Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui cara menghitung BEP (Break Even Point) merupakan hal penting dalam menjalankan usaha, baik skala kecil maupun besar. BEP adalah titik impas di mana total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga usaha belum untung tapi juga belum merugi. Dengan cara menghitung BEP dalam satuan unit maupun rupiah, pelaku usaha dapat mengetahui berapa banyak produk yang harus dijual agar modal kembali dan bisnis mulai menghasilkan keuntungan.
Dalam buku Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi (2001) karya Sartono, BEP dijelaskan sebagai alat penting dalam pengambilan keputusan keuangan jangka pendek, terutama dalam perencanaan volume penjualan dan evaluasi kelayakan usaha.
Sementara itu, dalam Akuntansi Biaya (1990) karya Mulyadi, ditegaskan bahwa pemahaman terhadap cara menghitung BEP dapat membantu pelaku usaha memperkirakan risiko kerugian serta menetapkan target penjualan yang realistis. Selain itu, BEP juga berguna dalam menyusun strategi promosi dan menetapkan harga produk. Dengan memahami cara menghitung BEP ini, pelaku usaha bisa lebih terarah dalam mencapai profit yang diinginkan.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas selengkapnya, Jum’at (13/6/2025).
Cara Menghitung BEP
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3387059/original/006009100_1614263292-closeup-shot-entrepreneur-working-from-home-his-personal-finances-savings_181624-16906.jpg)
BEP unit merujuk pada titik impas, melansir dari Bankrate, titik impas itu berupa pendapatan yang diperoleh sama dengan total biaya yang dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu, termasuk biaya tetap dan biaya variabel. Memahami cara menghitung BEP unit penting bagi perusahaan karena hal ini memberikan wawasan mengenai jumlah produk yang harus dijual agar perusahaan tidak mengalami kerugian dan mencapai titik impas dalam operasionalnya.
Sebelum menghitung BEP unit dalam Rupiah, penting untuk memahami konsep nilai jual produk. Perusahaan akan memperoleh laba bersih yang sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan untuk proses produksi. Dalam hal ini, BEP unit mencerminkan keseimbangan antara jumlah produk yang dijual dan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi produk tersebut.
Cara menghitung BEP unit dilakukan dengan menggunakan rumus BEP (jumlah unit) = Total Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit - Biaya Variabel per Unit). Rumus ini sudah sangat umum digunakan dan didasarkan pada asumsi bahwa biaya tetap tidak berubah terlepas dari jumlah produksi yang dilakukan, sementara biaya variabel meningkat sejalan dengan peningkatan produksi.
Rumus tersebut terdiri dari beberapa komponen. Di antaranya:
- Pertama, BEP (dalam unit) merupakan Break Even Point dalam unit (Q), yaitu jumlah produk yang harus terjual untuk mencapai titik impas.
- Kedua, Biaya Tetap adalah biaya yang tetap dan tidak berubah, baik perusahaan sedang berproduksi atau tidak. Contoh biaya tetap meliputi biaya sewa gedung, gaji karyawan tetap, dan biaya administrasi tetap.
- Ketiga, Biaya Variabel merujuk pada biaya yang meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah produksi. Biaya-biaya ini dapat mencakup bahan baku, bahan baku pembantu, listrik, bahan bakar, dan sebagainya. Biaya Variabel per Unit dapat dihitung dengan membagi total biaya variabel (TVC) dengan jumlah unit produksi (Q).
- Terakhir, Harga Jual per Unit adalah harga jual barang atau jasa per unit yang dihasilkan oleh perusahaan. Setelah semua komponen ini diketahui, dapat dilakukan perhitungan menggunakan rumus BEP untuk mencari tahu jumlah produk yang harus terjual agar perusahaan mencapai titik impas.
Liputan6.com lansir dari berbagai sumber, cara menghitung BEP unit memiliki tujuan utama menemukan kesetaraan antara biaya yang dikeluarkan untuk produksi barang dengan pendapatan yang dihasilkan dalam satu periode. Maka dengan mengetahui BEP unit, perusahaan dapat mengidentifikasi berapa banyak produk yang harus dijual untuk mencapai titik impas dan menjaga operasional bisnis agar tidak merugi.
Namun, penting untuk dicatat bahwa hasil perhitungan BEP unit hanya memberikan informasi tentang titik impas, di mana pendapatan sama dengan total biaya. Perusahaan masih perlu mempertimbangkan faktor lain seperti target laba dan kondisi pasar yang dapat mempengaruhi penjualan dan biaya produksi secara keseluruhan.
Dalam analisis bisnis yang lebih komprehensif, setelah menyelesaikan cara menghitung BEP unit, perusahaan dapat melanjutkan dengan melakukan analisis lebih lanjut untuk mengoptimalkan laba. Selesai menghitung BEP, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah strategis, seperti menentukan harga jual yang sesuai atau mengurangi biaya produksi untuk mencapai laba yang diinginkan.
Â
Advertisement
Contoh Cara Menghitung BEP
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4019565/original/062217900_1652263178-pexels-karolina-grabowska-4475523__3_.jpg)
1. Contoh Pertama
Perusahaan PT Maju Sejahtera merupakan produsen sepatu dan ingin menghitung Break Even Point (BEP) unit dalam Rupiah untuk produk terbarunya. Perusahaan memiliki total biaya tetap sebesar Rp 10.000.000 yang mencakup biaya sewa pabrik, gaji karyawan tetap, dan biaya administrasi tetap. Harga jual per unit sepatu yang dihasilkan adalah Rp 200.000, dan biaya variabel per unit sepatu adalah Rp 80.000 yang mencakup bahan baku, bahan bantu, dan tenaga kerja variabel.
Dalam cara menghitung BEP unit dalam Rupiah, rumus BEP (jumlah unit) = Total Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit - Biaya Variabel per Unit) akan digunakan.
Langkah pertama adalah menghitung BEP unit. Dengan menggunakan rumus tersebut, diperoleh:
BEP (jumlah unit) = 10.000.000 / (200.000 - 80.000)
BEP (jumlah unit) = 10.000.000 / 120.000
BEP (jumlah unit) = 83.33 unit
Artinya, perusahaan perlu menjual minimal 84 unit sepatu untuk mencapai Break Even Point (BEP) unit. Namun, untuk memperoleh BEP dalam Rupiah, kita perlu mengalikan jumlah unit dengan harga jual per unit.
BEP dalam Rupiah = 84 unit x Rp 200.000
BEP dalam Rupiah = Rp 16.800.000
Jadi, PT Maju Sejahtera harus menjual minimal 84 unit sepatu dengan total pendapatan sebesar Rp 16.800.000 agar mencapai titik impas dalam operasionalnya.
2. Contoh Kedua
Perusahaan PT Berkah Makmur merupakan produsen makanan ringan dan ingin menghitung Break Even Point (BEP) unit dalam Rupiah untuk produk baru mereka. Total biaya tetap per bulan adalah Rp 12.000.000 yang meliputi biaya sewa pabrik, gaji karyawan tetap, dan biaya overhead tetap lainnya. Harga jual per unit produk adalah Rp 10.000, dan biaya variabel per unit adalah Rp 5.000 yang mencakup bahan baku, kemasan, dan biaya tenaga kerja variabel.
Dalam menghitung BEP unit dalam Rupiah, rumus BEP (jumlah unit) = Total Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit - Biaya Variabel per Unit) akan digunakan.
Pertama, kita perlu menghitung BEP unit:
BEP (jumlah unit) = 12.000.000 / (10.000 - 5.000)
BEP (jumlah unit) = 12.000.000 / 5.000
BEP (jumlah unit) = 2.400 unit
Artinya, perusahaan perlu menjual minimal 2.400 unit produk untuk mencapai Break Even Point (BEP) unit. Namun, untuk menghitung BEP dalam Rupiah, kita perlu mengalikan jumlah unit dengan harga jual per unit.
BEP dalam Rupiah = 2.400 unit x Rp 10.000
BEP dalam Rupiah = Rp 24.000.000
Jadi, PT Berkah Makmur harus menjual minimal 2.400 unit produk dengan total pendapatan sebesar Rp 24.000.000 agar mencapai titik impas dalam operasionalnya.
3. Contoh Ketiga
Perusahaan PT Mandiri Sukses merupakan produsen peralatan elektronik dan ingin menghitung Break Even Point (BEP) unit dalam Rupiah untuk produk unggulan mereka. Total biaya tetap per bulan adalah Rp 15.000.000 yang mencakup biaya sewa pabrik, gaji karyawan tetap, dan biaya administrasi tetap. Harga jual per unit produk adalah Rp 500.000, dan biaya variabel per unit adalah Rp 250.000 yang meliputi biaya bahan baku, komponen elektronik, dan biaya tenaga kerja variabel.
Dalam menghitung BEP unit dalam Rupiah, rumus BEP (jumlah unit) = Total Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit - Biaya Variabel per Unit) akan digunakan.
Langkah pertama adalah menghitung BEP unit:
BEP (jumlah unit) = 15.000.000 / (500.000 - 250.000)
BEP (jumlah unit) = 15.000.000 / 250.000
BEP (jumlah unit) = 60 unit
Artinya, perusahaan perlu menjual minimal 60 unit produk untuk mencapai Break Even Point (BEP) unit. Namun, untuk menghitung BEP dalam Rupiah, kita perlu mengalikan jumlah unit dengan harga jual per unit.
BEP dalam Rupiah = 60 unit x Rp 500.000
BEP dalam Rupiah = Rp 30.000.000
Jadi, PT Mandiri Sukses harus menjual minimal 60 unit produk dengan total pendapatan sebesar Rp 30.000.000 agar mencapai titik impas dalam operasionalnya.
Â
4. Contoh Keempat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5121572/original/058465800_1738728775-1738722743666_bep-adalah.jpg)
Perusahaan PT Sejahtera Abadi merupakan produsen furnitur dan ingin menghitung Break Even Point (BEP) unit dalam Rupiah untuk produk baru mereka. Total biaya tetap per bulan adalah Rp 20.000.000 yang mencakup biaya sewa pabrik, gaji karyawan tetap, dan biaya overhead tetap lainnya. Harga jual per unit furnitur adalah Rp 2.500.000, dan biaya variabel per unit adalah Rp 1.500.000 yang meliputi bahan baku, tenaga kerja variabel, dan biaya produksi lainnya.
Langkah pertama adalah menghitung BEP unit:
BEP (jumlah unit) = 20.000.000 / (2.500.000 - 1.500.000)
BEP (jumlah unit) = 20.000.000 / 1.000.000
BEP (jumlah unit) = 20 unit
Artinya, perusahaan perlu menjual minimal 20 unit furnitur untuk mencapai Break Even Point (BEP) unit. Untuk menghitung BEP dalam Rupiah, kita perlu mengalikan jumlah unit dengan harga jual per unit.
BEP dalam Rupiah = 20 unit x Rp 2.500.000
BEP dalam Rupiah = Rp 50.000.000
Jadi, PT Sejahtera Abadi harus menjual minimal 20 unit furnitur dengan total pendapatan sebesar Rp 50.000.000 agar mencapai titik impas dalam operasionalnya.
5. Contoh Kelima
Perusahaan PT Sentosa Jaya merupakan produsen makanan dan ingin menghitung Break Even Point (BEP) unit dalam Rupiah untuk produk baru mereka. Total biaya tetap per bulan adalah Rp 15.000.000 yang mencakup biaya sewa pabrik, gaji karyawan tetap, dan biaya administrasi tetap. Harga jual per unit produk makanan adalah Rp 10.000, dan biaya variabel per unit adalah Rp 6.000 yang mencakup bahan baku, kemasan, dan biaya tenaga kerja variabel.
Pertama, kita perlu menghitung BEP unit:
BEP (jumlah unit) = 15.000.000 / (10.000 - 6.000)
BEP (jumlah unit) = 15.000.000 / 4.000
BEP (jumlah unit) = 3.750 unit
Artinya, perusahaan perlu menjual minimal 3.750 unit produk makanan untuk mencapai Break Even Point (BEP) unit. Untuk menghitung BEP dalam Rupiah, kita perlu mengalikan jumlah unit dengan harga jual per unit.
BEP dalam Rupiah = 3.750 unit x Rp 10.000
BEP dalam Rupiah = Rp 37.500.000
Jadi, PT Sentosa Jaya harus menjual minimal 3.750 unit produk makanan dengan total pendapatan sebesar Rp 37.500.000 agar mencapai titik impas dalam operasionalnya.
Advertisement
Hal yang Perlu Diingat dalam Menghitung BEP
Berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu diingat dalam menghitung BEP, yakni:
- Perhitungan BEP merupakan alat analisis yang sangat bermanfaat dalam perencanaan dan pengendalian usaha, namun penggunaannya tidak boleh dilepaskan dari konteks yang dinamis. BEP bersifat estimatif, artinya hasil perhitungannya sangat mungkin berubah karena pengaruh faktor eksternal seperti kenaikan harga bahan baku, inflasi, hingga perubahan permintaan pasar.
- Faktor internal seperti efisiensi produksi, perubahan strategi pemasaran, atau penyesuaian harga jual juga dapat memengaruhi akurasi perhitungan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperbarui perhitungan BEP secara berkala agar tetap relevan dengan kondisi terkini dan tidak menyesatkan dalam pengambilan keputusan.
- Meskipun BEP dapat memberikan gambaran tentang titik impas, penggunaannya harus dilengkapi dengan analisis keuangan lainnya seperti margin kontribusi, proyeksi arus kas, dan analisis risiko. Pendekatan ini akan membantu pengusaha atau manajer membuat keputusan yang lebih komprehensif dan berorientasi jangka panjang.
QnA tentang Cara Menghitung BEP
Q: Apa itu BEP (Break Even Point)?
A: BEP atau Break Even Point adalah titik impas di mana total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga usaha tidak mengalami kerugian maupun keuntungan. Ini menjadi indikator penting untuk mengetahui kapan usaha mulai menghasilkan profit.
Q: Apa manfaat menghitung BEP dalam bisnis?
A: Manfaat utama menghitung BEP adalah untuk mengetahui target penjualan minimum agar tidak rugi. Selain itu, BEP juga membantu dalam perencanaan produksi, penetapan harga jual, dan evaluasi kelayakan usaha.
Q: Apa saja komponen yang diperlukan dalam menghitung BEP?
A: Komponen utamanya adalah biaya tetap (seperti sewa, gaji staf tetap), biaya variabel per unit (seperti bahan baku), dan harga jual per unit.
Q: Apakah BEP bisa berubah seiring waktu?
A: Ya, BEP bersifat dinamis dan dapat berubah jika ada perubahan dalam struktur biaya, harga jual, atau volume produksi. Oleh karena itu, sebaiknya perhitungan BEP diperbarui secara berkala.
Q: Apakah BEP bisa digunakan dalam semua jenis usaha?
A: Bisa. BEP dapat diterapkan pada usaha kecil maupun besar, baik dalam bidang jasa maupun produksi, selama ada data biaya tetap, biaya variabel, dan harga jual.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3423000/original/071987600_1617854404-pexels-tima-miroshnichenko-6694475.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659756/original/038409700_1782684252-063_2283754697.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4499850/original/074071300_1689153177-man-checking-stock-market-data-tablet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4980867/original/094000200_1729953422-WhatsApp_Image_2024-10-26_at_21.28.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2791261/original/061994800_1556523007-Tantri_Syalindri__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8412086/original/006382300_1782296120-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_16.24.41.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1539763/original/095959400_1489728049-20170317-Pabrik-Semen-Rembang-Siap-Beroperasi-Gempur-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2936943/original/022933200_1570788961-20191011-Menikmati_Pemandangan_Kota_Manhattan_dari_Ketinggian-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3546822/original/083135400_1629502044-063_957037002.jpg)