Bacaan Takbir Idul Fitri 7 Kali, Lafazkan di Sela-Selanya

Sholat Idul Fitri istimewa dengan bacaan takbir 7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua, diselingi dzikir; lengkap dengan tata cara dan bacaan.

Diperbarui 13 Agustus 2025, 14:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Takbir merupakan bagian penting dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri sebagai ungkapan syukur dan pujian kepada Allah SWT. Bacaan takbir 7x sholat idul fitri menambah kekhusyukan dan semangat dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Pengulangan takbir sebanyak tujuh kali biasanya dilakukan oleh imam saat mengangkat takbir sebelum membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua. Bacaan ini tidak hanya sebagai rutinitas, tetapi juga sebagai doa dan penguat spiritual dalam menjalankan ibadah.

Selain memperkuat kekhusyukan, bacaan takbir 7x sholat idul fitri menjadi simbol kebersamaan umat Muslim di seluruh dunia. Dengan memahami tata cara dan bacaan yang benar, sholat Idul Fitri dapat dijalankan dengan penuh makna dan sesuai tuntunan agama. Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang bacaan takbir 7x sholat Idul Fitri.

Bacaan Niat Sholat Idul Fitri

Sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri, umat Muslim perlu membaca niat terlebih dahulu, yang merupakan langkah awal dalam pelaksanaan sholat. Niat ini tidak hanya dilakukan dalam hati, tetapi juga bisa dilafalkan untuk memperjelas tujuan ibadah.

Mengutip buku berjudul Ushul Fikih Metode Ijtihad Hukum Islam (2017) oleh Agus Hermanto dan Rohmi Yuhani’ah, tujuan niat adalah disyariatkannya niat dalam setiap ibadah yaitu untuk membedakan antara ibadah dan perbuatan yang dilakukan biasa (bukan ibadah) dan untuk membedakan antara ibadah yang satu dengan yang lainnya. Waktu niat adalah pada saat melakukan awal dari ibadah yang dilakukan.

Jika menjadi makmum, niat yang diucapkan adalah:

  • "Ushalli sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini (ma’mûman) lillahi ta’ala."
  • "Aku niat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah ta’ala."

Jika menjadi imam, niat yang diucapkan sedikit berbeda:

  • "Ushalli sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini (imaaman) lillahi ta’ala,"
  • "Aku niat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah ta’ala."

Meskipun bacaan niat ini disunahkan untuk diucapkan, yang lebih penting adalah niat dalam hati yang tulus untuk melaksanakan sholat tersebut. Sholat Idul Fitri tidak membutuhkan azan atau iqamah, cukup dengan seruan “ash-shalâtu jâmi‘ah” yang menandakan dimulainya sholat berjemaah.

Bacaan Takbir Idul Fitri 7 Kali

Pada rakaat pertama sholat Idul Fitri, selain takbiratul ihram, umat Muslim juga dianjurkan untuk melafalkan takbir sebanyak tujuh kali berturut-turut. Di antara takbir yang diucapkan, ada beberapa bacaan yang sangat dianjurkan untuk dipanjatkan, yaitu:

  • سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
  • “Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar,” 
  • "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."

Takbir yang dilafalkan berulang kali ini adalah momen penting dalam merayakan kemenangan dan merayakan keberkahan hari raya. Meskipun takbir ini sangat penting, umat Islam disarankan untuk mengucapkannya dengan penuh ketulusan dan kekhusyukan, mengingat bahwa takbir adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Menurut Al-Sijistāni, Abu Dāwūd Sulaimān bin al-Asy’aṡ bin Ishāk Sunan Abi Dāwūd, Juz 2. (Cet.I; t.t.: Dār al-Risālah al-Ālamiyyah, 1430 H/2009 M.) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di NUKHBATUL ‘ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Vol. 6, No. 2 (2020) Sholat Idulfitri dan Iduladha memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan sholat pada umumnya di mana secara umum takbir pada permulaan sholat hanya dilakukan satu kali yang disebut takbiratul ihram, adapun Sholat Id sangat berbeda dengan adanya takbir zawāid (tambahan).

Takbir zawāid merupakan salah satu sunah yang menjadi penyempurna ibadah Sholat Id dan dianjurkan untuk dikerjakan menurut para ulama lantaran banyak riwayat yang menyebutkannya. Di antara hadis yang paling terkenal tentang takbir zawāid adalah hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Amr bin ʿĀsh ra: "Takbir pada salat Idulfitri itu terdiri dari tujuh kali takbir di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua selain takbiratul ihram."

Rakaat Kedua: Takbiratul Ihram Lima Kali

Pada rakaat kedua, umat Muslim kembali melaksanakan takbir sebanyak lima kali. Sama seperti pada rakaat pertama, takbir ini dilafalkan setelah berdiri dan mengangkat tangan.

Setiap kali takbir diucapkan, disarankan untuk membaca bacaan seperti yang telah diajarkan, yaitu “Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.”

Takbir yang dilakukan sebanyak lima kali ini bukan hanya sebatas kewajiban, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperdalam makna sholat dan menyempurnakan ibadah.

Pada rakaat kedua, setelah melaksanakan takbir, umat Muslim kembali melanjutkan sholat dengan membaca Al-Fatihah, disusul dengan surat Al-Ghâsyiyah, dan diteruskan dengan gerakan-gerakan sholat seperti biasa hingga salam. Takbir ini, meskipun sunah, memiliki makna yang mendalam dan semakin menambah kekhusyukan dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri.

Takbir dalam shalat, khususnya takbiratul ihram, merupakan bagian dari zikir. Menurut Mustofa Bisri sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Volume. 2 Nomor. 1 Tahun 2025, dzikir dapat diartikan sebagai tindakan lisan(memanggil, menyebut) atau hati (memanggil dan mengingat).

Selanjutnya, dia mengatakan bahwa ada pendapat yang menyebutkan zukur (zikir dibaca dengan dhammah) yang berartiaktivitas hati dan lisan yang bersifat umum dan zikir (dibaca dengan kasrah) berarti aktivitas lisan yang bersifat khusus.

Berdoa Setelah Sholat Idul Fitri

Setelah melaksanakan sholat Idul Fitri, umat Muslim dianjurkan untuk berdoa dengan penuh keikhlasan. Doa ini merupakan saat yang sangat sakral di mana umat Muslim memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.

Mengutip buku berjudul Pesan-Pesan Moral untuk Meraih Sukses, Mulia, dan Selamat (2022) oleh Prof. DR. Miftah Faridl dijelaskan doa adalah senjata ampuh orang mukmin. Doa adalah meminta dan menyerahkan diri kepada Allah. Semakin banyak berdoa, semakin dekat dengan Allah. Banyak berdoa adalah salah satu tanda keimanan, sedangkan malas berdoa adalah bagian dari kekeliruan.

Salah satu doa yang sering dipanjatkan setelah sholat Idul Fitri adalah:

  • اَللّهُمَّ أَعْطِنِي خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا فِيْهِ، وَاْصرِفْ عَنِّي شَرَّهُ وَشَرَّ مَا فِيْهِ، اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي فِيْهِ كُلَّ خَيْرٍ وَاجْعَلْنِي بَارًّا فِيْهِ بِوَالِدَيَّ، وَاجْعَلْنِي يَا الله مِنْ عِبَادِكَ الْمغْفٌوْرِ لَهُمْ فِي هَذَا الْيَومِ الْمُبَارَكَ، اللهُمَّ ارْحَم ْمَوْتَنا وَمَوْتَى الْمُسْلِمِيْنَ، .اللهم تَقَبَّلْ ِمنَّا الطَّاعَاتِ وَاغْفِر ْلَنَا الْخَطَايَا وَالسَّيِّئَاتَ.
  • "Allahumma'thini khaira hadzal yaum wa khaira ma fihi. Washrif anni syarra ma fihi. Allahummaktubli fihi kulla khairin waj'alni barran fihi bi walidayya, waj'alni ya Allah min ibadikal maghfur lahum fi hadzal yaum al-mubarak. Allahumarham mautana wa mautal muslimin. Allahumma taqabbal minna tha'ati waghfir lanal khathaya was sayyi'at" 
  • "Ya Allah, berikanlah aku kebaikan dari hari ini dan kebaikan dari setiap hal yang ada pada hari ini. Dan jauhkanlah aku dari kejelekan di hari ini dan kejelekan setiap sesuatu yang ada pada hari ini. Ya Allah, catatlah pada hari ini setiap kebaikan dan jadikanlah kebaikan bagi kedua orang tuaku, serta jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang Engkau ampuni pada hari yang penuh berkah ini. Ya Allah, ampunilah dosa para keluarga kami yang sudah meninggal dan seluruh kaum muslimin yang telah meninggal. Ya Allah, terimalah ketaatan kami dan ampunilah segala kesalahan dan keburukan yang telah kami perbuat."

Doa ini mengandung permohonan agar segala kebaikan yang ada di hari raya tersebut diberikan kepada umat Muslim, baik untuk diri sendiri, keluarga, dan umat Muslim pada umumnya.

Selain itu, umat Islam juga memohon ampunan dari Allah atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Dengan berdoa, umat Muslim berharap dapat meraih keberkahan, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT. Doa ini menjadi momen yang mempererat ikatan ukhuwah Islamiyah dan memberikan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya.

 

 

Sumber:

- Buku berjudul Ushul Fikih Metode Ijtihad Hukum Islam (2017) oleh Agus Hermanto dan Rohmi Yuhani’ah

- Kajian berjudul Takbir Zawāid dalam Salat Id Perspektif K.H. Lanre Said Al-Bugisi dipublikasikan di NUKHBATUL ‘ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Vol. 6, No. 2 (2020)

- Kajian berjudul Zikir Dan Ketenangan Jiwa: Kajian Psikologis dipublikasikan di Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Volume. 2 Nomor. 1 Tahun 2025

- Buku berjudul Pesan-Pesan Moral untuk Meraih Sukses, Mulia, dan Selamat (2022) oleh Prof. DR. Miftah Faridl 

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa itu takbir Idul Fitri yang dilakukan sebanyak tujuh kali?

Takbir yang dilakukan sebanyak tujuh kali adalah takbir yang diucapkan dalam rakaat pertama sholat Idul Fitri setelah takbiratul ihram.

2. Apakah bacaan zikir perlu dibaca di sela-sela takbir?

Ya, dianjurkan untuk membaca bacaan zikir seperti "Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar" di sela-sela takbir untuk menambah kekhusyukan.

3. Berapa kali takbir dilakukan pada rakaat kedua?

Pada rakaat kedua, takbir dilakukan sebanyak lima kali berturut-turut.

4. Apa doa yang dianjurkan setelah sholat Idul Fitri?

Salah satu doa yang dianjurkan adalah, "Allahumma'tini khaira hadzal yaum," yang bermakna memohon kebaikan dan keberkahan pada hari raya tersebut.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6