Liputan6.com, Jakarta Dalam Al-Qur’an, banyak ayat yang mengandung makna mendalam dan penuh hikmah. Salah satu ayat yang sering dibaca oleh umat Islam karena keutamaannya adalah inna fatahna laka fathan mubina. Banyak yang bertanya, inna fatahna laka fathan mubina artinya apa? Ayat ini merupakan pembuka dari Surah Al-Fath ayat pertama yang menjadi pengingat akan janji kemenangan dari Allah SWT kepada Rasul-Nya.
Dikutip dari Tafsir Al-Mishbah karya Prof. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa ayat ini diartikan sebagai, “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) kemenangan yang nyata”. Kemenangan di sini tidak hanya bermakna secara fisik atau militer, tetapi juga spiritual, berupa pembenaran misi kerasulan dan pembukaan jalan dakwah yang lebih luas. Inna fatahna laka fathan mubina artinya juga menjadi bentuk kabar gembira atas ridha Allah terhadap perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Dalam Tafsir Ibn Katsir (2006) oleh Ibnu Katsir, disebutkan bahwa ayat ini diturunkan setelah Perjanjian Hudaibiyah yang dianggap oleh banyak sahabat sebagai kekalahan, namun oleh Allah justru disebut sebagai kemenangan besar.
Advertisement
“Ini adalah kemenangan besar karena dengannya terbuka jalan bagi Islam, banyak orang masuk Islam, dan akhirnya terjadi Fathul Makkah,” tulis Ibnu Katsir.
Oleh karena itu, inna fatahna laka fathan mubina artinya sangat relevan untuk direnungkan dalam setiap perjuangan, bahwa kemenangan tidak selalu tampak langsung, tetapi selalu datang dalam bentuk terbaik menurut kehendak Allah SWT.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Kamis (12/6/2025).
Inna Fatahna Laka Fathan Mubina Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2902973/original/060864700_1567682351-100907calquran.jpg)
Seperti yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya, bacaan inna fatahna laka fathan mubina merupakan potongan dari ayat pertama surat Al-Fath. Surat Al-Fath adalah surah ke-48 dalam mushaf Al-Qur'an. Surat ini terdiri dari 29 ayat dan tergolong surat Madaniyah.
Diberi nama Al-Fath karena diambil dari kata fathan yang artinya kemenangan. Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad SAW dalam peperangannya.
Nabi Muhammad SAW sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini. Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari;
"Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari."
Kegembiraan Nabi Muhammad SAW itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Nabi Muhammad SAW dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah SWT kepadanya. Berikut ini bacaan surat Al-Fath ayat 1 sampai 10 dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya adalah:
اِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ فَتۡحًا مُّبِيۡنًا
Arab Latin: Innaa fatahnaa laka Fathan Mubiinaa
Artinya: “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”
لِّيَـغۡفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡۢبِكَ وَ مَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعۡمَتَهٗ عَلَيۡكَ وَيَهۡدِيَكَ صِرَاطًا مُّسۡتَقِيۡمًا
Arab Latin: Liyaghfira lakal laahu maa taqaddama min zambika wa maa ta akhkhara wa yutimma ni'matahuu 'alaika wa yahdiyaka siraatam mustaqiima
Artinya: “Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus,”
وَّ يَنۡصُرَكَ اللّٰهُ نَصۡرًا عَزِيۡزًا
Arab Latin: Wa yansurakal laahu nasran 'aziizaa
Artinya: “Dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).”
هُوَ الَّذِىۡۤ اَنۡزَلَ السَّكِيۡنَةَ فِىۡ قُلُوۡبِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ لِيَزۡدَادُوۡۤا اِيۡمَانًا مَّعَ اِيۡمَانِهِمۡ ؕ وَلِلّٰهِ جُنُوۡدُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيۡمًا حَكِيۡمًا
Arab Latin: Huwal laziii anzalas sakiinata fii quluubil mu'miniina liyazdaaduuu iimaanamma'a iimaanihim; wa lillaahi junuudus samawaati wal ard; wa kaanal laahu 'Aliiman Hakiimaa
Artinya: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”
لِّيُدۡخِلَ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ وَالۡمُؤۡمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا وَيُكَفِّرَ عَنۡهُمۡ سَيِّاٰتِهِمۡؕ وَكَانَ ذٰ لِكَ عِنۡدَ اللّٰهِ فَوۡزًا عَظِيۡمًا
Arab Latin: Liyudkhilal mu'miniina walmu'minaati jannaatin tajrii min tahtihal anhaaru khaalidiina fiihaa wa yukaffira 'anhum saiyi aatihim; wa kaana zaalika 'indal laahi fawzan 'aziimaa
Artinya: “Agar Dia masukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu menurut Allah suatu keuntungan yang besar,”
وَّيُعَذِّبَ الۡمُنٰفِقِيۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتِ وَالۡمُشۡرِكِيۡنَ وَ الۡمُشۡرِكٰتِ الظَّآنِّيۡنَ بِاللّٰهِ ظَنَّ السَّوۡءِؕ عَلَيۡهِمۡ دَآٮِٕرَةُ السَّوۡءِ ۚ وَ غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيۡهِمۡ وَلَعَنَهُمۡ وَاَعَدَّ لَهُمۡ جَهَنَّمَؕ وَسَآءَتۡ مَصِيۡرًا
Arab Latin: Wa yu'azzibal munaafiqiina walmunaafiqooti wal mushrikiina walmushrikaatiz zaaanniina billaahi zannas saw'; 'alaihim daaa'iratus saw'i wa ghadibal laahu 'alaihim wa la'anahum wa a'adda lahum jahannama wa saaa' at masiiraa
Artinya: “Dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Dan (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali.”
وَلِلّٰهِ جُنُوۡدُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيۡزًا حَكِيۡمًا
Arab Latin: Wa lillaahi junuudus samaawaati wal ard; wa kaanal laahu 'aziizan hakiima
Artinya: “Dan milik Allah bala tentara langit dan bumi. Dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
اِنَّاۤ اَرۡسَلۡنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيۡرًا
Arab Latin: Innaaa arsalnaaka shaahi danw wa mubashshiranw wa naziira
Artinya: “Sesungguhnya Kami mengutus engkau (Muhammad) sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,”
لِّـتُؤۡمِنُوۡا بِاللّٰهِ وَ رَسُوۡلِهٖ وَتُعَزِّرُوۡهُ وَتُوَقِّرُوۡهُ ؕ وَتُسَبِّحُوۡهُ بُكۡرَةً وَّاَصِيۡلًا
Arab Latin: Litu minuu billaahi wa Rasuulihii wa tu'azziruuhu watuwaqqiruuhu watusabbi huuhu bukratanw wa asiilaa
Artinya: “Agar kamu semua beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya pagi dan petang.”
اِنَّ الَّذِيۡنَ يُبَايِعُوۡنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوۡنَ اللّٰهَ ؕ يَدُ اللّٰهِ فَوۡقَ اَيۡدِيۡهِمۡ ۚ فَمَنۡ نَّكَثَ فَاِنَّمَا يَنۡكُثُ عَلٰى نَفۡسِهٖۚ وَمَنۡ اَوۡفٰى بِمَا عٰهَدَ عَلَيۡهُ اللّٰهَ فَسَيُؤۡتِيۡهِ اَجۡرًا عَظِيۡمًا
Arab Latin: Innal laziina yubaayi'uunaka innamaa yubaayi'uunal laaha yadul laahi fawqa aydehim; faman nakasa fainnamaa yuankusu 'alaa nafsihii wa man awfaa bimaa 'aahada 'alihul laaha fasa yu'tiihi ajran 'aziimaa
Artinya: “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas (janji) sendiri; dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Dia akan memberinya pahala yang besar.”
Advertisement
Tafsir dari Bacaan Inna Fatahna Laka Fathan Mubina
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
Setelah mengetahui bacaan inna fatahna laka fathan mubina artinya adalah “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”. Menurut Ibnu Syihab az-Zuhri, tafsir bacaan surat Al-Fath ayat 1 tersebut adalah,
"Tidak ada kemenangan yang lebih besar daripada kemenangan yang ditimbulkan oleh Perdamaian Hudaibiyyah dalam sejarah penyebaran agama Islam pada masa Rasulullah. Sejak terjadinya perdamaian itu, terjadilah hubungan yang langsung antara orang-orang Muslim dan orang-orang musyrik Mekah. Orang Muslim dapat menginjak kembali kampung halaman dan bertemu dengan keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Dalam hubungan dan pergaulan yang demikian itu, orang-orang kafir telah mendengar secara langsung percakapan kaum Muslimin, baik yang dilakukan sesama kaum Muslimin, maupun yang dilakukan dengan orang kafir sehingga dalam masa tiga tahun, banyak di antara mereka yang masuk Islam. Demikianlah proses itu berlangsung sampai saat penaklukan Mekah, kaum Muslimin dapat memasuki kota itu tanpa pertumpahan darah.”
Sehingga dapat dikatakan arti dari kemenangan dalam ayat Al-Fath adalah keberhasilan Rasulullah dalam menaklukkan kota Mekkah dengan melakukan perdamaian Hudaibiyyah (Sulhul-Hudaibiyyah).
Keutamaan Membaca Inna Fatahna Laka Fathan Mubina
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3938301/original/061397600_1645162891-pexels-gr-stocks-8522573.jpg)
Lafaz inna fatahna laka fathan mubina memiliki kedudukan istimewa di hati Rasulullah SAW, bahkan disebut sebagai salah satu wahyu yang paling membahagiakan beliau. Keistimewaan ini ditegaskan dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Tirmidzi, dan Nasai, yang artinya:
"Tadi malam diturunkan kepadaku suatu surat yang lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya, yaitu 'Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang' (Al-Fath: 1-2)."
Ungkapan ini menunjukkan betapa dalamnya makna yang terkandung dalam Surah Al-Fath, terutama ayat pertama. Bagi Rasulullah, ayat ini bukan hanya tentang kemenangan lahiriah, tetapi juga pertanda diterimanya dakwah Islam oleh Allah SWT. Maka tidak heran bila umat Islam yang mengimani kandungan dari inna fatahna laka fathan mubina artinya akan menemukan harapan baru dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Dengan meyakini pesan ilahi dalam ayat tersebut, setiap Muslim seolah diajak untuk menanamkan kepercayaan penuh bahwa jalan keluar selalu tersedia bagi hamba yang sabar dan bertawakal. Kemenangan yang dijanjikan bisa datang dalam bentuk ketenangan batin, penyelesaian persoalan, atau pembukaan jalan rezeki yang sebelumnya terasa tertutup. Ayat ini pun menjadi semacam penguat jiwa bagi siapa pun yang merindukan pertolongan dan keberhasilan yang datang dari Allah.
Advertisement
QnA yang Sering Dipertanyakan tentang Inna Fatahna Laka Fathan Mubina
Q: Kapan ayat ini diturunkan?
A: Ayat ini diturunkan setelah Perjanjian Hudaibiyah pada tahun 6 Hijriyah. Meskipun secara lahiriah perjanjian itu dianggap merugikan kaum Muslimin, Allah justru menyebutnya sebagai kemenangan besar karena membuka jalan bagi penyebaran Islam yang lebih luas.
Q: Mengapa ayat ini sangat disukai oleh Rasulullah SAW?
A: Rasulullah SAW menyebut ayat ini lebih beliau cintai daripada dunia dan seisinya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Tirmidzi, dan Nasai, Nabi mengatakan bahwa turunnya ayat ini adalah bentuk kasih sayang dan kabar gembira dari Allah, serta jaminan pengampunan atas dosa-dosa beliau.
Q: Apakah ayat ini hanya berlaku untuk Nabi Muhammad SAW saja?
A: Secara langsung, ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Namun secara makna, umat Islam dapat mengambil pelajaran bahwa setiap kesabaran dan perjuangan di jalan Allah akan dibalas dengan kemenangan yang nyata. Banyak ulama menafsirkan bahwa ayat ini juga memberikan harapan bagi siapa pun yang mengharapkan pertolongan Allah.
Q: Apa manfaat membaca Inna Fatahna Laka Fathan Mubina?
A: Membaca ayat ini dipercaya sebagai bentuk doa memohon kemenangan, kelapangan, dan penyelesaian masalah. Meski tidak ada dalil spesifik tentang fadhilah membaca ayat ini secara rutin, para ulama menganjurkan membaca ayat-ayat Al-Qur’an sebagai bentuk dzikir dan penguat hati.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4573773/original/021416200_1694591354-20230913111830__fpdl.in__quran-being-held-hands-close-up_23-2148444089_normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3403886/original/091287400_1615978933-quran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2241544/original/039258100_1528334197-20180606-Muslim-Afghanistan-Berburu-Berkah-Lailatul-Qadar-AP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553186/original/075515900_1775911814-IMG-20260410-WA0016_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530858/original/024083900_1773495896-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_07.01.28__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523352/original/069144700_1772804015-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_16.21.40__1_.jpeg)