Sinopsis Film Satu Suro, Terjebak di Rumah Sakit Angker

Film Satu Suro mengisahkan Adinda yang terjebak di rumah sakit angker saat malam satu suro. Bayu harus berjuang menyelamatkan istri dan calon anaknya dari teror makhluk halus.

Diterbitkan 25 Juni 2025, 22:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Film Satu Suro hadir sebagai salah satu film horor Indonesia yang sukses memadukan unsur mistis dengan suasana tegang yang mencekam. Dirilis pada tahun 2019 dan disutradarai oleh Anggy Umbara, film ini mengangkat cerita menyeramkan yang terjadi di malam satu suro—malam yang dipercaya sakral dan penuh aura mistis dalam kepercayaan masyarakat Jawa. Dengan latar rumah sakit tua yang sepi dan gelap, film ini berhasil menciptakan atmosfer horor yang intens sejak awal.

Cerita berpusat pada pasangan Adinda dan Bayu yang harus menghadapi situasi tak terduga saat Adinda melahirkan lebih cepat dari perkiraan. Mereka terpaksa menuju sebuah rumah sakit yang tampak misterius dan tidak berpenghuni. Seiring waktu berjalan, kejadian-kejadian aneh mulai menghantui keduanya, terutama ketika Bayu menyadari bahwa Adinda dan bayinya telah menghilang secara misterius.

Melalui alur yang menegangkan dan penuh teka-teki, Satu Suro mengajak penonton masuk ke dalam lorong-lorong gelap rumah sakit yang menyimpan banyak rahasia dan teror tak terduga. Film ini tak hanya menawarkan jumpscare, tapi juga atmosfer mencekam yang memanfaatkan mitos lokal sebagai elemen utama cerita. Bagi pencinta film horor bernuansa lokal dan penuh ketegangan, Satu Suro bisa menjadi pilihan tontonan yang patut diantisipasi.

Sinopsis Film Satu Suro

"Satu Suro" merupakan film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2019, menampilkan Citra Kirana, Nino Fernandez, Alexandra Gottardo, dan Willem Bevers sebagai pemeran utama. Film ini diproduksi oleh Manoj Punjabi dan Dheeraj Kalwani, serta diterbitkan di bawah naungan rumah produksi Pichouse Films.

Tayang perdana pada 7 Februari 2019, film ini mengusung kisah mencekam yang menggabungkan unsur mistis dan budaya lokal, menjadikannya salah satu tontonan horor yang menarik di awal tahun tersebut. Berikut sinopsisnya yang menarik disimak.

Awal Mula Teror di Rumah Baru

Adinda (Citra Kirana) dan Bayu (Nino Fernandez) memutuskan pindah ke rumah baru di daerah terpencil demi mencari ketenangan menjelang kelahiran anak pertama mereka. Namun, kebahagiaan mereka segera terusik oleh serangkaian kejadian aneh. Adinda mulai mengalami gangguan makhluk halus dan halusinasi yang membuatnya merasa tidak nyaman dan ketakutan.

Kejadian-kejadian mistis semakin intensif seiring berjalannya waktu. Adinda merasa seperti ada sesuatu yang mengawasi mereka di rumah tersebut. Bayu awalnya skeptis, namun ia mulai percaya setelah menyaksikan sendiri kejadian-kejadian aneh yang menimpa istrinya. Mereka berdua merasa terancam dan tidak aman di rumah baru mereka.

Suasana rumah yang awalnya tenang berubah menjadi mencekam. Adinda dan Bayu merasa terisolasi dan tidak memiliki tempat untuk meminta bantuan. Mereka harus menghadapi teror gaib ini sendirian, sambil berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di rumah mereka.

Terjebak di Rumah Sakit Gaib

Saat kontraksi melanda, Bayu segera membawa Adinda ke rumah sakit terdekat. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Adinda masih membutuhkan waktu untuk melahirkan. Bayu kemudian kembali ke rumah untuk mengambil perlengkapan Adinda. Namun, setibanya kembali di rumah sakit, ia mendapati pemandangan yang mengerikan: bangunan rumah sakit telah berubah menjadi bangunan tua yang kosong dan terbengkalai. Menurut keterangan warga setempat, rumah sakit itu telah berhenti beroperasi sejak 15 tahun yang lalu akibat insiden kebakaran. 

Bayu panik dan berusaha mencari Adinda di dalam reruntuhan rumah sakit. Ia menyadari bahwa istrinya terjebak di dalam rumah sakit gaib, tempat di mana makhluk-makhluk halus bergentayangan. Bayu harus menghadapi berbagai teror dan rintangan untuk menyelamatkan Adinda dan calon anak mereka. Ia harus berani menghadapi ketakutannya sendiri dan melawan kekuatan jahat yang menghuni rumah sakit tersebut. Demi cinta dan keluarganya, Bayu rela melakukan apa saja untuk membawa Adinda dan anaknya keluar dari tempat terkutuk itu.

Review Film Satu Suro

Satu Suro mengangkat kisah horor yang terinspirasi dari kepercayaan masyarakat Jawa tentang malam satu suro—malam yang diyakini sebagai waktu paling mistis dan sakral. Cerita dimulai dengan pasangan suami istri, Adinda dan Bayu, yang harus menghadapi situasi darurat persalinan di rumah sakit tua yang ternyata menyimpan kengerian di balik ketenangannya. 

Alurnya cukup sederhana, tetapi mampu membangun ketegangan melalui transisi dari dunia nyata ke dimensi supranatural secara perlahan. Meski kisahnya tidak terlalu kompleks, plot film ini berhasil membuat penonton ikut merasa cemas dan penasaran. Beberapa adegan memiliki pacing yang lambat, namun hal itu cukup efektif dalam menciptakan suasana mencekam yang terus menebal menjelang klimaks. 

Kekuatan utama film ini terletak pada atmosfernya yang gelap dan dingin. Rumah sakit sebagai latar utama dipresentasikan dengan sangat efektif: sepi, luas, dan membingungkan. Penggunaan pencahayaan minim, bayangan samar, dan lorong panjang sukses memancing rasa takut secara psikologis, bukan hanya lewat penampakan hantu.

Visual efek dan tata artistik disajikan secara cukup rapi dan mendukung nuansa mistis yang diangkat.  Meski tak terlalu banyak kejutan dalam plot, atmosfer mencekam dan tema spiritual lokal menjadikannya pengalaman horor yang layak ditonton, terutama bagi penikmat horor berbasis mitos dan tradisi. 

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apa tema utama dalam film Satu Suro?

Film ini mengangkat tema horor psikologis yang berpadu dengan mitos malam satu suro dan kepercayaan mistis masyarakat Jawa.

2. Apakah Satu Suro berdasarkan kisah nyata atau mitos?

Tidak secara langsung, tapi film ini terinspirasi dari mitos malam satu suro yang diyakini sebagai malam penuh aura gaib dalam budaya Jawa.

3. Apakah film Satu Suro cocok untuk semua penonton?

Film ini memiliki nuansa gelap dan adegan menyeramkan, sehingga lebih cocok untuk penonton remaja dan dewasa yang menyukai genre horor.

4. Apakah Satu Suro memiliki unsur budaya lokal?

Ya, film ini sarat dengan unsur budaya Jawa, terutama kepercayaan tentang malam satu suro sebagai waktu keramat dan penuh gangguan gaib.

5. Bagaimana alur cerita film Satu Suro?

Ceritanya mengikuti pasangan yang mengalami kejadian supranatural saat melahirkan di rumah sakit tua pada malam satu suro, yang perlahan berubah menjadi pengalaman horor.

6. Apakah film Satu Suro memiliki akhir terbuka atau tuntas?

Film ini cenderung memiliki akhir yang ambigu dan misterius, membiarkan penonton menafsirkan sendiri apakah teror benar-benar telah berakhir.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6