Tahawwur adalah Membabi Buta, Pahami Definisi dan Contoh Perilakunya dalam Kehidupan

Tahawwur adalah nekad yang berarti melakukan tindakan tidak pada tempat dan waktu.

Diterbitkan 29 Juni 2023, 16:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tahawwur adalah istilah dalam bahasa Arab yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat, terutama umat Muslim. Perilaku tahawwur ini termasuk dalam sifat tercela yang harus dihindari kaum Muslim karena dapat merusak.

Dikutip dari situs Cendikia Kemenag, tahawwur adalah nekad yang berarti melakukan tindakan tidak pada tempat dan waktu. Sedangkan secara umum, pengertian dari tahawwur adalah akhlak yang membabi buta.

Tahawwur adalah sifat dan perilaku yang bukan pada tempatnya. Bisa juga disebut dengan istilah sifat yang keterlaluan, gegabah, ceroboh, dan tergesa-gesa. Perilaku ini termasuk penyakit hati yang sering tidak disadari oleh manusia.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai definisi tahawwur dan contoh perilakunya dalam kehidupan yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (29/6/2023).

Definisi Tahawwur

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak Untuk Madrasah Aliyah oleh Drs. H. Thoyib Sah Saputra, menjelaskan bahwa tahawwur dalam Kamus Arab-Inggris diartikan dengan distorted atau terdistorsi, perverted (menyimpang), corrupted atau rusak, misrepresented atau disalahpahami, misstated atau salah saji, falsified atau dipalsukan. Dalam bahasa Arab dipadankan dengan taharruf yang artinya menyimpang.

Jadi, definisi dari tahawwur adalah sifat membabi buta atau sikap berlebihan seseorang yang timbul akibat kurang pahamnya mengenai sebuah masalah. Akibat yang ditimbulkan dari sifat kurang pahamnya mengenai sebuah masalah. Akibat yang ditimbulkan dari sifat ini antara lain, fanatisme buta, egoisme, penuntut, selalu ingin menang sendiri, meremehkan orang lain, memandang selain dirinya, dan konflik berkepanjangan.

Sementara itu dalam buku yang berjudul Tasawuf: Menyelami Makna Menggapai Kebahagiaan Spriritual (2021) karya Dr. Sehat Sultoni Dalimunthe, M.A., kata tahawwur berasal dari bahasa Arab yang artinya “menyimpang” atau “rusak”. Arti tahawwur sebenarnya merujuk kepada sifat membabi buta atau berlebih-lebihan yang timbul akibat kurangnya pemahaman mengenai suatu masalah.

Mengutip dari situs Cendikia Kemenag, tahawwur adalah nekad yang berarti melakukan tindakan tidak pada tempat dan waktu. Senada dengan info tersebut, Muhammadiyah mengartikan tahawwur adalah membabi buta.

Orang yang memiliki sifat tahawwur ini cenderung ceroboh, zalim, tamak, serampangan. Pemilik sifat tahawwur ini selalu berbuat sesuatu tanpa perhitungan. Namun jangan menyamakan tahawwur dengan sifat berani (asy-Syaja'ah).

Asy-Syaja'ah merupakan sifat terpuji karena disertai dengan perhitungan matang ketika menghadapi berbagai permasalahan. Secara bahasa, Syaja'ah adalah benar, gagah, pemberani. Syaja'ah merupakan sifat pertengahan antara Al-Jubn (pengecut) dan at-Tahawwur (berani tanpa perhitungan).

Dilansir dari buku Tasawuf Modern (2014) oleh Buya Hamka, orang yang menurutkan Tahawwur akan menghasilkan 'ranting-ranting' sifat buruk (Madzmumah). Di antara turunan Tahawwur ini adalah suka mengumpat, lekas marah, bermulut kotor, takabur, sombong, ujub dan angkuh. Sifat Tahawwur ini akan membuat seseorang bagaikan sebuah petasan yang dengan letusan paling kerasnya ingin didengar atau diperhatikan.

Dalil Tentang Tahawwur

Terdapat beberapa dalil dalam Al-Qur’an dan hadis yang membahas mengenai sikap dan perilaku tahawwur, yakni:

1. Hadis Riwayat Abu Dawud

Akhlak tercela ini sangat dibenci dan dihindari oleh Rasulullah SAW, sebagaimana hadist berikut:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ قَاتَلَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ مَاتَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ

Artinya: “Bukanlah golongan umatku (mereka) yang mengajak kepada Ashabiyah (fanatisme), dan bukan termasuk umatku orang yang berperang atas dasar Ashabiyah (fanatisme buta), dan bukan termasuk umatku orang yang meninggal dalam sikap fanatismenya itu.” (HR. Abu Dawud)

2. Surah Al-Anbiya’ Ayat 37

Dalam surah Al-Anbiya’ ayat 37, telah dijelaskan terkait larangan tergesa-gesa yang berbunyi:

خُلِقَ ٱلْإِنسَٰنُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُو۟رِيكُمْ ءَايَٰتِى فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

Artinya: “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.”

3. Kaidah Fikih

Sebagaimana yang dijelaskan dalam kaidah fikih berikut ini:

من استعجل شيأ قبل أوانه عوقب بحرمانه

Artinya: “Barangsiapa yang tergesa-gesa untuk memperoleh sesuatu yang merupakan haknya dengan cara yang haram atau tidak disyari’atkan, maka dia dihukum dengan tidak memperoleh apa yang dia inginkan, sebagai balasan dari apa yang dia lakukan tersebut.”

Contoh Perilaku Tahawwur dalam Kehidupan

Berikut ini terdapat beberapa contoh dari perilaku tahawwur dalam kehidupan sehari-hari, yakni:

  1. Boros dan suka membuang-buang harta untuk membeli barang-barang mewah.
  2. Nekad mengikuti tawuran padahal belum tahu mana yang benar dan salah.
  3. Marah yang berlebihan hingga berniat membunuh orang.
  4. Mencintai idola secara berlebih-lebihan hingga tidak peduli dengan hal lain di sekitarnya.
  5. Menghina dan merusak rumah-rumah ibadah agama lain yang tidak sesuai dengan kepercayaannya.
  6. Sering berbicara kotor kepada orang lain tanpa memikirkan perasaan hati orang lain tersebut.
  7. Keras kepala atas setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan.
  8. Berhati sendiri dan tidak mengakui kebenaran orang lain.
  9. Suka memerintah tetapi tidak suka untuk mengerjakannya.
  10. Melupakan kesalah diri sendiri.
  11. Sombong atas apa yang dicapai saat ini, baik karir maupun ilmu pendidikan.
  12. Bersikap angkuh terhadap orang lain.
  13. Senang mengecilkan hati orang lain, dengan memberikan kata-kata ejekan dan sumpa serapah.
  14. Suka mengumpat kepada orang lain.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6