Holistik Adalah Cara Pandang yang Menyeluruh, Ketahui Pengertiannya dalam Pendidikan

Holistik adalah cara pandang yang menyeluruh atau secara keseluruhan sebagai satu kesatuan.

Diperbarui 09 Juni 2025, 13:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Holistik adalah istilah yang mungkin belum begitu dipahami oleh kebanyakan orang. Istilah ini memang cukup jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Makanya, tidak semua orang memahami makna dari istilah bahasa Indonesia ini.

Holistik adalah istilah yang berkaitan dengan sesuatu yang dipandang secara utuh sebagai satu kesatuan. Sesuatu ini lebih daripada sekadar kumpulan bagian saja. Istilah holistik ini digunakan dalam berbagai bidang.

Holistik adalah cara pandang yang menyeluruh atau secara keseluruhan sebagai satu kesatuan. Istilah ini merupakan pikiran secara menyeluruh yang berusaha menyatukan beraneka lapisan kaidah serta pengalaman yang lebih dari sekadar mengartikan manusia secara sempit.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (9/6/2025) tentang holistik.

Mengenal Holistik

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), holistik adalah holistis, yaitu berhubungan dengan sistem keseluruhan sebagai suatu kesatuan lebih daripada sekadar kumpulan bagian. Holistik adalah istilah yang juga berkaitan dengan holisme yaitu cara pendekatan terhadap suatu masalah atau gejala, dengan memandang masalah atau gejala itu sebagai kesatuan yang utuh.

Dilansir dari jurnal ilmiah yang dipublikasikan di Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Volume 3, Nomor 2, Desember 2023, pembelajaran holistik adalah suatu pendekatan pembelajaran yang membangun manusia secara keseluruhan dan utuh dengan mengembangkan semua potensi manusia yang mencakup potensi sosial-emosional, potensi intelektual, potensi moral (karakter), kreatifitas, dan spiritual. Artikel

Melansir osf.io, holistik adalah kata yang berasal dari holisme. Holisme diambil dari bahasa Yunani “holos” yang berarti semua atau keseluruhan. Menurut J.C. Smuts, holisme atau holistik adalah sebuah kecenderungan alam untuk membentuk sesuatu yang utuh sehingga sesuatu tersebut lebih besar daripada sekadar gabungan-gabungan bagian hasil evolusi. Dari kata holisme, holistik diartikan sebagai cara pandang yang menyeluruh atau secara keseluruhan.

Holistik adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris dari akar kata “whole”, yang berarti keseluruhan. Di samping itu, holistik adalah istilah yang juga diambil dari kata dasar heal (penyembuhan) dan health (kesehatan).

Secara etimologis, holistik memiliki akar kata yang sama dengan istilah whole (keseluruhan). Secara makna, holistik adalah istilah yang dapat diartikan sebagai pemikiran secara menyeluruh dan berusaha menyatukan beraneka lapisan kaidah serta pengalaman yang lebih dari sekadar mengartikan manusia secara sempit.

Pengertian Pendidikan Holistik

Dilansir dari jurnal ilmiah yang dipublikasikan di Jurnal Pendidikan dan Konseling:  Vol. 4 No. 6 (2022), pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara” (UU No 20 tahun 2003)”.

Mengutip osf.io, pendidikan holistik adalah suatu filsafat pendidikan yang berangkat dari pemikiran bahwa pada dasarnya seorang individu dapat menemukan identitas, makna, dan tujuan hidup melalui hubungannya dengan masyarakat, lingkungan, dan nilai-nilai kemanusiaan seperti kasih sayang dan perdamaian.

Dikutip dari buku yang berjudul Pendidikan Holistik Pendekatan Lintas Perspektif (2012), pendidikan holistik bertujuan membentuk peserta didik yang setia memahami persoalan lingkungannya dan berusaha ikut terlibat langsung dalam upaya pemecahan masalah-masalah lokal dan global.

Pengertian pendidikan holistik menurut para ahli

Menurut para ahli, pengertian pendidikan holistik adalah sebagai berikut:

  • Jeremy Henzell-Thomas

Pendidikan holistik adalah suatu upaya membangun secara utuh dan seimbang pada setiap murid dalam seluruh aspek pembelajaran, yang mencakup spiritual, moral, imajinatif, intelektual, budaya, estetika, emosi dan fisik yang mengarahkan seluruh aspek-aspek tersebut ke arah pencapaian sebuah kesadaran tentang hubungannya dengan Tuhan yang merupakan tujuan akhir dari semua kehidupan di dunia.

  • Muchlas Samani

Pendidikan holistik adalah suatu pendidikan yang utuh dan juga suatu sistem yang digunakan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh individu.

  • Miller, dkk.

Pendidikan holistik adalah pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi siswa secara harmonis (terpadu dan seimbang), meliputi potensi intelektual (intellectual), emosional (emotional), phisik (physical), sosial (sosial), estetika (aesthetic), dan spiritual.

Pengertian Pendidikan Holistik Menurut Para Ahli

  • Illeris

Pendidikan holistik dapat dilihat dalam tiga kesatuan dimensi yang utuh dan tidak boleh dipisahkan, karena antara yang satu dengan lainnya saling berkaitan. Ketiga dimensi tersebut yaitu dimensi isi, dimensi insentif, dan dimensi interaksi. Dimensi isi berkaitan dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Pendidikan hendaknya mampu memberikan pengetahuan, sikap, sekaligus keterampilan sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa dan masyarakat.

  • Nanik Rubiyanto dan Dany Haryanto

Pendidikan holistik adalah pendidikan yang bertujuan memberi kebebasan siswa didik untuk mengembangkan diri tidak saja secara intelektual, tapi juga memfasilitasi perkembangan jiwa dan raga secara keseluruhan sehingga tercipta manusia Indonesia yang berkarakter kuat yang mampu mengangkat harkat bangsa. Mewujudkan manusia merdeka seperti ungkapan Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, “Manusia utuh merdeka yaitu manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung kepada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri.

  • Amie Primarni

Konsep pendidikan holistik yang digagas Amie, bersifat integrated, atau tidak mendikotomi antara ilmu yang satu dengan yang lainnya. Namun untuk mengintegrasikan antara ilmu yang satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan akhir dari pendidikan yaitu peningkatan iman, ilmu, dan amal untuk dapat menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi.

  • Ron Miller

Pendidikan holistik adalah filsafat pendidikan yang didasarkan pada anggapan bahwa setiap orang dapat menemukan identitas, makna, dan tujuan dalam hidup melalui hubungan dengan masyarakat, alam, dan untuk nilai-nilai kemanusiaan seperti kasih sayang dan perdamaian.

Sementara itu, para tokoh Humanis dari Swiss, yaitu Johan Pestalizzi, Emerson, Maria Montessori dan Rudolf Stainer, menjelaskan bahwa pendidikan harus mencakup penanman moral, emosional, fisik, psikologis, agama, serta dimensi perkembangan intelektual peserta didikan secara utuh. Mereka melanjutkan bahwa sudah bukan waktunya lagi pendidikan terkotak-kotak, sepenggal-sepenggal , bukan lagi waktunya pendidikan berfokus pada salah satu ranah, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik dalam membentuk peserta didik.

Pertanyaan Umum Seputar Holistik

Apa yang dimaksud dengan pendekatan holistik? 

Pendekatan holistik adalah cara pandang atau metode yang melihat sesuatu secara menyeluruh, tidak hanya dari satu aspek saja, tetapi mencakup seluruh bagian yang saling berkaitan—baik fisik, emosional, sosial, maupun spiritual.

Bagaimana pendekatan holistik diterapkan dalam dunia pendidikan?

Dalam pendidikan, pendekatan holistik berarti melihat siswa sebagai individu secara utuh. Guru tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan karakter, keterampilan sosial, emosi, dan potensi siswa secara menyeluruh.

Mengapa pendekatan holistik penting dalam pembelajaran?

Karena pendekatan ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, mendorong pertumbuhan kepribadian siswa secara seimbang, serta memperkuat hubungan antara siswa, guru, dan lingkungan sekitar.

Apa perbedaan antara pendidikan holistik dan pendidikan konvensional?

Pendidikan konvensional biasanya menekankan pada aspek kognitif atau akademik saja. Sedangkan pendidikan holistik memperhatikan semua aspek perkembangan siswa—kognitif, afektif, psikomotorik, bahkan spiritual.

Apa manfaat pendekatan holistik bagi siswa?

Manfaatnya antara lain: siswa lebih percaya diri, mampu berpikir kritis dan kreatif, memiliki empati, serta bisa beradaptasi lebih baik di kehidupan sosial dan dunia kerja.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6