Penjelasan Masyaallah Tabarakallah Artinya: Makna Mendalam dan Waktu yang Tepat Mengucapkannya

Pahami Masyaallah Tabarakallah artinya, sebuah ungkapan yang mencerminkan kekaguman, rasa syukur, dan doa keberkahan dalam Islam. Kapan waktu yang tepat mengucapkannya?

Diperbarui 05 Juni 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tulisan Arab Masyaallah Tabarakallah dengan harakat adalah مَاشَاءَ اللهُ تَبَارَكَ اللهُ. Ungkapan sesuai tulisan Arab Masya Allah Tabarakallah ini berasal dari bahasa Arab, dan terdiri dari dua kata yaitu "Masya Allah" dan "Tabarakallah."

Masyaallah Tabarakallah artinya adalah “Inikah yang dikehendaki Allah, semoga Allah memberkahimu.” Ungkapan Masyaallah Tabarakallah termasuk dalam kalimat thayyiban atau kata-kata yang baik. Umat Muslim dianjurkan mengungkapkannya ketika melihat sesuatu yang mengagumkan atau menakjubkan atas kuasa Allah. Masyaallah Tabarakallah adalah ungkapan kekaguman sekaligus bagian dari doa.

Penting memahami Masyaallah Tabarakallah artinya agar dapat mengaplikasikannya dengan tepat dalam berbagai situasi. Ungkapan ini bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi juga cerminan dari rasa syukur dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT.

Imam Nawawi dalam Al-Adzkar mencatat hadis dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang melihat sesuatu yang membuatnya takjub, hendaklah ia berkata ‘Mâsyâ Allâh. Lâ quwwata illâ billâh’, niscaya hal itu takkan memudharatkannya.”

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Kamis (5/6/2025).

Penjelasan Masyaallah Tabarakallah Artinya

Masya Allah Tabarakallah

Masyaallah tabarakallah artinya: “Inikah yang dikehendaki Allah, semoga Allah memberkahimu.”

Tulisan Arab Masya Allah Tabarakallah tersebut merujuk pada penjelasan buku berjudul Tarikh Khulafa (2016) oleh Ibrahmi al-Quraibi dan Dahyal Afkar.

Ungkapan ini berasal dari bahasa Arab, dan terdiri dari dua kata yaitu "Masya Allah" dan "Tabarakallah." Tulisan Arab MasyaAllah Tabarakallah, khususnya ungkapan masyaallah merujuk pada Keputusan Bersama Menteri Agama (Menag) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nomor 158 Tahun 1987 Nomor 0543b/U/198, huruf ﺵ yang diserap dalam bahasa Indonesia menjadi “sy” sehingga مَا شَاءَ اللهُ jika dituliskan dalam bahasa Indonesia menjadi masyaallah atau masya allah.

Masyaallah Tabarakallah Artinya Diungkap Ketika Kagum

Masyaallah tabarakallah artinya umumnya diucapkan oleh umat Muslim ketika mereka melihat atau mendengar sesuatu yang indah atau memukau. Ini disebut pula sebaga kalimat thayyiban yang artinya kata-kata yang baik.

Ungkapan sesuai tulisan Arab Masya Allah Tabarakallah adalah jenis kalimat thayyibah yang sumbernya dari Al-Qur'an sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-Kahfi ayat 39. Hal ini dijelaskan dalam jurnal penelitian berjudul Peningkatan Pengucapan Kalimat Thoyyibah Melalui Reality Story Book di Taman Kanak-kanak Lab School FIP UMJ (2018) oleh Widia Winata.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat al-Kahfi ayat 39:

"Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu “maa syaa allah, laa quwwata illaa billah."

Tulisan Arab Masya Allah Tabarakallah dianjurkan untuk diucapkan ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan. Dalam buku berjudul Seri Kalimat Thayyibah: Yuk, Ucapkan Masya Allah (2019) oleh Dian K mengatakan ucapkanlah kalimat masya allah sebagai ungkapan kekaguman atas kuasa Allah SWT sebab tidak ada yang terjadi tanpa kehendak-Nya.

Melalui ungkapan ini, seorang Muslim akan menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, termasuk keindahan alam dan penciptaan manusia, adalah hasil dari kehendak dan kebijaksanaan Allah SWT.

Masyaallah Tabarakallah Artinya Diungkap Sebagai Doa

Tulisan Arab masya allah, khususnya ungkapan tabarakallah artinya semoga Allah memberkahimu. Ini mengapa ungkapan masya allah tabarakallah juga dapat dianggap sebagai bagian dari doa, karena ketika seseorang mengucapkannya, ia berdoa agar Allah SWT terus memberkahi dan mempertahankan keindahan dan keajaiban yang telah diciptakan-Nya.

Pada ungkapan sesuai tulisan Arab masya allah, Kementerian Agama Arab Saudi menjelaskan arti tabarakallah dalam bahasa Arab تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعٰلَمِينَ adalah berkah yang banyak dan luas. Arti tabarakallah bisa menjadi doa sekaligus pujian sempurna.

Para ulama menjelaskan arti tulisan Arab Masya Allah Tabarakallah, khususnya ungkapan tabarakallah adalah sebagai doa sebagai wujud kekaguman atas segala ciptaan Allah SWT di dunia. Mulai dari ketika seseorang mengangumi manusia, hewan, tumbuhan, dan lain sebagainya.

Selain itu, arti tabarakallah dari juga sama dengan pujian Maha Berkah, Maha Suci, dan Maha Tinggi. Arti tabarakallah dalam bahasa Arab ini ditafsirkan oleh Ibnu Katsier sebagai ungkapan mengagumi ciptaan Allah SWT dan mengangungkan nama-Nya.

Secara keseluruhan, ungkapan sesuai tulisan masya allah tabarakallah adalah wujud kekaguman, bagian dari doa, bentuk rasa syukur, dan pengakuan akan kekuasaan Allah SWT. Melalui ungkapan ini, seorang Muslim menyadari kebesaran Allah SWT dan menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah hasil dari kehendak-Nya.

Cara Menjawab Masyaallah Tabarakallah

Seseorang yang mendengar ungkapan sesuai tulisan Arab Masya Allah Tabarakallah, harus menjawab dengan Jazakallah khair. Ini penjelasannya cara menjawab masya allah tabarakallah yang Liputan6.com lansir dari berbagai sumber.

  1. “Jazakallah Khair.” Artinya: “Allah SWT akan membalasmu dengan kebaikan.”
  2. “Barakallah Fii”. Artinya: “Semoga Allah SWT Memberkahimu.”

Balasan atau cara menjawab dari ucapan sesuai tulisan Arab masya allah tabarakallah adalah jazakallah khair atau Allah SWT akan membalasmu dengan kebaikan. Balasan lain adalah barakallah fii atau yang berarti semoga Allah memberkahimu.

Keutamaan dari mengucap ungkapan sesuai Masya Allah Tabarakallah, juga disampaikan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat al-Araf ayat 54:

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتٍۭ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Artinya: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”

Masyaallah Tabarakallah dalam Bahasa Arab

Syaikh Al-‘Utsaimin dalam Tafsir Al-Quranul Karim Surat Al-Kahfi menjelaskan, kalimat “Masya Allah” bisa diartikan dengan dua makna, tergantung pada i’rab dalam bahasa Arab. Pertama, sebagai isim maushul yang berarti “apa yang dikehendaki oleh Allah”, dan kedua, sebagai bentuk pengakuan atas kehendak Allah. Melansir dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.

Penafsiran ini mengindikasikan bahwa apa yang terjadi dan dialami oleh umat Islam merupakan kehendak Allah SWT. Seorang muslim harus bersyukur akan hal tersebut. Dengan mengucapkan “Masyaallah Tabarakallah”, seseorang tidak hanya mengakui kehendak Allah tetapi juga memohon keberkahan atas apa yang dilihatnya.

Dalam buku Thibbun Nabawi, M. Saifudin Hakim dan Siti Aisyah Ismail menjelaskan bahwa ungkapan “Masya Allah Tabarakallah” dapat menjadi pencegah bagi orang yang mengucapkannya dari tumbuhnya rasa iri dan dengki, terutama setelah melihat hal yang membuat kagum yang dikhawatirkan dapat menjadi penyebab 'ain.

M. Quraish Shihab dalam buku Kosa Kata: Makna dan Penggunaannya (2020) menjelaskan, terdapat riwayat yang menyatakan bahwa apabila seseorang mengucap “Masya Allah” ketika memperoleh nikmat, Allah akan memelihara hal tersebut baginya. Demikian pula, ketika mengucap “Masya Allah” saat melihat saudara seiman memperoleh kenikmatan, Allah SWT akan menganugerahkan kenikmatan serupa kepadanya.

Apakah Masyaallah Tabarakallah Bisa Menangkal Penyakit 'Ain atau Pandangan Hasad?

Penyakit 'ain sendiri adalah penyakit yang ditimbulkan oleh pandangan dari seseorang, baik itu pandangan hasad, dengki, maupun takjub. Dengan mengucapkan “Masya Allah Tabarakallah”, seseorang memohon kepada Allah agar hal yang menakjubkan tersebut diberkahi dan terhindar dari bahaya 'ain. Melansir dari Thibbun Nabawi.

Imam Nawawi juga menambahkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam yang melihat keindahan pada diri atau harta seseorang agar memohon keberkahan. Dengan demikian, penggunaan frasa “Masya Allah Tabarakallah” menjadi tepat sebagai ungkapan kekaguman dan doa agar hal yang menakjubkan tersebut diberkahi oleh Allah SWT. Melansir dari Kitab Al-Adzkar An-Nawawiyah.

Apakah Ucapan Masyaallah Tabarakallah Hanya untuk Sesama Muslim atau Bisa Juga Digunakan Secara Umum?

Ucapan Masyaallah Tabarakallah adalah ungkapan yang baik diucapkan kepada siapa saja, tidak terbatas hanya pada sesama Muslim. Mengucapkan Masyaallah Tabarakallah kepada non-Muslim adalah bentuk doa dan harapan baik agar Allah memberikan keberkahan kepada mereka.

Selain itu, mengucapkan Masyaallah Tabarakallah juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan ajaran Islam yang penuh dengan nilai-nilai positif dan kebaikan kepada non-Muslim. Dengan demikian, ungkapan ini dapat menjadi jembatan untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling menghormati antarumat beragama.

 

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengucapkan Masyaallah Tabarakallah Menurut Sunnah?

Waktu yang tepat untuk mengucapkan Masyaallah Tabarakallah adalah ketika melihat atau mengalami sesuatu yang menakjubkan, indah, atau luar biasa. Hal ini bisa berupa pemandangan alam yang memukau, prestasi seseorang, kelahiran bayi, atau pencapaian lainnya.

Selain itu, Masyaallah Tabarakallah juga diucapkan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diterima, menunjukkan kekaguman terhadap ciptaan Allah, sebagai doa, dan sebagai upaya untuk mencegah iri hati atau 'ain. Dengan mengucapkan Masyaallah Tabarakallah, seorang Muslim mengakui bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah dan memohon keberkahan-Nya.

 

Apa Perbedaan Antara Masyaallah, Tabarakallah, dan Masyaallah La Quwwata Illa Billah?

Masyaallah berarti "Apa yang Allah kehendaki (telah terjadi)", Tabarakallah berarti "Maha Suci Allah" atau "Semoga Allah memberkahi", dan Masyaallah La Quwwata Illa Billah berarti "Apa yang dikehendaki Allah, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah". Ketiganya memiliki makna yang berbeda namun saling melengkapi.

Masyaallah menekankan pengakuan atas kehendak Allah, Tabarakallah menekankan keagungan dan keberkahan Allah, sedangkan Masyaallah La Quwwata Illa Billah menekankan bahwa segala kekuatan berasal dari Allah. Dalam penggunaannya, ketiga ungkapan ini dapat digunakan secara bergantian sesuai dengan konteks dan niat dari pengucapnya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6