Sukses

Batu Berbentuk Kodok Ini Dijual Rp 58 Miliar, Kisah di Baliknya Bikin Takjub

Liputan6.com, Jakarta Sejak lama, manusia sudah mengenal barang berharga sebelum adanya uang. Mulai dari benda dikeramatkan hingga batu mulia yang punya nilai lebih di mata manusia. Tak heran sejarah kian mengungkap peninggalan masyarakat zaman dulu yang ternyata jadi benda berharga di era modern seperti sekarang ini.

Seperti sebuah temuan baru-baru ini yang jadi bagian dari sejarah awal Tiongkok. Setelah banyak arkeolog menemukan perunggu jadi bukti permulaan peradaban dinasti Shang (dinasti awal Tiongkok), belakangan mereka dikejutkan dengan penemuan perabotan marmer unik. Mereka menyebut batuan marmer indah itu justru jarang ditemui. 

Hal inilah yang menjadikan artefak batu berbentuk kodok yang terbuat dari marmer ini sampai punya harga yang fantastis. Siapa sangka, ada kisah lebih jauh di balik batu marmer yang laku hingga puluhan miliar ini di kalangan kolektor benda antik. 

“Keberadaannya mengungkap perunggu jadi bagian penting dari dinasti Shang, namun karya seni batu giok, tulang, dan marmer penting bagi masyarakat kuno,” dilaporkan dari SCMP (23/10).

Tak hanya satu bongkahan batu, ada dua marmer yang diukir menyerupai katak. Bahkan hingga kini masih terawat dan punya tekstur jelas. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Jadi Benda Spiritual

Sebagaimana yang telah diketahui, sebelum adanya kepercayaan tuhan, masyarakat zaman dulu lebih mengenal animisme dan dinamisme. Hal inilah yang menurut para arkeolog orang China zaman dulu menggunakan batu marmer jadi benda spiritual.

Benda marmer mungkin digunakan untuk tujuan upacara, karena benda serupa lainnya yang terbuat dari batu giok memainkan peran kunci selama ritual Shang. Ungkapan ini serupa dengan sebuah studi baru yang diterbitkan di Cambridge University Press minggu ini membuktikan bahwa orang Shang kuno membakar benda-benda giok sebagai bagian dari upacara ritual.

Pilihan untuk mengubah marmer menjadi katak bukanlah kebetulan, karena penggambaran hewan adalah bagian penting dari budaya Shang. Mereka percaya bentuk katak mampu menyediakan jembatan untuk terhubung dengan nenek moyang mereka, menurut sebuah laporan di The Value, sebuah platform online, tentang katak marmer.

Saking langkanya batuan marmer jadi sejarah awal dinasti Shang, Tak heran membuatnya jadi benda yang sangat berharga. Koleksi hewan marmer juga diadakan oleh Institut Sejarah dan Filologi di Academia Sinica di Taipei.

3 dari 3 halaman

Dilelang Sebesar Rp 58 Miliar

Mendengar temuan ini, tak sedikit mereka yang menyarankan katak dari batu marmer itu merupakan simbol kesuburan. Sementara yang lain berpikir itu mungkin simbol keberuntungan yang berharap kemakmuran.

Melihat nilai dan fungsinya yang menakjubkan, katak marmer, yang dijual di Sotheby's, juga secara signifikan melampaui perkiraan penjualannya. Diperkirakan katak batu itu akan terjual HK$3-4 juta (Rp 5–8 Miliar). 

Kelangkaan karya seni upacara marmer dinasti Shang dapat membantu menjelaskan mengapa katak marmer berukir yang akan menjadi hiasan meja yang indah dijual seharga HK$28,8 juta (US$3,7 juta) atau setara Rp 58 Miliar dalam lelang Sotheby yang ditutup pada awal Oktober.

Dua katak pahatan marmer yang tampak serupa, yang dikenal di seluruh dunia, diyakini telah dibuat selama pertengahan periode Shang. Beberapa ukiran batu lainnya dalam koleksi pribadi, seperti beruang dan jangkrik, dianggap sebagai artefak langka.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS