Liputan6.com, Jakarta Sholat jenazah adalah salah satu bentuk penghormatan terakhir bagi seorang Muslim yang telah wafat. Ibadah ini bukan sekadar kewajiban fardhu kifayah, melainkan juga wujud kepedulian dan kasih sayang sesama Muslim terhadap yang meninggal. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami dan mengamalkan doa sholat jenazah dengan benar sesuai tuntunan syariat. Salah satu aspek yang paling krusial adalah bacaan-bacaan doa dari takbir pertama hingga takbir keempat.
Dalam pelaksanaan sholat jenazah, terdapat bacaan-bacaan khusus yang dibaca secara berurutan setelah tiap takbir. Doa-doa ini mencakup bacaan niat, sholawat atas Nabi, permohonan ampunan bagi jenazah, serta doa penutup. Dalam buku Fikih Islam Lengkap karya Drs. H. Moh. Rifai dijelaskan bahwa doa-doa dalam sholat jenazah memiliki kedudukan penting karena berisi permohonan ampun dan kebaikan bagi jenazah di alam kubur. Hal ini menunjukkan bahwa selain tata caranya, isi doa juga sangat dianjurkan dipahami secara utuh agar tidak keliru dalam pengucapan maupun maksudnya.
Lebih lanjut, dalam buku Panduan Shalat Jenazah karya H.A. Abdul Karim ditegaskan bahwa sholat jenazah adalah amalan kolektif umat Islam yang seluruh rangkaiannya merupakan bentuk doa dan permohonan ampun. Hal ini mempertegas bahwa memahami doa sholat jenazah bukan hanya masalah teknis ibadah, tetapi juga bagian dari menunjukkan rasa empati dan tanggung jawab terhadap sesama Muslim yang telah berpulang ke rahmatullah.
Advertisement
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (2/7/2025).
Bacaan Niat Sholat Jenazah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1397662/original/d8ed28ab5a3f7a2c0dfc109ac5a329bf-054942500_1478507915-Anang__2_.jpg)
Niat merupakan salah satu rukun terpenting dalam pelaksanaan sholat jenazah. Niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram (takbir pertama). Berikut adalah beberapa contoh niat sholat jenazah sesuai dengan kondisinya:
1. Niat Sholat Jenazah Sendirian (Untuk Jenazah Laki-laki)
أُصَلِّيْ عَلَى هٰذَا الـمَيِّتِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli 'alâ hâdzal mayyiti fardlan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku niat shalat atas jenazah (laki-laki) ini fardhu karena Allah ta'âlâ."
2. Niat Sholat Jenazah Sendirian (Untuk Jenazah Perempuan)
أُصَلِّي عَلَى هٰذِهِ الـمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli 'alâ hâdzihil mayyitati fardlan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku niat shalat atas jenazah (perempuan) ini fardhu karena Allah ta'âlâ."
3. Niat Sholat Jenazah Berjamaah (Sebagai Makmum)
أُصَلِّيْ عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ مَأْمُومًا فَرْضًا لله تَعَالَى
Ushalli 'alâ man shalla 'alaihil imâmu ma'mûman fardlan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku niat shalat atas jenazah yang dishalati imam fardhu karena Allah ta'âlâ."
Advertisement
Tata Cara dan Doa Sholat Jenazah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4035407/original/072122500_1653645098-Presiden_Jokowi_Bertakziah_ke_Persemayaman_Almarhum_Buya_Syafii_Maarif-Muchlis_Jr-4.jpeg)
Sholat jenazah memiliki tata cara yang berbeda dengan sholat wajib lainnya. Berikut adalah panduan lengkap tata cara dan doa sholat jenazah, yakni:
1. Berdiri Menghadap Kiblat
Sholat jenazah dilakukan dengan berdiri menghadap kiblat. Jenazah diletakkan di depan jamaah, dengan posisi kepala jenazah di sebelah kanan imam (untuk jenazah laki-laki) atau di sebelah kiri imam (untuk jenazah perempuan).
2. Niat dan Takbiratul Ihram
Mulailah dengan niat sholat jenazah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bersamaan dengan mengangkat tangan untuk takbiratul ihram (takbir pertama).
3. Membaca Surat Al-Fatihah
Setelah takbir pertama, bacalah Surat Al-Fatihah dengan suara lirih. Dianjurkan untuk membaca ta'awwudz sebelum membaca Al-Fatihah, namun tidak perlu membaca doa iftitah.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ. الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ. مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙصِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn(a). Ar-raḥmānir-raḥīm(i). Māliki yaumid-dīn(i). Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn(u), Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a), Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim, gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
4. Takbir Kedua dan Membaca Shalawat
Setelah membaca Al-Fatihah, lakukan takbir kedua dengan mengangkat kedua tangan, kemudian bacalah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dianjurkan untuk membaca Shalawat Ibrahimiyah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ
Allāhumma shalli 'alā sayyidinā Muhammadin, wa 'alā āli sayyidinā Muhammadin kama shallaita 'alā Ibrāhīma, wa 'alā āli Ibrāhīma, innaka hamīdun majīdun, wa barīk 'alā sayyidinā Muhammadin, wa 'alā āli sayyidinā Muhammadin kama baarakta 'alā Ibrāhīma, wa 'alā āli Ibrāhīma, fī al-'ālamīn
Artinya: "Ya Allah, berilah shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Nabi Ibrahim AS, dan kepada keluarga Nabi Ibrahim AS. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan berilah keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Engkau telah memberkahi Nabi Ibrahim AS, dan kepada keluarga Nabi Ibrahim AS, di seluruh alam semesta."
5. Takbir Ketiga dan Mendoakan Jenazah
Setelah membaca shalawat, lakukan takbir ketiga dengan mengangkat kedua tangan, kemudian bacalah doa untuk jenazah. Berikut adalah doa sholat jenazah yang bisa dibaca untuk jenazah laki-laki:
اللَّهمَّ اغفرْ لهُ وارحمهُ ، وعافِهِ واعفُ عنهُ ، وأكْرِم نُزَلَهُ ، ووسِّع مُدَخلَهُ ، واغسلْهُ بالماءِ والثَّلجِ والبَردِ ، ونقِّهِ منَ الخطايا كما نقَّيتَ الثَّوبَ الأبيضَ منَ الدَّنسِ ، وأبدِلهُ دارًا خَيرًا مِن دارِهِ ، وأهلًا خَيرًا مِن أهلِهِ ، وزَوجًا خَيرًا مِن زَوجِهِ ، وأدخِلهُ الجنَّةَ ونجِّهِ منَ النَّارِ ـ وأَعِذْهُ مِن عذابِ القبرِ أَوْ مِن عَذَابِ النَّارِ
Allāhummaghfir lahu warhamhu, wa 'āfihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bilmāi wats-tsalji walbaradi, wanaqqihi minal khathāyā kamā yunaqqats tsaubu abyadlu minaddanasi, wa abdilhu dāran khairan min dārihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wazaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa najjihi minan nāri waa'izhu min 'azabil qabri au min 'azabi annār.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, lindungilah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah pintu masuknya, basuhlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari dosa-dosa, sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantikanlah dia dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga dan selamatkanlah dia dari neraka dan siksa kubur."
Untuk jenazah perempuan, ganti semua kata ganti "hu" (dia laki-laki) menjadi "ha" (dia perempuan).
6. Takbir Keempat dan Doa Penutup
Setelah mendoakan jenazah, lakukan takbir keempat dengan mengangkat kedua tangan, kemudian bacalah doa sholat jenazah penutup sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا و لَهُ وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Allahumma lā tahrimnā ajrahu wa lā taftinā ba'dahu wa ighfir lanā wa lahu wa liikhwānina alladzīna sabaqūna bil-īmān wa lā taj'al fi qulūbinā ghillan lilladzīna āmanū rabbanā innaka raūfun rakhīm.
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahalanya dan janganlah Engkau beri kami fitnah setelahnya. Ampunilah kami dan dia, dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam iman. Dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kebencian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih, Maha Penyayang."
7. Salam
Akhiri sholat jenazah dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalāmu'alaikum wa rahmatullāhi wa barakātuh.
Artinya: "Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya terlimpah kepada kalian."
Tempat dan Waktu Sholat Jenazah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1471282/original/d372c5c5f8ad0140c4ba09ad18024680age_2017-01-13_at_1.55.46_PM.jpeg)
Sholat jenazah boleh dilakukan di beberapa tempat, selama tempat tersebut suci dan memungkinkan untuk menunaikan ibadah dengan khusyuk:
1. Di Masjid
Rasulullah SAW sendiri pernah menshalatkan jenazah di dalam masjid. Hal ini dibolehkan asalkan tidak ada najis dan tidak mengganggu jamaah lainnya. Dalam riwayat Muslim, disebutkan:
"Rasulullah SAW menshalatkan jenazah Sahl bin Baiḍa’ di dalam masjid." (HR. Muslim)
2. Di Halaman atau Lapangan Terbuka
Pelaksanaan di lapangan sering digunakan untuk jenazah yang banyak atau dalam kondisi tertentu. Ini juga mencontoh praktik Nabi yang sering melakukan sholat jenazah di lapangan dekat pemakaman.
3. Di Pemakaman (Sebelum Penguburan)
Jika jenazah sudah dibawa ke kuburan dan belum dishalatkan, maka sholat jenazah boleh dilakukan di area pekuburan. Nabi SAW pun pernah menshalatkan jenazah di pemakaman, sebagaimana dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Selain itu, untuk waktu mengerjakan sholat jenazah dapat dilaksanakan kapan saja, tetapi ada waktu-waktu yang makruh (tidak disukai) untuk melakukan sholat, kecuali dalam keadaan darurat. Ulama sepakat bahwa:
1. Boleh dilakukan kapan saja, siang atau malam, selama tidak dalam waktu yang dilarang untuk sholat.
2. Tiga waktu yang dimakruhkan untuk sholat secara umum, termasuk sholat jenazah, kecuali darurat:
- Setelah terbit matahari hingga matahari naik setinggi tombak (+/- 15 menit setelah terbit)
- Ketika matahari tepat di tengah langit (tengah hari) sebelum tergelincir ke barat
- Setelah matahari mulai tenggelam hingga benar-benar terbenam
Hal ini berdasarkan hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
“Janganlah kalian shalat setelah shalat Subuh hingga matahari terbit, dan janganlah kalian shalat setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam.” (HR. Muslim no. 831)
Namun jika dikhawatirkan jenazah membusuk atau waktunya mendesak, maka sholat jenazah tetap boleh dilakukan meskipun di waktu makruh, berdasarkan kebutuhan dan darurat.
Advertisement
QnA Seputar Doa Sholat Jenazah
Q: Apa itu doa sholat jenazah?
A: Doa sholat jenazah adalah serangkaian bacaan yang dibaca setelah takbir dalam sholat jenazah. Doa-doa ini berisi permohonan ampun, rahmat, dan kebaikan bagi orang yang telah meninggal dunia.
Q: Berapa jumlah takbir dalam sholat jenazah dan apa saja bacaan setelahnya?
A: Sholat jenazah terdiri dari 4 takbir. Setelah takbir pertama membaca Al-Fatihah, setelah takbir kedua membaca sholawat Nabi, setelah takbir ketiga membaca doa khusus untuk jenazah, dan setelah takbir keempat membaca doa penutup.
Q: Apakah doa untuk jenazah pria dan wanita berbeda?
A: Doanya hampir sama, hanya berbeda dalam kata ganti. Untuk jenazah pria digunakan “hu” (dia laki-laki), sedangkan untuk wanita digunakan “ha” (dia perempuan).
Q: Bolehkah membaca doa jenazah dari teks atau kertas?
A: Boleh, terutama bagi yang belum hafal. Hal ini diperbolehkan agar bisa mengikuti sholat dengan benar dan khusyuk, asalkan tidak banyak gerakan yang mengganggu kekhusyukan sholat.
Q: Apakah boleh menambah doa di luar yang biasa dibaca?
A: Boleh. Doa tambahan yang bersumber dari Al-Qur'an atau hadis, atau permohonan umum yang baik untuk jenazah, bisa disisipkan setelah takbir ketiga. Namun, tetap dianjurkan mengikuti urutan dan teks yang diajarkan Rasulullah SAW.
Q: Apa hukum membaca doa dalam bahasa Indonesia?
A: Dalam sholat jenazah, bacaan sebaiknya menggunakan bahasa Arab karena termasuk bagian dari ibadah mahdhah. Namun, jika sangat darurat dan belum mampu, diperbolehkan secara temporer sambil belajar membaca doa yang sahih dalam bahasa Arab.
Q: Apakah bacaan doa berbeda jika jenazah masih anak-anak?
A: Ya, pada doa takbir ketiga, isi doanya menyesuaikan. Karena anak belum memiliki dosa, maka doanya lebih pada permohonan agar Allah menjadikannya penolong dan syafaat bagi orang tuanya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4035406/original/056038600_1653645098-Presiden_Jokowi_Bertakziah_ke_Persemayaman_Almarhum_Buya_Syafii_Maarif-Muchlis_Jr-3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8574835/original/057277000_1782531340-AP26177858339524.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571665/original/074668100_1782526250-063_2283504461.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)