Liputan6.com, Jakarta - SOP singkatan dari Standard Operating Procedure, yaitu panduan tertulis yang merinci langkah demi langkah cara menjalankan suatu pekerjaan secara konsisten. Dokumen ini memastikan setiap pekerja dapat mengikuti prosedur secara tepat tanpa kebingungan.
Menurut Analisis Efektivitas Penerapan Standard Operating Procedure (SOP) oleh Dian Ratna Nabilla & Al Hasin (2022), SOP adalah acuan operasional yang berfungsi meningkatkan efisiensi dan konsistensi aktivitas di perusahaan melalui panduan yang terstruktur dan terdokumentasi. Ini menunjukkan bahwa singkatan SOP memiliki peran penting dalam manajemen mutu dan performa organisasi.
Advertisement
SOP banyak digunakan dalam berbagai industri, dari manufaktur hingga layanan kesehatan, sebagai kerangka standar tata kerja. Singkatan SOP juga muncul dalam jabatan seperti “HRD Manager” atau “QA Officer”, menunjukkan fungsi formal yang dipegang dalam struktur perusahaan.
Berikut Liputan6.com ulas SOP, manfaat, fungsi, dan tujuan pembuatannya dari berbagai sumber, Jumat (20/6/2025).
SOP Singkatan dari
Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah singkatan dari Standard Operating Procedure, yang berarti dokumen tertulis berisi instruksi detail mengenai tahapan pelaksanaan tugas atau kegiatan rutin dalam organisasi, dilansir dari repository.bsi.ac.id.
Menurut buku Petunjuk Teknis Penyusunan Standar Operasional Prosedur oleh Kementerian Agama (2020), SOP adalah “serangkaian petunjuk tertulis yang dibakukan mengenai proses penyelenggaraan tugas-tugas”.
Istilah SOP pertama kali populer dalam dunia militer dan industri untuk memastikan konsistensi dan keandalan operasional. Dalam jurnal Penerapan Standar Operasional Prosedur (Taufiq, 2019), SOP dijelaskan sebagai pedoman untuk melaksanakan tugas sesuai indikator teknis, administratif, dan prosedural guna mendukung akuntabilitas kinerja, khususnya di rumah sakit.
SOP juga didefinisikan secara konseptual sebagai "jembatan" yang menghubungkan tahapan proses agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien, efektif, dan ekonomis. Dengan SOP, organisasi dapat menciptakan pola kerja yang sistematis, mengurangi risiko kesalahan, mendukung kepatuhan regulasi, serta memudahkan audit dan evaluasi.
Buku BUKU PEDOMAN PEMBUATAN SOP (STIKes Budi Luhur Cimahi, 2017) menyatakan tujuan utama SOP adalah menyinkronkan pemahaman dan praktik kerja bagi semua orang terkait sehingga pelaksanaan tugas dapat dilakukan dengan benar dan konsisten. Ini menunjukkan SOP bukan sekadar prosedur, tetapi juga alat manajemen mutu dan kontrol operasional.
Advertisement
Memahami Kepanjangan SOP dari Para Ahli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3260076/original/056881500_1602045404-pexels-photo-4427422.jpeg)
Insani, 2010:1
Kepanjangan SOP adalah Standar Operasional Prosedur. SOP adalah dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran yang berisi cara melakukan pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan dan aktor yang berperan dalam kegiatan.
Laksmi, 2008: 52
Kepanjangan SOP adalah Standar Operasional Prosedur. SOP seringkali terdiri atas manfaat, kapan dibuat atau direvisi, metode penulisan prosedur dan juga disertai dengan bagan flowchart pada bagian akhir.
Sailendra, 2015: 11
Kepanjangan SOP adalah Standar Operasional Prosedur. SOP adalah panduan yang digunakan untuk memastikan kegiatan operasional organisasi atau perusahaan berjalan dengan lancar.
Moekijat, 2008
Kepanjangan SOP adalah Standar Operasional Prosedur. SOP adalah urutan langkah-langkah (atau pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan), di mana pekerjaan tersebut dilakukan, berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana melakukannya, di mana melakukannya, dan siapa yang melakukannya.
Tjipto Atmoko, 2011
Kepanjangan SOP adalah Standar Operasional Prosedur. SOP merupakan suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif dan prosedural sesuai tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.
Manfaat Pembuatan SOP
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3339496/original/022695200_1609732577-pexels-photo-3184416.jpeg)
Bila sudah paham bahwa kepanjangan SOP adalah Standar Operasional Prosedur, selanjutnya pahami manfaat pembuatannya. Keberadaan SOP bukan tanpa alasan.
Dengan demikian, SOP berperan sebagai instrumen sistematis untuk meningkatkan kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan operasional organisasi.
Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Permenpan No.PER/21/M-PAN/11/2008, SOP memiliki banyak manfaat bagi perusahaan dan organisasi. Berikut manfaat pembuatan SOP yang perlu dipahami:
- SOP bermanfaat untuk menstandarisasi cara kerja karyawan dalam menyelesaikan tugas tertentu, serta mengurangi risiko kesalahan dan kelalaian.
- SOP membantu karyawan bekerja lebih mandiri tanpa bergantung pada intervensi manajemen, sehingga mengurangi keterlibatan pimpinan dalam proses sehari-hari.
- SOP meningkatkan akuntabilitas dengan mendokumentasikan tanggung jawab setiap individu dalam pelaksanaan tugas.
- SOP menciptakan ukuran standar kinerja yang konkret, membantu karyawan memperbaiki performa, dan menjadi dasar evaluasi atas usaha yang dilakukan.
- SOP menyediakan materi pelatihan yang memudahkan pegawai baru untuk cepat memahami dan melaksanakan tugasnya.
- SOP menjadi bukti bahwa organisasi dikelola secara efisien dan profesional.
- SOP menyediakan pedoman kerja bagi setiap karyawan dalam unit pelayanan untuk menjalankan tugas secara konsisten setiap hari.
- SOP mencegah terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas antar karyawan atau antar bagian.
- SOP memudahkan penelusuran apabila terjadi kesalahan prosedural dalam proses pelayanan.
- SOP menjamin keberlangsungan proses pelayanan dalam berbagai kondisi atau situasi darurat.
Advertisement
Prinsip Pembuatan SOP
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3202020/original/000127800_1596788456-business-people-shaking-hands-finishing-up-meeting_8595-832.jpg)
Setelah memahami manfaat pembuatan SOP, selanjutnya prinsip pembuatannya. Berdasarkan PERMENPAN PER/21/M-PAN/11/2008 dinyatakan bahwa susunan SOP harus memenuhi prinsip-prinsip kemudahan dan kejelasan, efisien dan efektivitas, keselarasan, keterukuran, dinamis, berorientasi pada pengguna, kepatuhan hukum dan kepastian hukum. Berikut prinsip yang bisa dipahami dalam pembuatan SOP:
Konsisten
Konsisten adalah prinsip pembuatan SOP yang utama. SOP pada dasarnya harus dijalankan konsisten dari waktu ke waktu. Terutama oleh seluruh pihak yang terlibat dan kondisi bagaimanapun.
Komitmen
Komitmen adalah prinsip pembuatan SOP yang kedua. Tanpa adanya komitmen, mungkin saja SOP hanya sekadar tulisan di atas secarik kertas saja. Komiten yang kuat harus dimiliki oleh seluruh pihak yang terlibat dalam sebuah organisasi.
Perbaikan
Bukan hanya dilaksanakan dengan konsisten dan komitmen yang kuat. SOP juga harus selalu mendapat perbaikan yang berkelanjutan. Tujuannya agar pelaksanaan SOP menjadi lebih sempurna, benar-benar efektif dan efisien.
Mengikat
Prinsip pembuatan SOP harus mengikat. Maksudnya adalah mengikat dalam proses pembuatan dan pelaksanaan tugas pihak yang terlibat. Mengikat sesuai dengan prosedur standar yang sudah ditentukan sebelumnya.
Terdokumentasi
Selain dibuat dan dilaksanakan, prinsip SOP harus bisa terdokumentasi dengan baik sesuai yang sudah distandarkan. Tujuannya agar di kemudian hari bisa menjadi pedoman dan perbaikan pembuatan SOP selanjutnya serta dijadikan pertimbangan.
Fungsi SOP Menurut Indah Puji
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3202019/original/097040000_1596788455-business-people-shaking-hands-finishing-up-meeting_8595-808.jpg)
Fungsi utama SOP adalah menyederhanakan proses kerja sehingga berjalan secara efektif, efisien, dan akuntabel. Menurut Faradis (2018), yang dikutip dalam repository.bsi.ac.id, tujuan SOP antara lain adalah memberikan panduan kerja, meminimalkan kesalahan, dan mempertahankan konsistensi kinerja antar unit kerja.
Lebih jauh, jurnal Pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) (Media Akademik, 2024) menunjukkan beberapa tujuan SOP, yakni meningkatkan efisiensi, menjaga konsistensi operasional, memfasilitasi evaluasi dan audit, serta mendukung kepatuhan terhadap regulasi industri dan kesehatan kerja.
1. Melancarkan tugas pegawai atau tim atau unit kerja.
2. Merupakan dasar hukum jika terjadi penyimpangan.
3. Untuk mengetahui dengan pasti hambatan-hambatannya dan cepat terlacak.
4. Memberi arah pegawai untuk bersama-sama disiplin dalam bekerja.
5. Sebagai pedoman dalam menjalankan pekerjan rutin.
Advertisement
Tujuan SOP Menurut Indah Puji
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3201141/original/067120900_1596707833-pexels-fauxels-3184291.jpg)
1. Untuk menjaga konsistensi tingkat penampilan kinerja atau keadaan tertentu dan kemana petuas dan lingkungan dalam menjalankan sesuatu tugas atau pekerjaan tertentu.
2. Dijadikan acuan dalam menjalankan aktivitas tertentu untuk sesama pekerja dan supervisor.
3. Agar terhindar dari kegagalan atau kesalahan dengan demikian bisa menghindari dan mengurangi suatu konflik, keraguan dan juga pemborosan dalam proses pelaksanaan kegiatan.
4. Suatu parameter untuk menilai mutu pelayanan.
5. Untuk lebih sebagai penjamin pemakaian tenaga dan sumber daya yang efisien dan efektif.
6. Penjelas alur tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari petugas yang saling berhubungan.
7. Dokumen yang akan memperjelas dan menilai jalannya proses kerja jika terjadi suatu kesalahan atau dugaan mal praktek dan kesalahan administratif lainnya, sehingga bersifat sebagai pelindung rumah sakit dan petugas.
8. Dokumen yang dipakai dalam pelatihan.
9. Dokumen sejarah jika sudah dibuat revisi SOP yang baru.
Cara membuat SOP di 2025
Di era 2025, pembuatan SOP harus mengintegrasikan elemen digital dan berorientasi pada kecepatan adaptasi terhadap perubahan bisnis. Selain aspek teknis, penting untuk menggabungkan prinsip agile, kolaborasi lintas fungsi, dan keberlanjutan proses dalam dokumentasi standar.
Sejumlah kajian seperti Pedoman Pembuatan Standar Operasional Prosedur (Chaniago, 2019) menekankan pentingnya siklus SOP mencakup analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan.
Berikut adalah 10 cara membuat SOP di 2025:
- Analisis digital workflow: Gunakan alat visual (diagram alir digital) untuk memetakan alur kerja secara real-time, menyesuaikan tiap langkah dengan pemicu event atau kondisi tertentu.
- Libatkan tim lintas departemen: Pastikan perspektif dari operasional, HR, IT, dan compliance terintegrasi dalam dokumen SOP agar lebih komprehensif dan akuntabel.
- Integrasi dengan platform manajemen: Implementasikan SOP ke dalam platform seperti Microsoft Teams, Asana, atau Monday.com agar mudah diakses, diedit, dan dipantau kepatuhan pengguna.
- Sertakan elemen K3 dan regulasi: Pastikan SOP mencakup protokol keselamatan kerja dan peraturan terbaru (ISO 9001, ISO 45001) sebagai bagian dari standar legal.
- Gunakan bahasa sederhana & visual: Tuliskan SOP secara ringkas, pakai bullet, dan sisipkan diagram/ikon agar mudah dipahami semua level karyawan.
- Sertifikasi & pelatihan internal: Fasilitasi sesi pelatihan online dan ujian sertifikasi untuk memastikan pemahaman dan kepatuhan terhadap SOP baru.
- Pemantauan berkala: Gunakan audit digital dan dashboard analitik untuk melacak kepatuhan SOP dan mengukur data efisiensi seperti waktu penyelesaian.
- Feedback loop & iterasi: Bukakan saluran saran melalui tools chat atau formulir digital sehingga SOP dapat direvisi sesuai feedback praktis di lapangan.
- Versi kontrol & dokumentasi: Gunakan sistem versioning digital agar setiap perubahan terdokumentasi, disetujui, dan mudah ditelusuri.
- Pengintegrasian dengan KPI karyawan: Kaitkan kepatuhan SOP dengan indikator kinerja karyawan agar menjadi bagian dari budaya kerja dan evaluasi individu.
Advertisement
FAQ
Apa arti SOP?
SOP singkatan dari Standard Operating Procedure, artinya prosedur operasional standar.
Mengapa SOP penting?
SOP penting untuk memastikan proses kerja berjalan konsisten, minim kesalahan, serta mendukung akuntabilitas organisasi.
Siapa yang membuat SOP?
SOP biasanya disusun oleh tim yang terdiri dari pihak operasional, manajer, dan auditor internal.
SOP itu dokumen legal?
Ya, SOP bisa menjadi dasar hukum jika terjadi kesalahan atau pelanggaran pelaksanaan kerja.
Berapa kali SOP harus diperbarui?
SOP harus dievaluasi dan diperbarui secara berkala, minimal sekali setiap perubahan regulasi atau proses signifikan.
Apakah SOP hanya untuk perusahaan besar?
Tidak; SOP dibutuhkan oleh semua organisasi yang ingin memastikan standar dan kualitas operasional.
Apa perbedaan SOP dan instruksi kerja?
Instruksi kerja lebih sederhana, biasanya untuk kegiatan individual; SOP mencakup tahapan lengkap dan lintas unit.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3260074/original/023308700_1602045404-document-agreement-documents-sign-48148.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)