Kenapa Anak Butuh Makanan Tinggi Protein? Ini Penjelasan dan Sumber Terbaiknya

Dengan memastikan asupan makanan tinggi protein yang cukup dan seimbang, orang tua dapat membantu anak tumbuh sehat, kuat, dan pintar.

Diterbitkan 16 April 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Makanan tinggi protein sering kali hanya dikaitkan dengan pembentukan otot. Padahal, bagi anak-anak, protein punya peran jauh lebih besar. Mulai dari mendukung pertumbuhan fisik hingga perkembangan otak.

Kurangnya asupan protein bisa berdampak serius. Anak tidak hanya berisiko mengalami hambatan pertumbuhan, tapi juga gangguan perkembangan kognitif. Hal ini karena otak, seperti organ tubuh lainnya, membutuhkan nutrisi yang cukup untuk berkembang secara optimal.

President of Indonesian Nutrition Association, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) mengatakan bahwa banyak orang tua masih salah kaprah dalam memahami kebutuhan nutrisi anak.

"Orang tua sering bertanya makanan apa yang bisa membuat anak pintar. Padahal, yang sering dilupakan adalah otak berada di dalam tubuh. Jika tubuh kekurangan nutrisi, termasuk protein, maka otak juga tidak bisa berkembang dengan baik," katanya.

Protein sendiri merupakan zat gizi penting yang tersusun dari asam amino. Ada dua jenis asam amino, yaitu non-esensial yang bisa diproduksi tubuh, dan esensial yang harus diperoleh dari makanan.

Pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, kata Luciana, kebutuhan protein menjadi lebih tinggi karena tubuh terus membangun jaringan baru.

Tak hanya itu, protein juga berperan dalam memperkuat sistem imun. Anak yang kekurangan protein cenderung lebih mudah sakit. Ketika sering sakit, kondisi tubuh akan semakin lemah, berat badan sulit naik, dan pertumbuhan tinggi badan pun terhambat.

"Ini seperti lingkaran yang tidak terputus. Anak yang kekurangan protein akan lebih mudah sakit, lalu menjadi kurus, kemudian pertumbuhannya terganggu, termasuk perkembangan otaknya," tambah Luciana.

Namun, penting dipahami bahwa konsumsi protein tidak bisa berdiri sendiri. Agar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh tubuh, protein harus didukung oleh asupan kalori yang cukup. Jika tidak, protein justru akan dipecah menjadi energi, bukan digunakan untuk pertumbuhan.

 

Sumber Makanan Tinggi Protein untuk Anak

Dalam memilih sumber protein, terdapat dua jenis utama, yaitu protein hewani dan nabati. Protein hewani seperti daging, telur, ikan, dan susu memiliki kandungan asam amino yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati.

Meski begitu, protein nabati seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan tetap penting sebagai bagian dari pola makan seimbang. Kombinasi keduanya dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak secara optimal.

Untuk pilihan yang lebih terjangkau, telur dan ikan seperti sarden bisa menjadi solusi. Selain kaya protein, bahan makanan ini juga mudah ditemukan dan diolah dalam berbagai menu.

Selain protein, zat besi dan vitamin C juga tak kalah penting. Zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah dan mendukung fungsi otak, sementara vitamin C membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.

"Gizi seimbang tetap menjadi kunci utama. Untuk anak, kebutuhan kalori dan protein lebih tinggi dibandingkan orang dewasa karena mereka sedang dalam masa pertumbuhan," pungkasnya.