Syuruq Adalah Awal Matahari Menerangi, Apakah Sama dengan Dhuha?

waktu syuruq atau biasa juga disebut sebagai Isyraq dalam ajaran Islam menjadi pembagian waktu ibadah sunnah yang umum disebut salat syuruq atau salat israq.

Diperbarui 18 Juni 2025, 13:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Waktu syuruq secara bahasa dapat dimaknai sebagai timur, terbit, dan menerangi. Kata syuruq berasal dari bahasa Arab شُرُوْقٌ yang berarti waktu terbit matahari. Konsep waktu syuruq atau biasa juga disebut sebagai Isyraq dalam ajaran Islam menjadi pembagian waktu ibadah sunnah yang umum disebut salat syuruq atau salat israq.

Menurut Majelis Tarjih Muhammadiyah (2016), istilah Syuruq atau Isyraq berasal dari kata dasar “syarq” yang berarti terbit atau menerangi, menunjukkan waktu di mana matahari telah meninggi sekitar satu tombak (~15 menit setelah terbit).

Sebenarnya istilah syuruq memiliki perbedaan makna dengan israq. Syuruq merujuk pada akhir waktu Subuh yang dimulai saat fajar pertama kali terlihat di horison timur dan berakhir ketika matahari mulai terbit (Syuruq).

Sedangkan Isyraq juga merujuk pada fajar yang merupakan awal waktu salat Dhuha. Waktu Isyraq dimulai sekitar 15 hingga 20 menit setelah matahari terbit atau Syuruq. 

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa waktu syuruq berbeda dengan waktu dhuha. Berikut ulasan tentang apa itu waktu syuruq dan perbedaannya dengan waktu dhuha, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (18/6/2025).

Perbedaan Waktu Syuruq dan Dhuha

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, waktu syuruq dan waktu dhuha adalah dua waktu yang berbeda. Buku Raih Pahala Haji Umroh Setiap Hari yang ditulis oleh Muhammad Andhyka Afrianto juga menjelasakan, salat syuruq bukanlah salat dhuha. Penjelasan perbedaan konsep waktu syuruq dan dhuha ada pada salah satu riwayat hadits sebagai berikut,

“Ketika matahari terbit dan mulai naik (satu atau dua tombak) maka Rasulullah SAW berdiri dan sholat dua rakaat; dan ketika matahari mulai menjulang tinggi dari arah timur dalam seperempat siang maka beliau sholat empat rakaat.” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah)

Sholat Syuruq dan Sholat Dhuha adalah salat sunnah yang dikerjakan pada waktu yang berlainan. Sholat Syuruq adalah shalat yang dilakukan ketika matahari sudah meninggi sekitar satu tombak dalam pandangan mata dan sekitar 15 menit setelah matahari terbit. Ini adalah waktu ketika Rasulullah SAW berdiri dan melaksanakan dua rakaat shalat, seperti yang tercantum dalam hadits.

Dilansir dari jurnal Formulasi Waktu Salat Perspektif Fikih dan Sains (Neliti, 2020), Syuruq didefinisikan sebagai ditandai dengan munculnya piringan atas matahari di ufuk timur, atau posisi matahari mencapai -1° dari ufuk

Sedangkan, salat Dhuha adalah salat yang dilakukan pada waktu Dhuha, yang dimulai setelah terbitnya matahari dan berlanjut hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Apabila dibandingkan dengan salat syuruq, salat dhuha realtif lebih longgar secara waktu pengerjaan dan rangkaian ibadahnya.

Ada berapa rangkaian ibadah yang perlu dilakukan seorang Muslim ketika melakukan salat syuruq. Shalat sunnah ini dikerjakan setelah sholat subuh berjamaah. Sebelum melakukan shalat syuruq seorang muslim juga dianjurkan berdzikir sampai terbit matahari, kemudian melaksanakan sholat syuruq dua rakaat

 

Waktu Salat Isyrāq dalam Perspektif Fikih

Mengutip jurnal berjudul Analisis Ilmu Falak Tentang Pelarangan Waktu Salat dipublikasikan di Hisabuna 2023 dijelaskan diantara syarat sahnya salat ialah mengetahui bahwa waktu salat telah tiba. Maka dari itu sangat penting untuk mempelajari dan memperhatikan segala hal yang terkait dengan waktu salat.

Salat sunah Isyrāq termasuk dalam salah satu salat sunahyang memiliki waktu. Salat sunah Isyrāq dikerjakan setelahmatahari terbit sekitar satu tombak setelah matahari terbit.

ImamAl-Ghazālī mempopulerkan salat setelah terbitnya mataharidengan sebutan salat Isyrāq, dalam kitabnya Bidāyah al-Hidāyahdalam Bāb Ādābu Mā Ba‟da Ṭulū‟i al-Syams ilā Al-Zawwāl.

Permulaan salat dua rakaat yang dilakukan oleh RasulullahSAW pada saat matahari terbit pada hadits di atas dijadikansebagai hujjah kesunahan salat Isyrāq.

Waktu ketika matahariterbit merupakan salah satu waktu yang diharamkannya salat. Kemudian apabila matahari telah meninggi seukuran satu ataudua tumbak, maka kita diperbolehkan kembali melakukan salat.

Ditegaskan dalam penelitian Penentuan Waktu Salat Sunah Isyrāq Dalam Perspektif Fikih Dan Ilmu Falak oleh Farhan Nurfawaid Hasyim, dalam literatur kitab-kitab fikih klasik, hampir tidak adabahasan khusus tentang salat Isyrāq ini. Karena salat Isyrāqdalam pandangan jumhur Ulama Fikih dikategorikan termasuksalat Duha itu sendiri. Namun, dari keterangan Imam AlGhazālī inilah yang dijadikan rujukan dalam melaksanakan salatsunah Isyrāq.

 

Keutamaan Salat Syuruq

Keutamaan Shalat Syuruq dibandingkan dengan Shalat Dhuha terletak pada pahala yang diberikan serta syarat khusus yang harus dipenuhi untuk mengerjakannya. Shalat Syuruq memiliki keutamaan pahalanya yang setara dengan pahala haji dan umrah .

Seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut,

وعمرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم تامة تامة تامة

Artinya: Barang siapa yang sholat subuh berjamaah kemudian duduk berzikir kepada Allah sampai terbit matahari kemudian sholat dua rakaat maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah." Anas berkata bahwa Rasulullah bersabda, 'Sempurna, sempurna, sempurna. (HR. At-Tirmidzi)

Untuk mendapatkan pahala setara dengan haji dan umrah melalui Shalat Syuruq, seorang Muslim harus memenuhi syarat khusus. Syarat tersebut melibatkan berdzikir kepada Allah setelah Shalat Subuh berjamaah, hingga terbit matahari, dan kemudian melaksanakan Shalat Syuruq dua rakaat.

Melaksanakan Shalat Syuruq dengan khushu' adalah tanda kesungguhan dalam beribadah dan mencari keridhaan Allah. Dengan melaksanakan shalat ini, seorang Muslim menunjukkan ketulusan niatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan pahala yang besar.

 

 

Tata Cara Melaksanakan Salat Syuruq

Menurut skripsi Penentuan Waktu Salat Sunah Isyrāq Dalam Perspektif Fikih Dan Ilmu Falak oleh Farhan (Walisongo, 2021), pelaksanaan sholat Isyraq dapat dilakukan di masjid atau rumah berlandaskan hadits Rasulullah dan pendapat mazhab Syafi‘i bahwa waktu isyraq adalah awal waktu dhuha

1. Membaca Niat

أصلى سنة الإشراق ركعتين لله تعالى 

Ushalli sunnatal isyraqi rak’ataini lillahi ta’ala. 

Artinya: Aku niat shalat sunnah isyraq dua rakaat karena Allah.

2. Takbiratul ihram

3. Membaca surah al-Fatihah dilanjutkan salah satu surah dalam Al-Qur’an (Dianjurkan surah Ad-Dhuha)

4. Rukuk

5. Iktidal

6. Sujud pertama

7. Duduk di antara dua sujud

8. Sujud kedua rakaat pertama

9. Berdiri dan mengulang urutan di atas sejak membaca Surah al-Fatihah, salah satu surah dalam Al-Qur’an (dianjurkan surah As-Syarh), hingga sujud kedua

10. Duduk tasyahud

11. Mengucapkan salam, menoleh ke kanan dan kiri.

 

Doa Setelah Sholat Syuruq

Setelah mengerjakan salat syuruq umat Islam juga dianjurkan untuk memanjatkan doa setelah sholat syuruq sebagai berikut,

اَللّهُمَّ يَا نُوْرَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَسْطُوْرٍ فِيْ رِقٍّ مَنْشُوْرٍ وَالبَيْتِ المَعْمُوْرِ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ نُوْرًا أَسْتَهْدِيْ بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ وَيَصْحَبُنِيْ فِيْ حَيَاتِيْ وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظَلاَم مِشْكَاتِيْ، وَأَسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ

وَضُحَاهَا وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِيْ لَا يَحْجُبُهَا غَيْمُ الْأَوْهَامِ وَلَا يَعْتَرِيْهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التَّمَامِ، بَلْ أَدِمْ لَهَا الْإِشْرَاقَ وَالظُهُوْرَ عَلَى مَمَرِّ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللهم اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِإِخْوَاِننَا فِي اللهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا أَجْمَعِيْنَ.

Allahumma yaa nuuron nuuri bith-thuuri wa kitaabim masthuurin fii riqqin mansyuurin wal baitl ma’muuri, as`aluka an tarzuqonii nuuron astahdii bihi ilaika wa adallu bihi ‘alaika wa yashhabunii fii hayaatii wa ba’dal intiqooli min dzolaami misykaatii,

wa as'aluka bisy-syamsi wa dluhaaha wa nafsin maa siwaahaa an taj’ala syamsa ma’rifatika musyriqotan bii laa yahjubuhaa ghoimul auhaami walaa ya’tariihaa kusuufu qomaril waahidiyyah ‘indat tamaami bal adim lahaal isyrooqo wadz-dzuhuuro ‘alaa mamarril ayyaami wad-duhuuri.

Wa shalli Allahumma ‘alaa sayyidinaa Muhammadin khootamil anbiyaa'i wal mursaliina walhamdu lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Allahummaghfir lanaa waliwaalidiina wa liikhwaaninaa fillaahi ahyaa'an wa amwaatan ajma’iina.

Artinya: Ya Allah, Wahai Cahayanya Cahaya, dengan wasilah bukit Thur dan kitab yang ditulis pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah Baitul Ma'mur, aku memohon padamu atas cahaya yang dapat menunjukkanku kepada-Mu.

Cahaya yang dapat mengiringi hidupku dan menerangiku setelah berpindah (ke alam lain; bangkit dari kubur) dari kegelapan liang (kubur)-ku.

Aku meminta kepada-Mu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan dengan jiwa dan kesempurnaannya, agar Engkau menjadikan matahari ma’rifat kepada-Mu yang seperti matahari cerahnya bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemahaesaan di kala purnama.

Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun. Berikanlah rahmat ta'dzim Wahai Allah kepada junjungan kami Muhammad, sang pamungkas para nabi dan rasul.

Segala Puji hanya milik Allah Tuhan penguasa alam. Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal. (Nawawi al-Jawi, Nihayatuz Zain, halaman 103)

 

 

QnA Pertanyaan Seputar Waktu Syuruq

1. Apa itu waktu Syuruq?

Syuruq adalah munculnya piringan atas matahari di ufuk timur (~–1°) atau saat matahari meninggi satu tombak (~15 menit)

2. Kapan waktu terbaik untuk sholat Syuruq?

Segera setelah matahari meninggi (±15 menit pasca terbit), sebelum masuk waktu dhuha, sesuai nash fiqih dan astronomi.

3. Berapa rakaatnya Sholat Syuruq?

Dilaksanakan sebanyak 2 rakaat, mengacu pada panduan fiqih sunah 

4. Bolehkah sholat Syuruq di rumah?

Ya, boleh. Ulama Syafi‘i dan mazhab lain memperbolehkan pelaksanaannya baik di masjid maupun di rumah.

5. Apa perbedaan Syuruq dengan Dhuha?

Secara teknis Syuruq adalah awal Dhuha—dibaca saat matahari meninggi setombak; sedangkan Dhuha mencakup waktu hingga menutup sebelum Zhuhur

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6