Liputan6.com, Jakarta - Memahami salafi adalah berasal dari istilah “salaf”. Secara terminologi sosial, salaf berasal dari “Salaf as-Shalih” yang merujuk pada tiga golongan generasi peradaban Islam terdahulu. Para sahabat, tabi’in dan atba’it tabiin.
Dalam kitab Nazarat fi Jauharatit Tauhid oleh Dr. Abdul Hamid Ali Izz Al-Arab, Dr. Shalah Mahmud Al-‘Adily, dan Dr. Ramadhan Abdul Basith Salim, menjelaskan salafi adalah ulama maupun orang biasa yang datang setelah tahun 300 H yang menganut manhajnya (metodenya).
Secara sederhana, salafi adalah golongan orang yang menganut manhaj salaf atau Ahlussunnah wal Jamaah. Prinsip yang dipegang oleh kaum salafi adalah sumber rujukannya memahami akidah dalam manhaj salaf yang terdiri dari Al-Qur’an, Hadis, dan Ijma salaful salih atau Ulama Salaf.
Advertisement
“Secara person tiap mereka (selain Nabi) tidaklah maksum (terjaga dari kesalahan). Namun, jika Ulama Salaf telah sepakat (ijma’) tentang suatu permasalahan Dien (agama), maka ijma’ mereka itu tidak akan pernah salah. Karena umat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam tidak akan pernah bersepakat dalam sebuah kesalahan/ kesesatan,” mengutip situs website resmi penganut manhaj salafi di salafy.or.id.
Itulah pengertian salaf dan salafi secara sederhana yang perlu diketahui. Berikut Liputan6.com ulas lebih dalam tentang salafi adalah golongan umat yang menganut manhaj salaf, Kamis (12/6/2025).
Pengertian Salafi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3121591/original/026760700_1588827939-285166-P693K7-370.jpg)
Awal mula munculnya istilah salafi adalah berasal dari “salaf” yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti sesuatu atau orang terdahulu. Sementara dalam kitab Nazarat fi Jauharatit Tauhid oleh Dr. Abdul Hamid Ali Izz Al-Arab, Dr. Shalah Mahmud Al-‘Adily, dan Dr. Ramadhan Abdul Basith Salim, menjelaskan salaf adalah para sahabat, tabi’in dan atba’it tabiin yang hidup sampai batas 300 H.
Lalu apa itu salafi? Dijelaskan lebih lanjut dalam kitab tersebut, pengertian salafi adalah ulama maupun orang biasa yang datang setelah tahun 300 H dan dinisbahkan pada kaum salaf yang telah disebutkan di atas, menganut manhajnya (metodenya). Secara sederhana, salafi adalah golongan orang yang menganut manhaj salaf atau Ahlussunnah wal Jamaah.
Salafi berasal dari istilah Salaf al-Ṣalih yang merujuk pada tiga generasi pertama umat Islam, yakni para sahabat Nabi ﷺ, tabi‘in, dan tabi‘ut tabi‘in, yang dianggap paling murni dalam menjalankan syariat. Gerakan Salafi menekankan pengembalian pada praktik dan akidah awal kaum Muslim di masa Nabi dan sahabatnya.
Menjawab pertanyaan “Apa itu Salafi?” menurut studi “MENYOAL GERAKAN SALAFI DI INDONESIA” oleh Muhammad Afifuddin, Salafi diartikan sebagai mereka yang mengikuti metode Salaf dari Allah, Al-Quran, dan sunnah Nabi ﷺ, tanpa tambahan atau pengurangan.
Hal yang sama dipertegas dalam situs website resmi penganut manhaj salafi melalui salafy.or.id, seseorang yang mengikuti manhaj salaf atau salafi adalah mereka yang mau berusaha memahami Al-Qur’an dan sunah Nabi Muhammad SAW dengan pemahaman para Ulama Salaf. Meski demikian, dijelaskan bukan berarti penganut salafi adalah fanatik pada Ulama Salaf.
“Secara person tiap mereka (selain Nabi) tidaklah maksum (terjaga dari kesalahan). Namun, jika Ulama Salaf telah sepakat (ijma’) tentang suatu permasalahan Dien (agama), maka ijma’ mereka itu tidak akan pernah salah. Karena umat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam tidak akan pernah bersepakat dalam sebuah kesalahan/ kesesatan,” dijelaskan.
Advertisement
Rujukan Kaum Salafi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3429185/original/081906100_1618457673-hasan-almasi-_X2UAmIcpko-unsplash.jpg)
Kaum salafi adalah bagian dari umat Islam yang rujukan utamanya tetap Al-Qur’an dan sunah Nabi Muhammad SAW, melansir salafy.or.id. Di kalangan umat muslim kebanyakan, salafi adalah mereka yang memiliki pemikiran mencoba memurnikan kembali perintah Al-Qur’an dan ajaran yang dibawa Rasulullah SAW.
Ditegaskan kembali bahwa rujukan utama kaum Salafi adalah Al-Qur’an, Hadis shahih, dan ijma‘ ulama Salaf, sebagaimana dijelaskan dalam jurnal “Prinsip-Prinsip Dakwah Salafiyah” oleh Muhammaddin dalam Jurnal Ilmu Agama.
Mereka menolak taqlid terhadap empat mazhab fikih tradisional dan menekankan penafsiran literal nash, serta menjauhi bid‘ah (inovasi dalam agama). Metode ini disebut manhaj yaitu jalan atau metodologi yang menetapkan cara memahami dan menjalankan instruksi tekstual dari sumber-sumber syar’i.
Ahli dalam bidang ini Imam al-Safarani menjelaskan salah satu rujukan lain kaum salafi adalah mazhab Ahmad bin Hambali. Metodenya dilakukan bebas dari berbagai hal yang tidak dilakukan nabi Muhammad SAW (bidah), khurafat, dan syirik dalam Islam.
Penganut ajaran salaf mempercayai sahabat, tabi’in dan atba’it tabiin yang hidup sampai batas 300 H adalah sebaik-baiknya generasi. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah pada zamanku (sahabat), kemudian orang-orang setelah mereka (tabi’in), kemudian yang setelahnya lagi (atba’it tabi’in), kemudian akan datang suatu kaum yang persaksiannnya mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului persaksiannya.” (HR. Imam Bukhari dengan sanad dari Abdullah bin Mas’ud).
Prinsip Kaum Salafi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3120074/original/099411900_1588669659-285194-P693MO-311.jpg)
Ada beberapa prinsip khas yang dipegang oleh kaum salafi. Prinsip ini dijelaskan dalam jurnal keagamaan Manhaj Salafiyah oleh Muhammaddin. Ini penjelasannya:
1. Rujukan Utama
Prinsip yang dipegang oleh kaum salafi adalah sumber rujukannya memahami akidah dalam manhaj salaf yang terdiri dari Al-Qur’an, Hadis, dan Ijma salaful salih atau Ulama Salaf.
2. Wujud Ketaatan
Prinsip yang dipegang oleh kaum salafi adalah ada kewajiban untuk menaati pemimpin kaum muslimin selama mereka tidak memerintahkan untuk berbuat maksiat. Jika sebaliknya, umat Islam tidak boleh menaatinya, namun tetap wajib taat dalam kebenaran lainnya.
3. Pengkafiran
Prinsip yang dipegang oleh kaum salafi adalah pada masalah pengkafiran, manhaj salaf berpendapat tidak boleh mengkafirkan seseorang atau kelompok dengan sembarangan. Prinsip yang dipegang tidak mengkafirkan seorangpun dari kaum muslim kecuali apabila dia melakukan perbuatan yang membatalkan akidah atau keimanan dan keislamannya sendiri.
4. Nilai Akidah
Prinsip yang dipegang oleh kaum salafi adalah al-wala’ wal bara’. Setiap muslim yang beragama dengan prinsip akidah ini wajib mencintai orang-orang yang memegang teguh akidah Islam dan berpaling dari orang-orang yang memusuhi akidah Islam.
5. Dakwah
Dalam aspek dakwah, Salafi mengedepankan metode dakwah yang agresif namun sopan, berdasarkan nash Al-Quran dan Sunnah, dan bersifat terbuka, secara digital maupun luring.
Studi “Metode Dakwah Salafi Terhadap Pemerintah” dalam Journal of Mandalika Literature menunjukkan bahwa mereka menyebarkan materi dakwah lewat media digital, tanpa terlibat dalam politik praktis atau kekerasan, serta memberi nasihat kepada pemerintah secara baik tanpa mencaci maki.
Dakwah Salafi digerakkan secara kolektif oleh para dai, ulama, dan sekolah yang menitikberatkan kemurnian ajaran Islam serta menetapkan batasan terhadap inovasi (bid‘ah) dalam masyarakat Muslim.
Prinsip yang dipegang oleh kaum salafi adalah dengan amar makruf nahi mungkar. Berisi perintah menegakkan yang benar dan mencegah yang salah.
Al-ma’ruf adalah semua ketaatan kepada Allah SWT satu-satunya, mengikhlaskan ibadah itu hanya kepada-Nya, dan kemudian ketaatan lainnya baik yang wajib maupun yang sunnah.
Sedangkan al-munkar yang menjadi prinsip yang dipegang oleh kaum salafi adalah semua yang dilarang Allah dan Rasul-Nya, termasuk di dalamnya kemaksiatan dan kebid’ahan. Adapun kemunkaran yang paling besar adalah syirik kepada Allah SWT.
Advertisement
Ulama Salafi yang Terkenal
Gerakan Salafi modern banyak diformulasikan oleh tokoh-tokoh besar yang merujuk kepada warisan akidah dan metodologi Salaf. Para ulama ini dikenal luas melalui tulisan dan fatwa mereka yang mempengaruhi jutaan umat Muslim. Mereka menganut prinsip kembali kepada Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman Salaf al-Ṣalih, serta menolak bid‘ah (inovasi) dalam agama. Karya dan pengajaran mereka dibahas dalam berbagai studi akademik, termasuk jurnal dan penelitian dari universitas terkemuka.
Muhammad Taqi-ud-Din al-Hilali (1893–1987)
Seorang sarjana Maroko dari tradisi Athari/Salafi, al-Hilali sangat dikenal karena karya terjemahan dan tafsirnya, termasuk The Noble Qur'an bersama Muhammad Muhsin Khan dan terjemahan Sahih Bukhari berbahasa Inggris. Menurut Henri Lauzière dalam The Evolution of the Salafiyya in the Twentieth Century through the Life and Thought of Taqi al-Din al-Hilali, al-Hilali memainkan peran sentral dalam penyebaran ajaran Salafi di dunia Barat Islam, melalui pengajaran dan karyanya.
‘Abdul Aziz ibn Baz (1910–1999)
Sebagai Grand Mufti Saudi Arabia dan ketua Dewan Ulama Senior, Ibn Baz merupakan figur utama gerakan Salafi abad ke‑20. Ia menulis lebih dari 60 buku tentang hadits, tafsir, hukum waris, dan fiqh. Salah satu karyanya, Words of Advice Regarding Da’wah, tergolong fondasi dalam literatur dakwah Salafi, menekankan kembalinya umat Islam pada pemahaman text-based Al-Qur’an dan Sunnah.
‘Abdallah bin Bayyah (lahir 1935)
Ulama Mauritania yang kini aktif di Jeddah dan menjadi tokoh toleransi moderat dalam spektrum Salafi. Karya-karyanya seperti The Craft of the Fatwa and Minority Fiqh serta A Dialogue about Human Rights in Islam menunjukkan minat mendalam terhadap ijtihad kontemporer dan rekonsiliasi antara nash syariat dan realitas sosial modern.
Jamal al-Din al-Qasimi (1866–1914)
Ulama Syafi'i dari Damaskus dan salah satu pemrakarsa gerakan Salaf modern awal. Henri Lauzière dalam Being Salafi in the Early Twentieth Century menyoroti peran al-Qasimi sebagai perintis ide tekstualisme dan revitalisasi ajaran Salaf melalui kritik terhadap bid‘ah dan pendefinisian ulang proses reformasi keagamaan di awal abad ke‑20.
Rabee al-Madkhali (lahir 1933)
Dikenal sebagai “Imam al‑Jarh wa al‑Ta‘dil”, Rabee al‑Madkhali adalah profesor di Universitas Islam Madinah dan figur utama kritik internal gerakan Salafi. Dalam disertasi Inga Kristina Trauthig dan Guy Robert Eyre, Rabee digambarkan sebagai “quietist Salafi” yang mengedepankan metode dakwah non-politis, tetap tegas menolak inovasi dalam agama sambil menjaga kredibilitas metodologi tekstual.
Q&A
Apa arti kata "Salafi"?
Secara bahasa, Salafi berarti mengikuti Salaf al-Ṣalih—tiga generasi awal umat Islam; secara istilah, ia mengacu pada kelompok yang menekankan kembalinya Islam kepada akidah dan praktik awal.
Apa rujukan utama Salafi dalam memahami syariat?
Sumber utama mereka adalah Al-Qur’an, Hadis shahih, dan ijma‘ ulama Salaf—mereka menolak taqlid terhadap mazhab fikih dan inovasi dalam agama.
Apa saja prinsip dasar Salafi?
Prinsipnya mencakup taat kepada pemimpin yang tidak mengajak kemaksiatan, al-wala’ wal-bara’, tidak mudah mengkafirkan, serta aktif dalam amar ma‘ruf dan nahi munkar.
Bagaimana metode dakwah Salafi?
Dakwah mereka bersifat sabar, merujuk nash syar’i, dan menyasar masyarakat luas dengan terukur—baik melalui pendekatan langsung maupun digital—tanpa kekerasan atau fitnah terhadap pemerintah.
Salafi termasuk mazhab fikih atau tidak?
Bukan. Salafi adalah metodologi (manhaj), bukan mazhab fikih; mereka lebih menekankan pemahaman literal terhadap teks dibandingkan mengikuti mazhab fikih yang mapan.
Mengapa Salafi menolak bid‘ah?
Karena mereka percaya hanya akidah dan praktik Rasul ﷺ serta sahabatnya yang benar; segala inovasi tanpa dasar nash dianggap bisa menimbulkan kesalahan dalam agama.
Apakah Salafi punya organisasi resmi?
Tidak mutlak; Salafi beroperasi secara longgar, melalui ulama, pesantren, lembaga dakwah, serta aktivitas pribadi—mereka tidak terikat pada struktur hierarki organisasi yang ba
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3377628/original/075522100_1613436248-child-4758822_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)