Bacaan Niat Menerima Zakat Fitrah dan Artinya, Umat Muslim Wajib Tahu

Ketahui bacaan doa menerima zakat fitrah beserta artinya, lengkap dengan tuntunan dan anjurannya untuk menyempurnakan ibadah di Idul Fitri.

Diterbitkan 08 Maret 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Zakat fitrah merupakan kewajiban mulia bagi umat muslim di penghujung Ramadhan, tak hanya membersihkan harta namun juga jiwa. Penerima zakat dianjurkan memanjatkan doa syukur dan mendoakan kebaikan bagi pemberi zakat, sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas kepedulian sosial yang ditunjukkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits: 

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah (sebanyak) satu sha' kurma atau satu sha' gandum atas hamba sahaya dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat (Idul Fitri)." (HR. Bukhari dan Muslim).

Menerima zakat fitrah bukan sekadar menerima harta, melainkan juga menerima berkah dan kebaikan. Doa yang dipanjatkan saat menerima zakat merupakan bentuk syukur atas karunia Allah SWT dan doa terbaik untuk mereka yang telah berbagi rezeki. Dengan membaca doa, kita berharap pahala kebaikan mengalir kepada si pemberi zakat, dan zakat yang diterima bisa menjadi berkah bagi kita.

Artikel ini akan membahas tuntunan lengkap seputar doa menerima zakat fitrah dan artinya. Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai niat menerima zakat Fitrah dan artinya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (8/3/2025).

Doa Niat Menerima Zakat Fitrah dan Artinya

Berikut bacaan doa menerima zakat fitrah yang shahih yang dikutip dari laman NU Online.

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Arab Latin: Ajarakallahu fi ma a'thaita wa baraka fi ma abqaita wa ja'alahu laka thahuran.

Artinya: "Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu."

Selain bacaan doa di atas, muslim juga dapat membaca doa lain yang dianjurkan oleh Syekh Nawawi Banten berikut ini.

طَهَّرَ اللهُ قَلْبَكَ فِي قُلُوْبِ الأَبْرَارِ وَزَكَّى عَمَلَكَ فِي عَمَلِ الأَخْيَارِ وَصَلَّى عَلَى رُوْحِكَ فِي أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ

Arab Latin: Thahharallahu qalbaka fī qulubil abrar, wa zakka 'amalaka fi 'amalil akhyar, wa shalla 'ala ruhika fi arwahis syuhada.

Artinya: "Semoga Allah menyucikan hatimu pada hati para hamba-Nya yang abrar. Semoga Allah bersihkan amalmu pada amal para hamba-Nya yang akhyar. Semoga Allah bersholawat untuk rohmu pada roh para hamba-Nya yang syahid."

Anjuran Membaca Doa Saat Menerima Zakat Fitrah

Membaca doa saat menerima zakat fitrah merupakan amalan sunnah yang dianjurkan. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 103: 

Khudz min amwlihim adaqatan tuahhiruhum wa tuzakkhim bih wa alli 'alaihim, inna altaka sakanul lahum.

Artinya: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka."

Ayat ini menekankan pentingnya mendoakan mereka yang menunaikan zakat. Doa tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kebaikan dan kepedulian mereka. Rasulullah SAW juga bersabda, 

"Siapa saja yang memberikan kebaikan kepadamu, maka balaslah kebaikannya. Jika kalian tidak sanggup membalasnya, doakanlah dia."

Ini menunjukkan pentingnya membalas kebaikan, dan doa menjadi salah satu cara terbaik untuk melakukannya. Dengan membaca doa, kita tidak hanya mengungkapkan rasa syukur, tetapi juga mendoakan kebaikan bagi pemberi zakat. Semoga Allah SWT membalas kebaikan mereka dengan pahala berlipat ganda.

Adab Menerima Zakat Fitrah

Selain membaca doa, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan saat menerima zakat fitrah, antara lain:

  1. Mengucapkan terima kasih kepada pemberi zakat.
  2. Menerima zakat dengan tangan kanan.
  3. Menggunakan zakat sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.
  4. Berusaha untuk mandiri dan tidak bergantung pada zakat semata.

Penerima zakat hendaknya memahami bahwa zakat yang diterima merupakan amanah yang harus digunakan dengan bijak dan sesuai syariat Islam. Zakat fitrah bukan hanya sekedar bantuan materi, tetapi juga merupakan bentuk silaturahmi dan kepedulian sosial antar sesama muslim. Dengan memahami dan menjalankan tuntunan ini, semoga ibadah zakat fitrah kita semakin sempurna dan bermakna.

Doa Setelah Menyerahkan Zakat Fitrah

Setelah menunaikan zakat fitrah, kita juga dianjurkan untuk berdoa agar zakat yang telah diberikan diterima oleh Allah SWT. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:

  • رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab Latin: Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii'ul 'aliim

Artinya: "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Doa ini merupakan ungkapan harapan agar ibadah zakat kita diterima Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlimpah. Semoga amal ibadah kita senantiasa diterima di sisi-Nya.

Golongan Penerima Zakat Fitrah 

Zakat fitrah merupakan zakat wajib yang harus dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri. Zakat ini bertujuan untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa serta membantu mereka yang membutuhkan agar bisa merayakan hari raya dengan layak. Dalam Islam, penerima zakat fitrah telah ditetapkan dalam Al-Qur’an, yaitu sebanyak delapan golongan.Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 60:

إِنَّمَا ٱلصَّدَقَـٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱلْعَـٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَـٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِۖ فَرِيضَةًۭ مِّنَ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

Artinya: "Sesungguhnya zakat itu hanyalah untukorang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah (fisabilillah), dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil), sebagai ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." (QS. At-Taubah: 60)

Berdasarkan ayat ini, berikut adalah penjelasan dari delapan golongan penerima zakat fitrah:

1. Fakir 

Golongan fakir adalah orang-orang yang sangat kekurangan dan tidak memiliki harta atau penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka biasanya tidak memiliki pekerjaan tetap atau penghasilan yang memadai untuk makan sehari-hari.

2. Miskin 

Orang miskin adalah mereka yang memiliki penghasilan, tetapi tidak mencukupi kebutuhan pokoknya secara layak. Meskipun mereka masih bisa bekerja, penghasilan mereka sangat terbatas dan tidak cukup untuk kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.

3. Amil

Amil adalah mereka yang bertugas mengurus dan mendistribusikan zakat, seperti petugas lembaga zakat atau panitia zakat fitrah di masjid. Mereka berhak menerima zakat sebagai bentuk upah atas tugasnya dalam mengelola zakat.

4. Mualaf 

Mualaf adalah orang-orang yang baru masuk Islam atau orang yang masih lemah imannya dan perlu dikuatkan agar lebih mantap dalam menjalankan ajaran Islam. Zakat fitrah diberikan kepada mereka sebagai bentuk dukungan dan motivasi agar semakin teguh dalam Islam.

5. Riqab 

Dulu, golongan ini merujuk pada budak yang ingin memerdekakan dirinya. Meskipun perbudakan sudah tidak ada, sebagian ulama memperluas maknanya menjadi mereka yang tertindas atau membutuhkan bantuan hukum untuk mendapatkan kebebasan.

6. Gharim

 Gharim adalah orang yang memiliki utang dalam kondisi mendesak dan tidak mampu membayarnya. Zakat fitrah dapat diberikan kepada mereka jika utang tersebut bukan untuk kemaksiatan, tetapi karena kebutuhan mendesak seperti pengobatan, pendidikan, atau usaha yang halal.

7. Fisabilillah

 Fisabilillah berarti "di jalan Allah", yang mencakup berbagai bentuk perjuangan untuk Islam, seperti dakwah, pendidikan Islam, dan bantuan untuk para pejuang agama. Di zaman modern, kategori ini sering digunakan untuk membantu lembaga pendidikan Islam, pesantren, atau kegiatan sosial yang membawa manfaat besar bagi umat.

8. Ibnu Sabil 

Ibnu sabil adalah musafir atau orang yang kehabisan bekal di perjalanan sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Mereka berhak menerima zakat fitrah agar dapat kembali ke kampung halamannya atau melanjutkan perjalanan dengan layak.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6