Al-Fatihah. 

Artinya: "Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. (Lalu bacalah Surat Al-Fatihah)."  

Adab Mendoakan Orang Tua yang Sudah Meninggal 

Dikutip dari buku Ringkasan Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali yang diterjemahkan oleh Abdul Rosyad Siddiq, berikut ini terdapat beberapa adab mendoakan orang tua yang sudah meninggal, yakni: 

1. Memilih Waktu-Waktu yang Mulia dan Diutamakan untuk Berdoa 

Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya memilih waktu-waktu istimewa ketika berdoa, karena saat-saat ini lebih dekat kepada dikabulkannya permohonan. Termasuk waktu antara adzan dan iqamah, sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, hari Jumat, serta ketika turun hujan. Ketika mendoakan orang tua yang sudah meninggal, memilih waktu-waktu ini menunjukkan kesungguhan dan pengharapan besar kepada Allah SWT. 

2. Berada dalam Kondisi Suci 

Kondisi suci dari hadas kecil maupun besar menunjukkan penghormatan kepada Allah dalam berdoa. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa bersuci melalui wudhu akan menjadikan hati lebih tenang, jiwa lebih bersih, dan doa lebih berpotensi diterima. Ketika seseorang mendoakan orang tuanya dalam keadaan suci, itu menjadi bentuk adab lahir dan batin dalam bermunajat. 

3. Menghadap ke Arah Kiblat 

Menghadap kiblat ketika berdoa adalah salah satu bentuk tunduk kepada perintah Allah. Dalam Ihya Ulumuddin, ini disebut sebagai bagian dari kesempurnaan adab dalam berdoa. Menghadap kiblat menunjukkan bahwa kita sadar sedang bermunajat kepada Tuhan yang Maha Kuasa, dan bahwa kita bersungguh-sungguh dalam permintaan kita, termasuk ketika mendoakan kebaikan bagi orang tua yang telah tiada. 

4. Bersuara Santun 

Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa suara dalam doa sebaiknya tidak terlalu keras, juga tidak terlalu pelan, tapi lembut dan santun. Suara yang tenang menunjukkan rasa hormat dan kekhusyukan. Doa yang disampaikan dengan suara santun mengandung kelembutan hati dan penuh kasih sayang, sangat sesuai saat mendoakan orang tua yang telah wafat. 

5. Merendahkan Diri 

Salah satu kunci agar doa dikabulkan adalah merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Dalam Ringkasan Ihya Ulumuddin, disebutkan bahwa doa yang disampaikan dengan perasaan hina sebagai hamba akan lebih mudah diangkat ke langit. Ketika mendoakan orang tua, anak hendaknya merasa kecil dan penuh harap di hadapan Tuhan, memohonkan kasih sayang dan ampunan untuk mereka. 

6. Meyakini Doanya Akan Dikabulkan dengan Perasaan Harap 

Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa doa yang disampaikan dengan keyakinan dan penuh harap lebih kuat dibanding doa yang ragu-ragu. Meyakini bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Pengampun membuat doa menjadi amalan penuh keimanan. Maka ketika mendoakan orang tua yang sudah meninggal, tanamkan keyakinan bahwa Allah akan mengampuni dan merahmati mereka. 

7. Memulai Doa dengan Mengagungkan Nama Allah SWT 

Mengawali doa dengan pujian dan pengagungan terhadap nama-nama Allah adalah adab utama yang disebutkan oleh Al-Ghazali. Hal ini menunjukkan bahwa seorang hamba mengakui kebesaran Tuhannya sebelum mengajukan permohonan. Dalam konteks mendoakan orang tua, mengawali dengan kalimat seperti Alhamdulillah atau Ya Rahman Ya Rahim adalah cara terbaik untuk memuliakan Allah dan membuka doa dengan keberkahan.  

QnA Seputar Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal 

Q: Apakah mendoakan orang tua yang sudah meninggal termasuk amalan yang dianjurkan dalam Islam? 

A: Ya, sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa salah satu amal yang pahalanya terus mengalir setelah seseorang meninggal dunia adalah doa anak yang saleh untuk orang tuanya (HR. Muslim). Ini termasuk bentuk bakti yang tidak terputus meskipun orang tua telah wafat. 

Q: Kapan waktu terbaik untuk mendoakan orang tua yang sudah meninggal? 

A: Waktu yang utama adalah setelah shalat fardhu, sepertiga malam terakhir, hari Jumat, antara adzan dan iqamah, serta saat hujan turun. Waktu-waktu ini disebut dalam banyak hadis sebagai saat yang mustajab untuk berdoa. 

Q: Apa hukumnya jika seseorang jarang mendoakan orang tuanya yang sudah meninggal? 

A: Tidak berdosa, tapi sangat disayangkan. Mendoakan orang tua adalah bentuk bakti yang sangat dianjurkan, dan bisa menjadi penyebab diturunkannya rahmat dan ampunan Allah bagi mereka. Tidak melakukannya berarti kita kehilangan kesempatan beramal shaleh yang pahalanya terus mengalir. 

Q: Bolehkah membaca doa dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah? 

A: Boleh. Doa yang dilakukan dengan hati yang tulus dan bahasa yang dipahami tetap sah dan bisa dikabulkan oleh Allah. Yang terpenting adalah isi dan makna doanya, bukan bahasanya. 

Q: Apakah doa bisa sampai kepada orang tua walaupun mereka sudah lama meninggal? 

A: Ya, bisa. Tidak ada batasan waktu dalam Islam kapan doa akan berhenti sampai kepada mayit. Selama anak mendoakan dengan tulus, insya Allah doa itu akan sampai kepada ruh orang tua, meskipun sudah bertahun-tahun meninggal. 

Q: Apakah selain doa ada amalan lain yang bisa dihadiahkan untuk orang tua yang sudah wafat? 

A: Ada. Beberapa amalan yang bisa dihadiahkan kepada orang tua antara lain: sedekah atas nama mereka, membacakan Al-Qur’an, melaksanakan haji atau umrah badal, menyambung silaturahmi dengan kerabat mereka, dan menyebarkan ilmu yang mereka ajarkan. 

Q: Apakah anak angkat juga bisa mendoakan orang tua angkat yang sudah meninggal? 

A: Ya, boleh. Meskipun tidak memiliki hubungan darah, anak angkat tetap bisa mendoakan orang tua angkatnya. Doa dari siapa pun yang tulus bisa menjadi sebab turunnya rahmat dan ampunan Allah kepada si mayit. 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6