Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir Artinya Apa? Pahami Fungsinya

Mencoba memahami arti hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir Arab juga menjadi bentuk kesungguhan dalam mengerjakan zikir sebagai sarana berkomunikasi dengan Allah SWT.

Diperbarui 09 Juni 2025, 10:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sebagai salah satu dari rangkaian zikir arti hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir Arab sudah sepatutnya dipahami oleh umat muslim. Zikir adalah ibadah yang dilakukan dengan mengingat dan menyebut pujian kepada Allah SWT secara berulang-ulang.

Zikir kepada Allah membawa manfaat psikologis dan spiritual. Dalam buku Madarijus-Salikin Manazili lyyaka Na'budu wa Iyyaka Nasta'in karya Ibn Qayyim, ia menguraikan secara tekstual bahwa pengulangan zikir memperkuat iman, menghadirkan ketenangan, dan menanamkan tawakkal.

Dalam konteks modern, riset berjudul  Psychology & Behavioral Science International Journal di Jurnal Psiko-Islamika membuktikan efek fisiologis nyata, menunjukkan penurunan kecemasan dan stres pada ibu hamil, sehingga zikir tidak hanya ibadah spiritual, tetapi juga terapi psikologis.

Mengerti arti hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir Arab penting agar bacaan zikir yang diucapkan dapat dihayati. Mencoba memahami makna dari kalimat ini juga menjadi bentuk kesungguhan dalam mengerjakan zikir sebagai sarana berkomunikasi dengan Allah SWT.

Dengan begitu, seorang Muslim dapat mendapatkan manfaat dari ibadah zikir secara maksimal. Berikut arti hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir Arab yang Liputan6.com rangka dari berbagai sumber, Senin (9/6/2025).

Kaidah Bahasa dari Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir

Dikutip dari laman resmi Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga dalam materi khutbah karya Sodiq Fajar, ia memberikan penjelasan i‘rāb lengkap:

  • “hasbunā Allāhu”: ‘hasbunā’ (kita cukup), subjek (mubtada’) + dhamir;
  • ‘Allāhu’ sebagai khabar dalam keadaan rafa’.
  • “wa ni‘mal wakīl ni‘mal maulā wa ni‘man nāṣir”: rangkaian isti‘na’ (pujian terulang guna memperkuat), menunjuk Allah sebagai wakil (pelindung), maulā (pemimpin), serta nāṣir (penolong).

Kalimat ini mencerminkan struktur fi‘il mubāhat yang mengandung pujian dalam konteks deklaratif. Kaidah bahasa kalimat zikir bersifat deklaratif, dimulai dengan subjek → predikat → pujian, kemudian diperkuat dengan rangkaian isti‘na’ tambahan. Dari analisis morfologis dan i‘rāb, rangkaian huruf dan kata membentuk makna tawakkal dan penghormatan yang dalam.

Ungkapan ini bukan hanya literal, namun mengandung intensi kuat (ni‘ma) sebagai penegasan kualitas terbaik milik Allah. Pengulangan isti‘na’ menambah kedalaman makna dari penjagaan hingga dominasi hakiki Allah dalam kehidupan hamba. Kaidah kebahasaan Qur’āniyah ini mengandung pragmatik pujian dan deklarasi ketawakkalan yang utuh.

 

Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir

Artinya: Cukuplah bagi kami Allah, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami

Selain bacaan versi panjang seperti yang sudah disebutkan, ada pula bacaan versi pendek yang dapat dipilih, seperti berikut.

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

hasbunallah wanikmal wakil

Artinya: Cukuplah bagi kami Allah sebagai penolong dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.

Kedua bacaan zikir ini sama-sama dapat diamalkan sebagi bentuk ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan membaca hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir seorang Muslim berserah diri kepad Allah dan memohon perlindunganhanya pada-Nya.

Dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil tertuang dalam surah Ali Imran Ayat 173, yang berbunyi,

 ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

Artinya: Orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.

Sedangkan Dzikir Nikmal Maula Wanikman Nasir tertuang dalam surah Al Anfal ayat 80, yang berbunyi,

وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَوْلٰىكُمْ ۗنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Artinya: Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Fungsi dan Keutamaan Zikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir

Sebagai salah satu bentuk ibadah, zikir hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir juga memilikimkeutamaan yang akan mendatangkan manfaat bagi orang yang mengamalkannya. Dalam buku Ampuhnya kalimat hasbunallah wani'mal wakiil tahun 2012 karya Ahmad Fathoni El-Kaysi, ia meneragkan Hasbunallāh… bukan sekadar zikir, ia adalah afirmasi spiritual yang memberi rasa aman sejati.

Fungsi zikir terhadap Allah mencakup aspek spiritual (tawakkal, qana'ah), emosional (ketenangan, pengurangan stres), dan materiil (kemudahan rezeki). Zikir membentuk mindset religius proaktif pengakuan dominasi Allah disertai usaha nyata.

Berikut keutamaan  zikir hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir.

1. Mendapat Perlindungan Allah

Salah satu keutamaan dzikir adalah mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Orang yang senantiasa mengingat Allah dan memuji-Nya akan dilindungi dari berbagai keburukan. Dzikir juga dianggap membuka pintu keselamatan di dunia dan akhirat. Hal ini dapat dilihat dari hadis yang menyatakan bahwa dzikir tertentu, jika diucapkan tiga kali di sore hari, dapat melindungi seseorang dari bahaya racun di malam tersebut.

2. Mendekatkan Diri pada Allah

Dzikir adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini merupakan salah satu amalan yang paling disukai oleh Allah. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa dzikir kepada Allah adalah perbuatan yang paling suci di sisi-Nya dan dapat mengangkat derajat seseorang. Melalui dzikir, seseorang bisa merasa dekat dengan Allah dan merasa lebih mendekatkan diri kepada-Nya. 

3. Dicukupi Kebutuhannya

Dzikir juga dianggap sebagai amalan yang membuka pintu rezeki. Ini membuat urusan dunia dan akhirat seseorang terasa lebih lancar dan mudah. Saat berdzikir, seseorang akan merasa bersyukur atas segala yang telah diberikan Allah, sehingga hati selalu merasa cukup dan jauh dari perasaan tamak dan serakah.

4. Dijanjikan Surga

Dzikir adalah amalan yang disukai oleh Allah SWT, mereka yang melakukannya setiap hari dijanjikan surga oleh Allah. Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari (7/150, no. 6306).

5. Amalan yang Disukai Rasulullah

Dzikir juga merupakan amalan yang sangat disukai oleh Rasulullah SAW. Beliau sendiri tidak pernah melewatkan dzikir setiap harinya, sehingga dzikir menjadi salah satu sunah yang dianjurkan oleh umat Muslim. Meniru amalan Rasulullah adalah tindakan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam.

6. Memberi Ketenangan

Dzikir dapat memberikan ketenangan hati. Saat seseorang mengingat Allah dengan tulus, hatinya akan merasa tenang dan damai. Ini sesuai dengan Surah Ar-Ra'd ayat 28 yang berbunyi,

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

 

Pertanyaan Umum Seputar Zikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir

1. Apa arti dari zikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir?

Zikir ini berarti: “Cukuplah Allah bagi kami, sebaik-baik pelindung, sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik penolong.” Kalimat ini menunjukkan tawakkal total kepada Allah dalam menghadapi kesulitan.

2. Dalam kondisi apa sebaiknya zikir ini dibaca?

Zikir ini dianjurkan dibaca saat menghadapi kesulitan, tekanan hidup, musuh, atau situasi yang menuntut kepercayaan penuh kepada kekuasaan Allah. Ini berdasarkan QS. Ali Imran: 173.

3. Apakah zikir ini berasal dari Al-Qur'an?

Ya, bagian pertama "Hasbunallah wa ni‘mal wakīl" terdapat dalam QS. Ali Imran ayat 173. Sisanya adalah bentuk pujian lanjutan kepada Allah yang sering dibaca dalam doa dan dzikir.

4. Apakah zikir ini memiliki keutamaan khusus?

Zikir ini merupakan bentuk tawakkal yang sangat tinggi dan mengandung pujian kepada Allah. Keutamaannya antara lain menenangkan hati, memperkuat iman, dan menjadi sebab turunnya pertolongan Allah.

5. Berapa kali sebaiknya zikir ini dibaca setiap hari?

Tidak ada batasan khusus, namun sebagian ulama menganjurkan membacanya sebanyak 450 kali untuk mendatangkan ketenangan dan perlindungan, berdasarkan praktik sebagian ahli zikir dan kitab-kitab tazkiyah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6