Doa Sholat Ied, Lengkap dengan Tata Cara dan Amalan Sunah untuk Kekhusyukan Ibadah

Rayakan hari kemenangan dengan sempurna! Pahami panduan doa sholat Ied lengkap niat, tata cara, dan amalan sunah agar ibadah Anda lebih khusyuk dan berkah.

Diterbitkan 18 Maret 2026, 04:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa Sholat Ied lengkap dengan niat hingga tata caranya menjadi salah satu informasi yang banyak dicari umat Muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri. Diketahui, setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Islam merayakan hari kemenangan dengan melaksanakan sholat Idul Fitri secara berjamaah.

Sholat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar. Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa bacaan doa, takbir tambahan, serta amalan sunah yang dianjurkan sebelum dan sesudah sholat. Karena itu, memahami doa Sholat Idul Fitri lengkap dengan sunnah dan tata caranya sangat penting agar ibadah dapat dilakukan sesuai tuntunan.

Selain itu, memahami doa yang dibaca dalam sholat Idul Fitri juga dapat meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Dengan mengetahui makna setiap bacaan, umat Muslim tidak hanya melaksanakan sholat secara ritual, tetapi juga merasakan kedekatan spiritual kepada Allah SWT. Berikut informasinya dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (12/3/2026).

Niat Sholat Ied

Niat merupakan rukun penting dalam setiap ibadah, termasuk Sholat Idul Fitri, yang membedakannya dari sholat lainnya. Niat dapat dilafalkan secara lisan atau cukup dihadirkan dalam hati, disesuaikan dengan posisi seseorang saat sholat, baik sebagai imam, makmum, maupun sholat sendirian. Kehadiran niat yang benar menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah yang dilakukan.

Bagi imam, niat yang diucapkan adalah sebagai berikut

"أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى"

Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini imâman lillahi ta'ala

Artinya: "Aku niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah ta'ala."

Sedangkan untuk makmum, niatnya adalah:

صَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى" 

Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an ma'mūman lillāhi ta'ālā

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah ta'ala."

Niat sholat Idul Fitri dilaksanakan sendiri tanpa jamaah:

صَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِعِيدِ اْلفِطْرِ لِلّٰهِ تَعَالَى" 

Usholli rak'ataini sunnatan li'idil fitri lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat karena Allah ta'ala."

Tata Cara Sholat Ied

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri dilakukan sebanyak dua rakaat dengan beberapa ketentuan khusus yang membedakannya dari sholat lainnya. Memahami setiap langkah dalam tata cara ini akan membantu umat Muslim melaksanakan ibadah dengan benar dan khusyuk.

1. Niat Sholat Idul Fitri

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, niat diucapkan bersamaan dengan takbiratul ihram. Niat ini menjadi pondasi awal dalam memulai ibadah Sholat Idul Fitri.

2. Takbiratul Ihram dan Doa Iftitah

Setelah niat, lakukan takbiratul ihram seperti sholat pada umumnya dengan mengangkat kedua tangan. Kemudian, disunnahkan membaca doa iftitah untuk mengawali sholat dengan pujian kepada Allah SWT.

3. Takbir Tambahan pada Rakaat Pertama

Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, dilakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali. Takbir tambahan ini hukumnya sunnah, sehingga jika tidak dikerjakan tidak menggugurkan keabsahan sholat Idul Fitri.

4. Bacaan Tasbih di Antara Takbir TambahanDi antara setiap takbir tambahan pada rakaat pertama, disunahkan membaca tasbih. Bacaan tasbih yang dianjurkan adalah:

"سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ"

(Subhânallâh walhamdulillâh walâ ilâha illallâh wallâhu akbar).

 Artinya: "Maha suci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Dia, Allah maha besar."

Ada juga bacaan tasbih yang lebih panjang:

"Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm".

Artinya: "Maha suci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Dia, Allah maha besar, dan tiada daya serta upaya selain berkat pertolongan Allah yang maha tinggi lagi maha agung".

5. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek

Setelah takbir tambahan, baca Surat Al-Fatihah. Kemudian, dianjurkan membaca surat pendek. Untuk rakaat pertama, disunnahkan membaca Surat Al-A'la (QS. Al-A'la: 1-5). Alternatif lain adalah Surat Qaf.

6. Rukuk, I'tidal, Sujud, dan Gerakan Sholat Lainnya

Lakukan rukuk, i'tidal, sujud, dan gerakan sholat lainnya seperti biasa, sesuai dengan rukun sholat.

7. Takbir Tambahan pada Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, setelah bangkit dari sujud rakaat pertama, lakukan takbir tambahan sebanyak lima kali. Ini merupakan ciri khas lain dari Sholat Idul Fitri yang penting untuk diperhatikan.

8. Bacaan Tasbih di Antara Takbir Tambahan Rakaat Kedua

Di antara takbir tambahan rakaat kedua, baca tasbih yang sama seperti rakaat pertama. Mengulang tasbih ini memperkuat dzikir dan kekhusyukan dalam sholat.

9. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek (Rakaat Kedua)

Setelah takbir tambahan, baca Surat Al-Fatihah. Kemudian, dianjurkan membaca surat pendek. Untuk rakaat kedua, disunnahkan membaca Surat Al-Ghashiyah (QS. Al-Ghashiyah: 1-5). Alternatif lain adalah Surat Al-Qamar.

10. Menyempurnakan Gerakan Sholat dan Salam

Lakukan rukuk, i'tidal, sujud, dan gerakan sholat hingga tasyahhud akhir. Akhiri sholat dengan salam dua kali, menandakan berakhirnya ibadah Sholat Idul Fitri.

11. Mendengarkan Khutbah

Setelah selesai sholat Idul Fitri, dianjurkan untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri hingga selesai. Jamaah dianjurkan untuk duduk dan mendengarkan khutbah sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah hari raya, meskipun hukumnya sunnah.

Doa di Hari Raya Idul Fitri

Selain Sholat Idul Fitri, Hari Raya Idul Fitri juga merupakan waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi umat Muslim untuk menyampaikan segala permohonan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Berikut adalah doa yang dapat dipanjatkan:

"اَللّهُمَّ أَعْطِنِي خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا فِيْهِ، وَاْصرِفْ عَنِّي شَرَّهُ وَشَرَّ مَا فِيْهِ، اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي فِيْهِ كُلَّ خَيْرٍ وَاجْعَلْنِي بَارًّا فِيْهِ بِوَالِدَيَّ، وَاجْعَلْنِي يَا الله مِنْ عِبَادِكَ الْمغْفٌوْرِ لَهُمْ فِي هَذَا الْيَومِ الْمُبَارَكَ، اللهُمَّ ارْحَم ْمَوْتَنا وَمَوْتَى الْمُسْلِمِيْنَ، .اللهم تَقَبَّلْ ِمنَّا الطَّاعَاتِ وَاغْفِر ْلَنَا الْخَطَايَا وَالسَّيِّئَاتَ."

Latin: Allahumma a'thinii khaira hadzaalyaum wa khaira maa fiih, wa ashrif 'annii syarrahu wa syarra maa fiih, allahummaktublii fiih kullu Khairi waj'alnii barraan fiih biwalidayya, waj'alnii yaa Allah min 'ibaadikal maghfuurlahum fii hadzaal yaumul mubaaraka, allahummarham mautanaa wa mautal muslimiin, allahumma taqabbal minnaatthaa'aat waghfir lanaal khathaa yaa wassayyiaat.

Artinya: "Ya Allah berikanlah aku kebaikan dari hari ini dan kebaikan dari setiap hal yang ada pada hari ini. Dan jauhkanlah aku dari kejelekan di hari ini dan kejelekan setiap sesuatu yang ada pada hari ini. Ya Allah, catatlah pada hari ini setiap kebaikan dan jadikanlah kebaikan bagi kedua orang tuaku dan jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang Engkau ampuni pada hari yang berkah ini. Ya Allah ampunilah dosa para keluarga kami yang sudah meninggal dan seluruh kaum muslimin yang sudah meninggal. Ya Allah terimalah ketaatan kami dan ampunilah segala kesahalan dan keburukan yang telah kami perbuat."

Setelah memanjatkan doa di atas, umumnya akan ditutup dengan membaca doa yang sering dibacakan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu doa sapu jagat. Doa ini mencakup permohonan kebaikan dunia dan akhirat, serta sering dibaca sebagai penutup doa-doa.

"رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ"

Latin: Rabbanaa, aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar.

Artinya: "Ya Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa api neraka." Doa ini dikenal sebagai doa sapu jagat karena mencakup permohonan kebaikan dunia dan akhirat.

Sunah Sebelum Sholat Ied

Sebelum melaksanakan Sholat Idul Fitri, terdapat beberapa amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan, mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW. Amalan-amalan ini bertujuan untuk menyempurnakan ibadah dan menambah keberkahan di hari raya.

1. Mandi dan Mensucikan Diri

Disunnahkan untuk mandi besar atau mandi wajib sebelum berangkat ke tempat sholat Idul Fitri. Mandi ini bermanfaat untuk menyucikan diri secara lahir dan batin, mempersiapkan tubuh dan jiwa untuk ibadah. Niat mandi Idul Fitri adalah "Nawaitu ghusla 'idil fithri sunnatan lillahi ta'ala" yang berarti "Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah". Jangan lupa untuk berwudhu setelah mandi dan sebelum berangkat sholat.

2. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Memakai Wangi-wangian

Umat Muslim dianjurkan untuk memakai pakaian terbaik dan berhias diri saat hendak melaksanakan Sholat Idul Fitri. Bagi laki-laki, disunnahkan juga untuk memakai wangi-wangian yang tidak berlebihan. Nabi Muhammad SAW biasa keluar saat Sholat Idul Fitri dan Idul Adha dengan pakaian terbaiknya, menunjukkan pentingnya penampilan yang rapi dan bersih di hari raya.

3. Makan Sebelum Sholat Idul Fitri

Berbeda dengan Idul Adha, pada Idul Fitri disunnahkan untuk makan terlebih dahulu di pagi hari sebelum berangkat sholat. Hal ini sebagai tanda bahwa umat Islam tidak lagi berpuasa setelah berakhirnya bulan Ramadhan, sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

4. Memperbanyak Mengumandangkan Takbir

Mengumandangkan takbir merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan, bahkan dimulai sejak malam sebelum Idul Fitri atau yang dikenal dengan malam takbiran. Takbir ini dapat terus dilantunkan hingga imam memulai sholat Id, mengisi suasana hari raya dengan pujian kepada Allah.

5. Berjalan Kaki Menuju Tempat Sholat dan Melewati Jalan yang Berbeda Saat Pulang

Disunnahkan untuk berangkat menuju tempat sholat Idul Fitri dengan berjalan kaki. Selain itu, dianjurkan untuk mengambil rute jalan yang berbeda saat pergi dan pulang dari tempat sholat. Ini adalah sunnah yang menunjukkan semangat dan kegembiraan dalam menyambut hari raya.

6. Saling Mengucapkan Selamat dan Bermaaf-maafan

Amalan sunnah lainnya adalah saling mengucapkan selamat saat bertemu sanak saudara dan bermaaf-maafan. Ucapan yang dianjurkan adalah "Taqabbalallahu minna wa minkum" yang artinya "Semoga Allah menerima amalan kami dan kalian", mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa hukum Sholat Idul Fitri?

Hukum Sholat Idul Fitri adalah sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan atau mendekati wajib, meskipun tidak ada sanksi hukuman jika seseorang meninggalkannya.

2. Berapa kali takbir tambahan pada Sholat Idul Fitri?

Pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir tambahan, dan pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir tambahan, di luar takbiratul ihram.

3. Apa bacaan tasbih yang diucapkan di antara takbir tambahan?

Bacaan tasbih yang dianjurkan adalah "Subhânallâh walhamdulillâh walâ ilâha illallâh wallâhu akbar" atau versi yang lebih panjang "Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm".

4. Surat apa yang dianjurkan dibaca setelah Al-Fatihah pada Sholat Idul Fitri?

Pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surat Al-A'la atau Surat Qaf, sedangkan pada rakaat kedua dianjurkan membaca Surat Al-Ghashiyah atau Surat Al-Qamar.

5. Apa saja sunnah sebelum sholat Idul Fitri?

Beberapa sunnahnya adalah mandi, memakai pakaian terbaik, makan sebelum sholat, memperbanyak takbir, dan berjalan menuju tempat sholat.