Sukses

Awal Mula Vibrator, dari Lampu Senter

Senter dan vibrator sama-sama menggunakan tenaga baterai untuk mengoperasikannya, sama-sama berbahan keras, dan berbentuk silinder. Dan ternyata, vibrator merupakan pengembangan dari lampu senter.

Lampu senter bertenaga baterai itu pertama kali ditemukan pada awal abad 20 oleh Imigran Rusia Akiva Horowitz. Ia datang ke New York pada 1892 dan memiliki nama Amerika Conrad Hubert.

Charlez Panati dalam bukunya berjudul: `Sexy Origins and Intimate Things` menjelaskan, Hubert bekerja dengan Joshua Lionel Cowen, yang menciptakan Lionel.

"Saat ia merekrut Condard Hubert, Cowen sudah memiliki `flowerpot elektrik` yang sempurna, dengan menggunakan baterai dan lampu," tulis Panati seperti dikutip, Jumat (20/9/2013).

Lampu tersebut ada di tengah Flowerpot sehingga akan menerangi flowerpot. Saat itu, Conrad Hubert berkeyakinan flowerpot elektrik berpotensi didagangkan sehingga bosnya memerlukan paten sebelum dijual.

Namun, Hubert menemukan barang barunya itu tak bergerak dari rak toko menjadi overstock. Sehingga untuk menyelamatkan barang-barang itu, Hubert memisahkan lampu dari flowerpot, tempatnya yang berbentuk silinder.

Kemudian Hubert mendapat paten produk yang disebut dengan `portable electric light`. Alat tersebut panjang dan tebal serta memiliki kepala yang bisa diaktifkan dengan menggunakan saklar.

Hubert menyarankan, tempat ideal untuk flashlight adalah meja di malam hari untuk keadaan darurat.

Penjualan barang temuan Hubert itu ternyata lumayan baik. Ia pun mulai membuka `American Ever Ready Company`. Ketika meninggal pada 1928, ia menjadi orang yang kaya raya. Ia meninggalkan US$ 6 juta untuk badan amal favoritnya.

Jadi terciptanya vibrator pribadi membutuhkan langkah kecil mulai dari senter berbaterai portabel. Sama halnya seperti Hubert yang mengubah flowerpot elekrtik yang gagal ke senter, beberapa penemu lainnya cepat mengubah senter menjadi vibrator dan mendapatkan paten.

(Mel/*)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS