Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang tua masih menganggap anak yang sulit pintar disebabkan karena kurang belajar atau kurang fokus di sekolah. Padahal, faktor tersebut bukan satu-satunya penyebab. Ada hal yang jauh lebih mendasar tapi sering diabaikan, yaitu asupan nutrisi.
Menurut President of Indonesian Nutrition Association, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K), perkembangan otak anak sangat bergantung pada kondisi tubuh secara keseluruhan, terutama kecukupan gizi.
"Orang tua sering bertanya makanan apa yang bisa bikin anak pintar, tapi lupa bahwa otak itu bagian dari tubuh. Kalau tubuhnya tidak mendapat nutrisi yang cukup, otaknya juga tidak akan berkembang optimal," kata Luci dalam diskusi media 'Studi IHDC Ungkap​ Stunting – Asupan Gizi dan Anemia Defisiensi Besi ​serta Dampaknya terhadap ​Working Memory Anak Usia Sekolah​' pada Rabu, 15 April 2026.
Advertisement
Dia menekankan bahwa kecerdasan anak tidak hanya ditentukan oleh stimulasi belajar, tapi juga oleh proses pertumbuhan dan pematangan otak. Dalam hal ini, kata Luci, nutrisi memegang peran kunci.
Salah satu masalah yang sering terjadi adalah kekurangan kalori dan protein. Anak yang tidak mendapatkan cukup energi dari makanan akan kesulitan tumbuh, baik secara fisik maupun kognitif.
Akibatnya, bukan hanya tinggi badan yang terhambat, tetapi juga perkembangan otaknya. "Kalau anak kekurangan kalori, dia tidak bisa tumbuh ke atas maupun ke samping. Dampaknya, otak juga tidak berkembang," tambahnya.
Selain protein, zat besi juga menjadi nutrisi penting yang kerap terlewat. Zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah dan membantu distribusi oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.
Luci menekankan bahwa kekurangan zat besi dapat menyebabkan anak mudah lelah, sulit konsentrasi, hingga menurunnya kemampuan belajar.
Â
Anak Juga Gampang Sakit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556351/original/042614000_1776242022-President_of_Indonesian_Nutrition_Association__Dr._dr._Luciana_B._Sutanto__MS__SpGK_K_.jpg.jpeg)
Tidak hanya itu, anak yang kekurangan nutrisi juga cenderung lebih mudah sakit. Ketika sistem imun melemah, anak akan lebih rentan terkena infeksi berulang. Kondisi ini bisa memperburuk status gizi karena nafsu makan menurun dan tubuh kehilangan banyak energi untuk melawan penyakit.
"Anak yang sering sakit akan semakin sulit mengejar pertumbuhan. Akhirnya terjadi lingkaran yang tidak putus, yaitu kurang gizi, mudah sakit, lalu makin sulit berkembang," katanya.
Untuk itu, keseimbangan nutrisi menjadi hal yang sangat penting. Protein, misalnya, tidak akan bekerja optimal jika tidak didukung oleh kalori yang cukup. Dalam kondisi kekurangan energi, protein justru akan dipecah menjadi sumber energi, bukan digunakan untuk pertumbuhan.
"Protein harus didukung oleh kalori. Kalau tidak, dia tidak bisa berfungsi sebagai zat pembangun, malah habis dipakai sebagai energi,"Â ujarnya.
Sumber protein sendiri bisa berasal dari hewani maupun nabati. Namun, protein hewani seperti telur, ikan, dan daging memiliki kandungan asam amino yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati seperti tempe dan kacang-kacangan.
Di sisi lain, penyerapan zat besi juga dipengaruhi oleh nutrisi lain, salah satunya vitamin C. Nutrisi ini membantu tubuh menyerap zat besi secara lebih optimal. Tanpa dukungan vitamin C, manfaat zat besi tidak akan maksimal.
Pada akhirnya, kunci agar anak tumbuh sehat dan cerdas terletak pada penerapan gizi seimbang. Kebutuhan ini tentu berbeda antara anak dan orang dewasa.
Anak membutuhkan lebih banyak kalori dan protein untuk mendukung pertumbuhan, sementara orang dewasa lebih fokus pada keseimbangan dan pencegahan penyakit.
"Yang penting bukan hanya satu zat gizi, tapi kombinasi yang seimbang. Protein, zat besi, vitamin C, dan nutrisi lain harus terpenuhi bersama-sama," pungkasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5556407/original/021197000_1776244653-President_of_Indonesian_Nutrition_Association__Dr._dr._Luciana_B._Sutanto__MS__SpGK_K_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300000/original/049582300_1784282893-mainoo_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265020/original/007345300_1671377845-4_AP22352556886313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3202507/original/071215900_1596847894-AP20220691523830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618472/original/047612700_1782607192-000_B8JU4KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256851/original/004151200_1670703759-7_AP22344709351178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299482/original/065812300_1784259465-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297796/original/002584500_1784106935-didier.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4532041/original/020362200_1691581394-bear-4838870_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5991136/original/009028000_1778885042-IMG-20260515-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556349/original/021899900_1776242021-Ketua_Dewan_Pembina_Indonesia_Health_Development_Center__IHDC___Prof._Dr._dr._Nila_Djuwita_F._Moeloek__SpM_K_.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125221/original/2900_1738921316-DALL__E_2025-02-07_16.40.57_-_A_futuristic_and_visually_stunning_illustration_of_Artificial_Intelligence._The_image_features_a_glowing_humanoid_AI_figure_with_a_sleek__high-tech_de.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5538260/original/095298000_1774508622-20260326-belajar-dengan-cara-ini-rahasia-fokus-dan-pintar-mahasiswa-belanda-4c2aeb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508896/original/026628900_1771641907-Diskusi_Mahasiswa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499072/original/091307800_1770771382-KHS09636.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497333/original/068816100_1770625304-Screen_Shot_2026-02-09_at_15.19.57.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4056455/original/073149600_1655476076-stephen-andrews-6NbSIxwZ3_4-unsplash.jpg)