Sukses

Alasan Pasangan Tak Bisa Jaga Komitmen Pernikahan

Keputusan menikah tak semudah membalikkan telapak tangan Anda. Namun mengapa ada pasangan yang memutuskan menikah tapi tak bisa menjaga komitmen dalam pernikahan?

"Dalam kasus mereka yang buru-buru menarik komitmen segera sesudah menikah tanpa adanya alasan yang dapat dipertanggungjawabkan menunjukkan adanya kekurangmatangan pada kepribadian yang dimilikinya," kata Psikolog Klinis dari Universitas Sanata Dharma Heri Widodo MPsi, saat dihubungi Liputan6.com dan ditulis Kamis (14/11/2013).

Ketidakmatangan individu itu, lanjut Heri, sebenarnya sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti keluarga, masyarakat, dan pendidikan. Lantas jenis lingkungan yang membuat orang sulit berkomitmen?
  • Lingkungan yang tak memberikan kesempatan pada individu untuk menentukan pilihannya sendiri serta kemudian bertanggung jawab terhadap pilihannya akan menjadi individu yang sulit memilih dan berkomitmen.
  • Lingkungan yang tidak memberikan model pada individu untuk menghargai orang lain akan membuat individu tersebut begitu mudah melanggar komitmen tanpa memiliki empati terhadap orang yang menjadi korban dari keputusannya.
  • Khusus dalam kasus pria, budaya patriarki seringkali menempatkan pria pada posisi primer sehingga mereka tidak sangat merasa bersalah ketika membuat keputusan yang mengorbankan wanita yang dianggap sebagai kelompok di posisi sekunder.
Heri mengingatkan, untuk bisa menjalani pernikahan dibutuhkan kematangan pribadi. Ini karena keputusan menikah berkaitan dengan komitmen, yakni kesetiaan terhadap pasangan yang dipilihnya tidak hanya untuk saat ini namun juga untuk masa-masa yang akan datang.

"Tidak hanya saat datangnya situasi menyenangkan dan bahagia, namun juga dikala kesedihan dan derita datang dalam pernikahan mereka," ujarnya.

(Mel/*)