Contoh Berikut Merupakan Bentuk dari Interaksi Keruangan yaitu Lahan Pertanian Jadi Pemukiman

Bentuk dari interaksi keruangan yaitu perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman.

Diperbarui 23 Juni 2025, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Contoh berikut merupakan bentuk dari interaksi keruangan yaitu salah satunya lahan pertanian jadi pemukiman. Interaksi keruangan merupakan gambaran mengenai adanya kondisi saling memengaruhi dan ketergantungan antarkomponen ruang muka bumi.

Hal ini dapat memengaruhi faktor alami, faktor alam dengan manusia, alam dengan kondisi sosial budaya, maupun antar faktor sosial.

Contoh berikut merupakan bentuk dari interaksi keruangan yaitu perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman. Hal ini memiliki fokus utama pada bagaimana manusia memperlakukan alam atau lingkungannya.

Berikut Liputan6.com rangkum dari files1.simpkb.id, Senin (23/6/2025) tentang bentuk dari interaksi keuangan.

Mengenal Interaksi Keruangan

Contoh berikut merupakan bentuk dari interaksi keruangan yaitu perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman. Kamu tentunya harus mengenali terlebih dulu apa itu interaksi keruangan bila ingin memahami pernyataan tersebut. 

Ruang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dimaknai sebagai sela-sela antara dua (deret) tiang atau antara empat tiang (di bawah kolong rumah); rongga yang berbatas atau terlingkung oleh bidang; rongga yang tidak berbatas, tempat segala yang ada; petak dalam (durai, petai); pangsa; ruang nyata dan imajiner dalam pertunjukan di atas panggung.

Sementara itu, interaksi keruangan merupakan konsep penting dalam kajian geografi yang menggambarkan hubungan timbal balik dan saling memengaruhi antara dua tempat atau lebih di permukaan bumi. Hubungan ini tidak hanya mencakup pertukaran barang dan jasa, tetapi juga pergerakan orang, penyebaran ide, informasi, serta kolaborasi budaya dan pembangunan.

Menurut Kerangka Acuan Standar Kompetensi Geografi Nasional (2022) oleh Muhammad Dimyati, interaksi keruangan adalah hubungan timbal balik antara dua tempat atau lebih. Artinya, satu wilayah bisa memberikan pengaruh dan menerima dampak dari wilayah lainnya. Interaksi ini tercipta karena adanya perbedaan karakteristik wilayah, yang dikenal sebagai areal differentiation (perbedaan wilayah) atau spatial variation (variasi ruang).

Menurut buku Geografi SMA XII IPS oleh Totok Gunawan, dkk. (2007: 113), interaksi keruangan juga erat kaitannya dengan faktor waktu. Waktu dapat memengaruhi seberapa cepat atau lambat interaksi terjadi. Misalnya, perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi mempercepat pergerakan barang dan informasi.

Sebaliknya, interaksi keruangan juga dapat memengaruhi waktu, seperti dalam proses produksi atau pengiriman barang. Wilayah dengan akses lebih cepat akan lebih unggul dalam distribusi produk.

Bentuk Interaksi Keruangan

Interaksi keruangan bisa terwujud dalam berbagai bentuk, antara lain:

  • Pergerakan manusia, misalnya urbanisasi dari desa ke kota.
  • Distribusi barang, seperti hasil pertanian, perkebunan, dan produk industri.
  • Penyebaran ide dan informasi, seperti inovasi teknologi atau pelatihan keahlian.
  • Hubungan sosial budaya, seperti kegiatan wisata budaya atau pertunjukan kesenian antarwilayah.
  • Kerjasama pembangunan, terutama dalam infrastruktur dan pengembangan wilayah.

 

Faktor Interaksi Keruangan

Contoh berikut merupakan bentuk dari interaksi keruangan yaitu perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman, yang tentunya memiliki faktor tertentu. Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan, yaitu saling melengkapi (complementarity), kesempatan antara (intervening opportunity) dan keadaan dapat diserahkan/dipindahkan (transferability).

Saling melengkapi (Complementarity)

Complementarity atau disebut juga dengan Regional Complementary adalah kondisi saling melengkapi yang terjadi jika ada wilayah-wilayah yang menghasilkan komoditas berbeda. Contohnya, wilayah Indramayu merupakan penghasil padi, sedangkan wilayah Subang merupakan penghasil sayuran.

Wilayah Indramayu membutuhkan sayuran, sedangkan wilayah Subang membutuhkan padi. Jika masing- masing memiliki kelebihan (surplus), maka wilayah Indramayu melakukan interaksi dengan wilayah Subang dalam melalui aktivitas perdagangan atau jual beli.

Kesempatan antara (Intervening opportunity)

Intervening opportunity adalah suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut.

Misalnya, pedagang beras dari Karawang biasanya membeli beras dari pasar Induk Jakarta, tetapi sejak ada pasar induk di Cikopo maka mereka lebih dekat membeli beras di Cikopo sehingga terjadi interaksi antara wilayah Karawang ke Cikopo.

Faktor Interaksi Keruangan

Contoh berikut merupakan bentuk dari interaksi keruangan yaitu perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman belum terjawab dari penjabaran di atas. Kamu perlu mengenali faktor interaksi keruangan berikutnya.

Kemudahan transfer (transferability)

Pengangkutan barang atau juga orang memerlukan biaya, biasanya biaya yang dicari adalah biaya yang lebih rendah. Jika biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi.

Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang menghubungkan daerah asal dan tujuan. Sebagai contoh jika jalan dari desa ke kota rusak maka mereka sulit mendapatkan harga yang murah karena jalannya mengalami kerusakan, tetapi jika jalannya mudah dilalui maka barang-barang yang ada di daerah tersebut biasanya akan lebih murah.

Perubahan akibat interaksi antar ruang

Interaksi antar ruang dapat terjadi dalam bentuk pergerakan barang, orang maupun , ide atau gagsasan. Pergerakan interaksi antar ruang ini dapat berupa perjalanan menuju tempat kerja, perpindahan barang ke daerah – daerah pemasaran, migrasi ,perjalan wisata, penyyediaan fasilitas umum dan lain sebagainya.

Berbagai perubahan sebagai akibat interaksi antar ruang adalah: berkembanganya pusat – pusat perkembangan, perubahan penggunaan lahan,perubahan orientasi mata pencaharian,sarana dan prasarana berkembang, perubahan social budaya,dan perubahan komposisi penduduk.

Contoh berikut merupakan bentuk dari interaksi keruangan yaitu perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman bisa kamu pahami di sini. Dari penjabaran di atas kamu memahami bahwa contoh berikut merupakan bentuk dari interaksi keruangan yaitu perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman.

Contoh Interaksi Keruangan di Indonesia

Dikutip dari buku IPS Geografi oleh Ginting (2007), Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keragaman sumber daya, budaya, dan kegiatan ekonomi, merupakan contoh nyata dari sistem kewilayahan yang saling terintegrasi. Beberapa contoh interaksi keruangan antarwilayah di Indonesia adalah:

  • Pantai selatan Pulau Jawa vs Pegunungan Jawa: Wilayah pantai sebagai penghasil ikan dan wilayah pegunungan sebagai penghasil sayuran saling berinteraksi melalui perdagangan komoditas yang mereka butuhkan.
  • Wilayah perkebunan dan pedesaan di Sumatera: Perkebunan penghasil buah-buahan dan pedesaan penghasil padi saling melengkapi kebutuhan melalui perdagangan.
  • Migrasi tenaga kerja: Anak muda dari desa pergi ke kota untuk bekerja, membentuk interaksi ekonomi dan sosial antara desa dan kota.
  • Distribusi barang antar pulau: Kopi dan karet dari Sumatera didistribusikan ke Jawa, sedangkan beras dan gula dari Jawa dikirim ke daerah lain.
  • Pertukaran budaya dan pengetahuan: Festival Nyepi dari Bali menarik wisatawan dari seluruh Indonesia, sedangkan inovasi dari Jakarta diserap oleh wilayah lain.
  • Pelatihan dan penyebaran keterampilan: Pengrajin batik dari Yogyakarta melatih komunitas lain; ahli pertanian dari Malang membimbing petani daerah lain.
  • Penyebaran seni budaya: Musik dan tarian tradisional dari satu daerah dipentaskan di daerah lain sebagai bentuk pelestarian budaya nasional.

FAQ Tentang Interaksi Keruangan

1. Apa yang dimaksud dengan interaksi keruangan?

Interaksi keruangan adalah hubungan timbal balik antara dua wilayah atau lebih di permukaan bumi yang saling memengaruhi satu sama lain melalui pergerakan manusia, barang, informasi, ide, atau budaya. Hubungan ini terjadi karena adanya perbedaan potensi dan kebutuhan antarwilayah.

2. Apa penyebab terjadinya interaksi keruangan antarwilayah?

Interaksi keruangan terjadi karena adanya perbedaan sumber daya alam, kondisi geografis, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi di tiap wilayah. Ketika satu wilayah membutuhkan sesuatu yang tidak dimilikinya dan wilayah lain memilikinya, maka akan terjadi interaksi berupa perdagangan, migrasi, atau kerjasama.

3. Apa saja bentuk interaksi keruangan yang umum terjadi?

Bentuk-bentuk interaksi keruangan antara lain:

  • Perpindahan penduduk (misalnya urbanisasi)
  • Perdagangan barang dan jasa antarwilayah
  • Pertukaran budaya dan informasi
  • Pembangunan infrastruktur antarwilayah
  • Kerjasama pendidikan atau pelatihan keterampilan antar daerah

4. Apa manfaat dari adanya interaksi keruangan?

Manfaat interaksi keruangan meliputi:

  • Pemenuhan kebutuhan antarwilayah
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial
  • Penyebaran teknologi dan inovasi
  • Mempererat hubungan sosial dan budaya antar masyarakat
  • Meningkatkan pemerataan pembangunan antar daerah

5. Apa hubungan antara waktu dan interaksi keruangan?

Waktu memengaruhi intensitas dan kecepatan interaksi keruangan. Kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi membuat interaksi berlangsung lebih cepat dan efisien. Sebaliknya, interaksi yang sering terjadi juga dapat mempercepat perubahan wilayah dalam aspek sosial, ekonomi, dan budaya.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6