Bacaan Takbiratul Ihram adalah Takbir Pertama yang Dilakukan dalam Salat, Begini Bunyinya

Bacaan takbiratul ihram adalah takbir pertama yang dilakukan dalam salat atau salat.

Diperbarui 10 Juni 2025, 20:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam setiap pelaksanaan salat, terdapat satu gerakan awal yang menjadi penanda dimulainya ibadah, yaitu takbiratul ihram. Gerakan ini bukan sekadar pengucapan biasa, melainkan pembuka yang memisahkan antara aktivitas dunia dengan kekhusyukan menghadap Allah SWT. Bacaan takbiratul ihram adalah takbir pertama yang diucapkan saat berdiri tegak (qiyam). 

Menurut Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Fiqh Islam wa Adillatuhu, menjelaskan bahwa takbiratul ihram adalah rukun salat yang tidak bisa ditinggalkan.

“Shalat tidak sah tanpa takbiratul ihram karena ia menjadi pembuka sahnya ibadah salat dan mengubah status seseorang dari aktivitas biasa menuju penghambaan penuh kepada Allah,” tulis Wahbah az-Zuhaili.

Hal ini menunjukkan bahwa bacaan takbiratul ihram bukan hanya simbolis, tetapi esensial dalam mendirikan salat.

Sementara itu, dalam buku Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam asy-Syafi’I karya Mushthafa Al-Bugha, dijelaskan bahwa lafadz takbiratul ihram yang sah adalah Allahu Akbar, dan tidak boleh diganti dengan ucapan lain meskipun maknanya sama. Ketegasan ini mengajarkan pentingnya menjaga kesucian dan keaslian ucapan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Maka dari itu, memahami makna dan fungsi bacaan takbiratul ihram menjadi kunci untuk menyempurnakan ibadah salat sejak awal.

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya dengan sumber-sumber terpercaya, Selasa (10/6/2025).

Bacaan Takbiratul Ihram Beserta Artinya

Bacaan takbiratul ihram adalah الله أكبر (Allahu Akbar) yang berarti "Allah Maha Besar". Bacaan takbiratul ihram ini menjadi penanda dimulainya salat dan merupakan takbir pertama yang harus diucapkan dalam kondisi berdiri (qiyam) dengan penuh kekhusyukan.

Takbiratul ihram tidak hanya sebagai pembuka salat secara teknis, tetapi juga memiliki makna spiritual yang sangat dalam. Dengan mengucapkan kalimat ini, seorang muslim menyatakan kehadirannya secara penuh di hadapan Allah SWT, meninggalkan segala urusan duniawi, dan memasuki suasana ibadah yang kusyuk. Ucapan ini menjadi wujud kesadaran diri bahwa ia sedang melaksanakan kewajiban yang agung dan tidak boleh disertai dengan kelalaian.

Posisi Takbiratul Ihram dalam Rukun Salat

Rukun salat merupakan gerakan dan bacaan yang membentuk hakikat salat. Apabila salah satu rukun salat ditinggalkan, salat tersebut secara syariat dianggap tidak sah dan tidak dapat digantikan dengan sujud sahwi. Bacaan takbiratul ihram adalah adalah salah satu rukun salat yang apabila ditinggalkan makan salat tersebut tidak sah dan harus diulang.

Berikut rukun salat yang tidak boleh ditinggalkan.

1. Niat

Niat atau al-Qashd mempunyai maksud atau menyengaja. Niat adalah bentuk kesadaran seorang muslim saat ingin memulai salat. Dalam syariat niat tidak dilafalkan, namun beberapa orang memilih untuk melafalkannya untuk memantapkan hatinya.

2. Takbiratul Ihram

Rukun sholat yang kedua adalah takbiratul ihram dengan membaca

 الله أكبر  

Arab Latin: Allahu Akbar

Artinya: "Allah Maha Besar"

3. Berdiri bagi yang Mampu

Salah satu syarat salah adalah dilakukan dengan berdiri dengan punggung tegak lurus. Namun jika seseorang memiliki kondisi tertentu yang membuatnya hanya bisa berdiri seperti orang yang sedang ruku', maka menurut Qaul Shahih, ia boleh berdiri seperti itu.

Apabila seorang muslim tidak mampu berdiri, maka boleh sholat sambil duduk iftirasy, atau duduk dalam posisi seperti tasyahud awal. Jika posisi duduk iftirasy masih sulit dilakukan , ia boleh bersila. Namun, jika bersila juga masih sulit dilakukan seorang Muslim diizinkan shalat dalam posisi duduk dengan meluruskan kedua lututnya ke depan bahkan berbaring. 

4. Membaca Surat Al-Fatihah

Seseorang wajib membaca surat Al-Fatihah, termasuk juga basmalah serta bacaan-bacaan tasydid al-Fatihah yang berjumlah 13 tasydid.

5. Rukuk

Gerakan ruku yang dicontohkan Rasul adalah membungkuk sampai kedua telapak dapat menyentuh lutut dan membaca bacaan ruku’ sebanyak 3 kali.,

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

Arab Latin: Subhaana robbiyal 'adziimi wabihamdih

Artinya: "Maha Suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepadaNya."

Ruku' harus dilakukan secara tuma'ninah, yaitu gerakan bangun dari ruku' sudah terpisah dari gerakan turun menuju ruku'.

6. I'tidal

I'tidal adalah gerakan  bangun dari ruku' dengan cara berdiri tegak yang dilakukan secara tuma'ninah sembari membaca, 

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Arab Latin: Sami'allaahu liman hamidah

Artinya: "Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya."

Kemudian dilanjutkan dengan membaca,

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Arab Latin: Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi'ta min syain ba'du.

Artinya: "Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu."

 

7. Dua Kali Sujud

Gerakan sujud dilakukan dengan dahi menempel pada lantai tempat sholat dan meletakan kedua tangan, kedua lutut, dan kedua ujung telapak kakinya pada lantai. Berat kepala harus bertumpu pada lantai dan dilakukan secara thuma'ninah. Brrikut bacaan sujud yang dibaca 3 kali.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Arab Latin: Subhaana robbiyal a'la wabihamdih

Artinya: "Maha Suci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya."

8. Duduk di Antara Dua Sujud

Gerakan duduk di antara dua sujud dilakukan dengan bertakbir, duduk dalam posisi iftiras, dan membaca,

رَبِّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْزُقْنِى وَارْفَعْنِى

Arab Latin: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya: "Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."

9. Tasyahud Awal

Tasayahud awal dibaca pada rekaat kedua pada sholat yang jumlah rekaatnya lebuh dari dua. Tasyahud awal dibaca dalam posisi duduk iftirasy. Berikut bacaan tasyahud awal. 

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ

Arab Latin: Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli 'alaa Muhammad.

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad."

10. Tasyahud Akhir

Bacaan tasyahud akhir dibaca pada rakaat terahir salat. Tasyahud akhir dibaca dalam posisiduduk tawaruk. Berikut bacaan tasyahud akhir.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Arab Latin: At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. as salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahi lah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam."

11. Membaca Shalawat Atas Nabi Muhammad SAW

Membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW pada tasyahud akhir hukumnya wajib, sedangkan pada tasyahud awal hukumnya sunnah. Pada tasyahud akhir kita perlu membaca bacaan tasyahud awal dan kemudian dilanjutkan dengan bacaan tambahan sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Arab Latin: Allahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa Ibroohim wa 'alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa Ibroohim wa 'alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.

Artinya: "Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia."

12. Salam

Salat dilanjutkan dengan gerakan menolehkan kepala ke kanan dan kekiri sembari membaca, 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ 

Arab Latin: Assalaamu alaikum wa rahmatullah.

Arttinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu."

13. Tertib dan Beurutan

Rukun salat yang terakhir adalah harus dilakukan dengan tertib dan berurutan. 

QnA yang Sering Dipertanyakan tentang Bacaan Takbiratul Ihram

Q: Apa itu bacaan takbiratul ihram?

A: Bacaan takbiratul ihram adalah “Allahu Akbar”, yang berarti “Allah Maha Besar”. Ini adalah kalimat pertama yang dibaca saat memulai salat dan merupakan rukun yang wajib.

Q: Apakah salat sah tanpa membaca takbiratul ihram?

A: Tidak. Menurut mayoritas ulama, salat tidak sah jika takbiratul ihram tidak diucapkan karena ia adalah rukun salat yang wajib dilakukan di awal.

Q: Apakah boleh mengucapkan takbiratul ihram dengan bahasa selain Arab?

A: Tidak boleh. Lafaz Allahu Akbar harus diucapkan dalam bahasa Arab karena merupakan bagian dari tata cara ibadah yang ditetapkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Q: Apa perbedaan antara takbir biasa dan takbiratul ihram?

A: Takbiratul ihram adalah takbir pembuka yang menandai dimulainya salat dan menjadikan segala aktivitas lain haram dilakukan. Sementara takbir biasa seperti dalam takbir Idulfitri atau takbir saat rukuk adalah bagian dari gerakan salat atau ibadah lain yang tidak memiliki fungsi pembuka ibadah.

Q: Kapan waktu membaca takbiratul ihram?

A: Takbiratul ihram dibaca setelah berdiri tegak dan bersiap memulai salat, tepat sebelum membaca doa iftitah atau langsung membaca surat Al-Fatihah.

Q: Bagaimana jika takbiratul ihram dibaca dengan lafaz yang salah?

A: Jika kesalahan lafaz mengubah makna atau tidak sesuai dengan lafal “Allahu Akbar”, maka takbiratul ihram dianggap tidak sah dan salat pun tidak sah. Maka dari itu, penting untuk mengucapkannya dengan benar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6