Remaja Dianggap Sehat, Kerap Luput dari Vaksinasi

Vaksinasi identik dengan balita, padahal remaja juga butuh vaksinasi untuk melindungi diri dari berbagai penyakit. Apa saja ya?

Diterbitkan 19 April 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Vaksinasi tidak hanya penting pada masa balita. Anak usia sekolah hingga remaja juga tetap membutuhkan imunisasi untuk memberikan perlindungan tubuhnya.

Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan pediatri tropis, Nina Dwi Putri mengungkapkan bahwa remaja merupakan kelompok usia yang sering kali terlewat dari perhatian vaksinasi. Remaja dianggap sudah sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang baik alhasil orangtua kadang lupa mengajak anak melakukan vaksinasi. 

“Remaja itu sering terlupakan karena terlihat sehat," kata Nina dalam webinar awam bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Minggu, 19 April 2026. 

Nina mengatakan anak di atas lima tahun bisa melakukan vaksinasi lewat program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Diantaranya vaksin ulangan campak rubela, vaksin HPV, vaksin ulangan DPT. 

Lebih lanjut, Nina mengatakan jika melihat siklus kehidupan manusia, ada beberapa fase di mana daya tahan tubuh cenderung lebih lemah, yaitu saat bayi, masa remaja (terutama saat pubertas), dan usia lanjut.

“Pada masa pubertas, daya tahan tubuh menurun, sehingga remaja tetap membutuhkan perlindungan tambahan melalui vaksinasi,” jelasnya.

Manfaat Imunisasi Saat BIAS

Mengutip laman Kemenkes berikut manfaat pemberian imunisasi saat BIAS:

Imunisasi Campak Rubella

Manfaat: Melindungi anak dari penyakit campak yang dapat menyebabkan komplikasi berupa pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), kebutaan, bahkan berakibat pada kematian.

Imunisasi DT dan TdManfaat: Melindungi anak dari penyakit berbahaya seperti Difteri dan Tetanus. 

Imunisasi HPV

Manfaat melindungi anak perempuan dari kanker leher rahim di masa depan. Sekitar 95% kasus disebabkan oleh infeksi virus Human Papillomavirus (HPV) tipe berisiko tinggi.