Liputan6.com, Jakarta Dalam struktur sel eukariotik, nukleus atau inti sel merupakan organel paling menonjol dan vital, karena di sanalah materi genetik disimpan dan dikendalikan. Dikutip dari buku Fisiologi Manusia Edisi Revisi (2021) karya Dr. Umar, M.S., dkk., menjelaskan bahwa nukleus adalah bagian yang berbentuk oval dan terletak di tengah sel. Bagian ini dikelilingi oleh suatu membran atau selaput berlapis ganda yang memisahkan inti sel lainnya.
Nukleus berperan sebagai pusat pengatur seluruh aktivitas sel, mulai dari pertumbuhan, pembelahan, hingga sintesis protein. Keberadaan nukleus memungkinkan sel mempertahankan kestabilan informasi genetik dan merespons rangsangan dari lingkungan dengan cara yang terkoordinasi dan tepat.
Menurut Bruce Alberts dkk. dalam buku Molecular Biology of the Cell (2015), menegaskan bahwa nukleus tidak hanya menyimpan DNA, tetapi juga mengatur kapan dan bagaimana gen diaktifkan untuk menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan sel. Selain menyimpan materi genetik, nukleus juga memproses transkrip RNA sebelum keluar ke sitoplasma untuk diterjemahkan menjadi protein.
Advertisement
Agar lebih paham, berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (11/6/2025).
Mengenal Nukleus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3292004/original/041771400_1604983379-ANIMAL_CELL.jpg)
Nukleus adalah istilah yang merujuk pada inti sel. Nukleus adalah inti sel yang bisa ditemukan pada sel eukariotik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nukleus adalah bagian dari sel yang dianggap penting sekali untuk melangsungkan kehidupan.
Nukleus memiliki diameter hanya 5 mikrometer dan terletak di tengah sel. Â Bentuknya bulat hingga oval bergantung jenis sel. Meski kecil, fungsi nukleus untuk tubuh manusia sangatlah penting. Fungsi nukleus adalah sebagai pusat informasi serta pusat kendali seluruh aktivitas sel. Jika diibaratkan dengan tubuh manusia, inti sel ini memiliki peran yang mirip dengan otak.
Jadi, nukleus adalah organel sel yang memiliki fungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel. Nukleus adalah sel paling besar yang memiliki informasi genetik berupa DNA. Nukles adalah organel yang sangat vital bagi kehidupan karena dapat mengendalikan seluruh kegiatan sel.Â
Advertisement
Bagian-Bagian Nukleus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2756670/original/025137600_1553082629-1__2_.jpg)
Bagian-bagian nukleus adalah sebagai berikut:
1. Membran inti
Membran inti adalah membran ganda fosfolipid yang mampu menyelimuti seluruh inti sel. Selain itu, membran inti ini memiliki fungsi sebagai pemisah antara inti sel dan sitoplasma sel. Membran sel juga memiliki peran untuk mengatur pertukaran zat yang ada di dalam nukleus dengan yang ada di luar nukleus. Membran inti memiliki tiga bagian, yaitu:
- Membran luar. Membran luar biasanya berhubungan secara langsung pada organel retikulum endoplasma kasar yang bertabur dengan ribosom.
- Ruang perinuklear. Ruang perinuklear merupakan ruangan yang tercipta di antara membran luar dan juga membran dalam.
- Membran dalam. Membran dalam adalah bagian paling dalam pada membran inti.
Fungsi nukleus pada membran inti ini sebagai pintu keluar masuk RNA dan protein. Selain itu, pada membran inti terdapat pori nukleus. Pori-pori tersebut berguna sebagai pertukaran molekul besar (protein dan RNA) antara nukleus dan sitoplasma.
2. Nukleoplasma
Nukleoplasma adalah cairan kental dan transparan yang ada di dalam nukleus atau inti sel. Pada nukleoplasma ini pun terdapat kromatin, granula, nukleoprotein dan juga senyawa kima kompleks lainnya. Nukleoplasma terdiri dari air dengan garam, enzim, dan molekul organik di dalamnya.
Nukleolus dan kromosom dikelilingi oleh nukleoplasma, yang berfungsi untuk melindungi isi nukleus. Nukleoplasma juga mendukung nukleus dengan membantu mempertahankan bentuknya. Selain itu, nukleoplasma juga menyediakan media di mana bahan, seperti enzim dan nukleotida (subunit DNA dan RNA), dapat diangkut ke seluruh bagian nukleus.
3. Nukleolus atau anak inti
Nukleolus tersusun dari fosfoprotein, orthosfatm, DNA serta beberapa enzim. Nukleolus bukanlah sebuah struktur yang tetap, pasalnya nukleolus bisa saja menghilang ataupun mengecil saat tugas telah dilakukan. Fungsi dari nukleolus adalah membantu mensintesis ribosom dengan menyalin dan menyusun subunit RNA ribosom. Subunit-subunit ini bergabung bersama untuk membentuk kembali ribosom selama proses sintesis protein.
4. Kromosom
Kromosom adalah struktur berupa benang halus yang terletak di dalam inti sel. Kromosom terdiri dari DNA, yang berisi informasi hereditas dan instruksi untuk pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi sel. Kombinasi DNA dan protein di dalam kromosom ini disebut juga dengan kromatin.
Fungsi Nukleus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2756671/original/035618400_1553082629-2__3_.jpg)
Nukleus atau inti sel merupakan salah satu organel terpenting dalam sel eukariotik. Nukleus berfungsi sebagai pusat kendali seluruh aktivitas sel karena di dalamnya tersimpan materi genetik berupa DNA. DNA inilah yang membawa informasi penting mengenai pewarisan sifat, pembentukan protein, hingga pengaturan pertumbuhan dan pembelahan sel. Karena perannya yang begitu penting, nukleus sering dijuluki sebagai otak dari sel.
Salah satu fungsi utama nukleus adalah mengontrol ekspresi genetik. Di dalam nukleus berlangsung proses transkripsi, yaitu pengubahan informasi genetik dari DNA menjadi RNA. RNA inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi protein di ribosom.
Menurut Bruce Alberts dkk. dalam Molecular Biology of the Cell (2015), disebutkan bahwa nukleus menampung materi genetik sel, yang mengendalikan aktivitas dan perkembangan sel. Dengan begitu, nukleus tidak hanya menyimpan informasi genetik, tetapi juga mengatur bagaimana dan kapan informasi tersebut digunakan oleh sel.
Fungsi lainnya yang tak kalah penting adalah tempat terjadinya replikasi DNA, yaitu proses penggandaan materi genetik sebelum pembelahan sel. Ini menjamin bahwa setiap sel anak akan menerima informasi genetik yang sama. Selain itu, di dalam nukleus terdapat nukleolus, yaitu struktur padat yang berperan dalam sintesis subunit ribosom, yang kelak akan membantu pembentukan protein di sitoplasma.
Menurut Diah Aryulina dalam buku Biologi: Jilid 2 (2007), dijelaskan bahwa Nukleus berperan sebagai tempat berlangsungnya sintesis RNA, mengendalikan metabolisme sel, dan mengatur proses pembelahan melalui aktivitas DNA. Dengan begitu, nukleus adalah pusat koordinasi yang tidak hanya menyangkut genetika, tetapi juga menyangkut metabolisme dan siklus hidup sel secara keseluruhan.
Dengan semua fungsinya yang vital, kerusakan atau gangguan pada nukleus dapat menyebabkan gangguan pada seluruh sistem sel, bahkan memicu mutasi atau penyakit. Oleh karena itu, memahami struktur dan fungsi nukleus menjadi sangat penting dalam bidang biologi, kedokteran, dan bioteknologi. Nukleus bukan sekadar tempat penyimpanan DNA, tetapi juga pengatur kehidupan sel secara menyeluruh.
Advertisement
QnA yang Sering Dipertanyakan tentang Nukleus
Q: Apa itu nukleus?
A: Nukleus adalah inti sel yang berfungsi sebagai pusat pengendali aktivitas sel. Di dalamnya terdapat materi genetik berupa DNA yang mengatur sintesis protein, pembelahan sel, dan pewarisan sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Q: Di mana letak nukleus dalam sel?
A: Nukleus terletak di dalam sitoplasma, biasanya di bagian tengah sel. Namun, pada beberapa jenis sel seperti sel lemak atau sel otot, letaknya bisa bergeser ke pinggir karena tekanan dari komponen lain di dalam sel.
Q: Apakah semua sel memiliki nukleus?
A: Tidak. Hanya sel eukariotik yang memiliki nukleus sejati. Sedangkan sel prokariotik seperti bakteri tidak memiliki nukleus; materi genetiknya berada langsung di sitoplasma tanpa dibungkus membran inti.
Â
Q: Apa peran nukleolus yang ada di dalam nukleus?
A: Nukleolus adalah bagian kecil di dalam nukleus yang berfungsi untuk membentuk subunit ribosom, yaitu tempat sintesis protein dimulai. Ribosom yang terbentuk kemudian keluar ke sitoplasma untuk bekerja.
Q: Apa yang terjadi jika nukleus rusak atau hilang dari sel?
A: Jika nukleus rusak atau hilang, sel tidak bisa lagi mengatur fungsinya dengan benar. Aktivitas seperti pembelahan, produksi protein, dan perbaikan sel akan terganggu. Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan kematian sel atau bahkan kelainan genetik.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4481381/original/078707500_1687763701-struksel-23.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)