Liputan6.com, Jakarta Internalisasi adalah istilah yang sering digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, internalisasi adalah penghayatan, pendalaman, penguasaan secara mendalam yang berlangsung melalui binaan, bimbingan dan sebagainya.
Sedangkan secara etimologi, kata internalisasi adalah suatu proses. Sementara itu secara istilah, internalisasi adalah proses menjadikan nilai sebagai bagian dari diri seseorang. Pada dasarnya internalisasi telah ada sejak manusia lahir.
Internalisasi ini muncul melalui komunikasi yang terjadi dalam bentuk sosialisasi dan pendidikan. Hal terpenting dalam internalisasi adalah penanaman nilai-nilai yang harus melekat pada manusia itu sendiri.
Advertisement
Agar lebih paham, berikut Liputan6.com ulas mengenai pengertian internalisasi beserta tahapan dan contohnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (10/11/2023).
Definisi Internalisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3496162/original/029886800_1624954902-pexels-photo-7403357.jpeg)
Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, internalisasi adalah penghayatan, pendalaman, penguasaan secara mendalam yang berlangsung melalui binaan, bimbingan dan sebagainya. Sedangkan secara etimologi, kata internalisasi adalah suatu proses. Sementara itu secara istilah, internalisasi adalah proses menjadikan nilai sebagai bagian dari diri seseorang.
Dalam buku Pengantar Sosiologi dan Antropologi (2023) karya Horiani, menjelaskan bahwa internalisasi adalah proses yang panjang yang dilalui manusia dari dia lahir sampai hampir meninggalnya. Dengan kata lain, internalisasi adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang melalui praktik dengan kesadaran. Pendapat lain mengenai internalisasi adalah pembinaan yang mendalam dan menghayati nilai-nilai religi yang dipadukan dengan nilai-nilai pendidikan secara utuh yang sasarannya menyatu dalam kepribadian peserta didik.
Pada dasarnya internalisasi telah ada sejak manusia lahir. Internalisasi muncul melalui komunikasi yang terjadi dalam bentuk sosialisasi dan pendidikan. Hal terpenting dalam internalisasi adalah penanaman nilainilai yang harus melekat pada manusia itu sendiri.
Dapat disimpulkan bahwa internalisasi adalah menanamkan norma, nilai, atau pengetahuan ke dalam diri seseorang sehingga menjadi bagian integral dari pandangan dunianya dan perilaku. Ini melibatkan penerimaan dan penerapan norma atau nilai secara sukarela, bukan hanya karena tekanan eksternal.
Advertisement
Pengertian Internalisasi Menurut Para Ahli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4571353/original/028591500_1694433228-pexels-arina-krasnikova-5103918.jpg)
Mengutip dari buku Internalisasi Niai Pendidikan Islam pada Anak Terlantar (2023) karya Nurkholis, ada beberapa pendapat lain dari para ahli mengenai pengertian internalisasi adalah sebagai berikut:
1. Chabib Thoha
Internalisasi adalah teknik dalam pendidikan nilai yang sasarannya sampai pada pemilikan nilai yang menyatu dalam kepribadian peserta didik.
2. Mulyana
Internalisasi adalah menyatunya nilai dalam diri seorang, atau dalam bahasa psikologi merupakan penyesuaian nilai, sikap, keyakinan, aturan-aturan pada diri seorang.
3. Peter L. Berger
Internalisasi adalah sebuah proses pemaknaan suatu fenomena, realitas atau konsep-konsep ajaran ke dalam diri individu.
4. Kama Abdul Hakam dan Encep Syarief Nurdin
Internalisasi adalah proses menghadirkan sesuatu nilai yang asalnya dari dunia eksternal menjadi milik internal bagi individu maupun kelompok.
5. Koentjaraningrat
Internalisasi adalah proses yang berlangsung sepanjang hidup individu. Proses ini terjadi setelah individu dilahirkan sampai akhir hayatnya.
Tahap-Tahap Internalisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3641193/original/085575700_1637634741-pexels-max-fischer-5212326.jpg)
Menurut Muhaimin dalam proses internalisasi yang dikaitkan dengan pembinaan peserta didik ada tiga tahap yang mewakili proses atau tahap terjadinya internalisasi yaitu :
1. Tahap Transformasi Nilai
Pada tahap transformasi nilai, terjadi proses penerimaan nilai. Nilai diterima dengan mendengarkan, melihat, dan membaca. Seseorang mampu memperoleh pengetahuan tentang nilai kebaikan, keburukan, dan manfaatnya bagi kehidupan melalui mendengar dan melihat.
2. Tahap Transaksi Nilai
Tahap ini merupakan tahapan nilai dengan jalan komunikasi dua arah atau interaksi antar siswa dengan guru bersifat timbal balik. Pada tahap ini terjadi proses merespon nilai. Artinya terdapat tanggapan atau reaksi terhadap rangsang yang diterima kemudian individu tersebut meresponnya.
3. Tahap Transinternalisasi
Tahap ini merupakan tahap yang jauh lebih dalam daripada sekedar transaksi. Dalam tahap ini guru dihadapan siswa bukan lagi sosok fisiknya, melainkan sikap mentalnya atau kepribadiannya. Pada tahap ini kehadiran stimulan bukan lagi bersumber dari jasmaniahnya, melainkan watak dan kepribadiannya.
Advertisement
Manfaat Internalisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4531347/original/059629300_1691558791-33433009_8056327.jpg)
Internalisasi memiliki beberapa manfaat, terutama dalam konteks pembentukan kepribadian, perkembangan moral, dan pengembangan diri. Berikut beberapa manfaat dari proses internalisasi:
1. Stabilitas Nilai dan Norma
Internalisasi memungkinkan nilai-nilai dan norma-norma tertentu menjadi bagian integral dari kepribadian seseorang. Ini dapat menyebabkan stabilitas nilai-nilai dalam jangka panjang, membimbing individu dalam mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip yang diyakininya.
2. Konsistensi Perilaku
Proses internalisasi membantu menciptakan konsistensi dalam perilaku seseorang. Karena nilai-nilai dan norma-norma tersebut telah diterima secara mendalam, individu lebih mungkin untuk bertindak sesuai dengan keyakinan mereka, bahkan dalam situasi yang menantang atau tanpa pengawasan eksternal.
3. Pengembangan Kepribadian yang Sehat
Internalisasi nilai-nilai positif dan norma-norma moral dapat berkontribusi pada pengembangan kepribadian yang sehat. Individu yang memiliki fondasi moral yang kuat cenderung lebih mampu menanggapi situasi dengan bijak dan membuat keputusan yang etis.
4. Otonomi dan Tanggung Jawab
Proses internalisasi mendorong perkembangan otonomi dan tanggung jawab. Individu yang internalis nilai-nilai tertentu tidak hanya bertindak berdasarkan perintah eksternal, tetapi juga karena mereka memahami dan merasa bertanggung jawab atas pilihan mereka.
5. Adaptasi Sosial
Internalisasi juga memainkan peran penting dalam adaptasi sosial. Individu yang mampu menginternalisasi norma-norma sosial dan berinteraksi sesuai dengan nilai-nilai tersebut dapat lebih mudah diterima dalam masyarakat dan membangun hubungan yang sehat.
Contoh Internalisasi
Berikut ini terdapat beberapa contoh internalisasi dalam kehidupan sehari-hari, yakni:
- Berpikir dan melakukan sesuatu dalam menghasilkan hal yang baru.
- Seseorang yang mampu mengikuti aturan sosial yang ada dilingkungan tempat tinggalnya karena mereka memahami dan menerima norma-norma tersebut sebagai bagian dari perilaku mereka.
- Tidak meninggalkan ibadah dan kegiatan amal lainnya yang berhubungan dengan keagamaan karena hal ini sudah menjadi kebiasaan.
- Tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan masalahnya.
- Sikap dan perilaku seseorang dalam kewajibannya terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, negara, dan penciptaNya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315322/original/015511800_1785834344-cek_fakta_-_Bank_Bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296926/original/028949100_1784034568-Menteri_Komunikasi_dan_Digital__Menkomdigi__Meutya_Hafid-14_Juli_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315002/original/001591700_1785821680-cek_fakta_pamsimas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297255/original/001962300_1784085160-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-15T101147.650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527302/original/013571900_1691274552-shutterstock_1938701914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)