Lensa Mata yang Tadinya Jernih Jadi Keruh, Ketahui 5 Fakta tentang Katarak

Katarak merupakan bagian dari penuaan. Adakah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah katarak datang?

Diterbitkan 09 April 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Katarak merupakan suatu kondisi medis ketika lensa mata yang biasanya jernih menjadi keruh. Alhasil kondisi itu menghalangi cahaya yang masuk ke mata.

"Apabila dibiarkan, katarak dapat menyebabkan penderitanya mengalami kebutaan," kata dokter spesialis mata subspesialis mata katarak dan bedah refraksi, Amir Shidik.

Amir mengatakan semakin bertambah usia maka prevalensi katarak meningkat. Prevalensi katarak mencapai sekitar 50% pada rentang usia 52–64 tahun dan meningkat drastis hingga sekitar 70% pada usia 70 tahun.

"Seiring bertambahnya usia, katarak akan semakin memburuk hingga mengganggu penglihatan. Akibatnya, penderita akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari," kata dokter yang praktik sehari-hari di RS Pondok Indah - Pondok Indah dalam temu media pada Rabu, 8 April 2026.

Berikut 5 fakta tentang katarak:

1. Umumnya Berkembang Lambat

Katarak adalah kondisi berubahnya kejernihan lensa mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan. Kondisi ini umumnya berkembang secara perlahan dan tidak terasa mengganggu pada awalnya.

"Namun, pada jenis tertentu seperti katarak traumatik, perkembangannya dapat terjadi lebih cepat," tuturnya.

2. Faktor Risiko Katarak Selain Usia

Usia lanjut merupakan salah satu faktor risiko katarak. Namun, ada beberapa faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang terkena katarak:

  • Paparan ultraviolet·
  • Adanya riwayat trauma mata, riwayat operasi mata, dan riwayat peradangan mata·
  • Penggunaan obat-obatan steroid untuk mengatasi asma, autoimun, penyakit sendi, atau jamu-jamuan yang dicampur dengan steroid·
  • Diabetes dan obesitas·
  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.

Amir mengatakan bahwa katarak merupakan bagian dari proses penuaan. Namun, dengan melakukan beberapa langkah seperti menjaga pola makan, berhenti merokok, melindungi mata dari sinar matahari langsung, menjaga berat badan, dan melakukan pemeriksaan mata secara rutin dapat melindungi kesehatan mata dan berpotensi memperlambat terbentuknya katarak.

 

3. Gejala Katarak, Pandangan Kabur hingga Ukuran Kacamata Berubah

Amir mengatakan beberapa gejala katarak yang perlu diwaspadai, meliputi:

  • Pandangan berkabut, berasap, atau seperti melihat di balik kaca yang kotor
  • Silau saat mengemudi pada malam hari atau saat hujan
  • Penglihatan menjadi semakin buram atau silau saat berada di luar ruangan yang terang
  • Perubahan penglihatan warna
  • Penglihatan buram perlahan
  • Ukuran kacamata yang sering berubah
  • “Second sight” perbaikan penglihatan dekat, penglihatan jauh menurun
  • Tanpa nyeri dan tanpa mata merah
  • Adanya titik warna putih pada lensa mata pada katarak matur (matang).

 

4. Cara Mendiagnosis Katarak

Saat seseorang merasakan ada gejala katarak, maka penting akan melakukan pemeriksaan seperti wawancara untuk mengetahui gejala dan keluhan yang dialami pasien. Lalu menanyakan obat dan riwayat medis pasien.

Amir mengatakan setelah itu, dokter akan merekomendasikan:

  • Pemeriksaan ketajaman penglihatan untuk menilai penurunan kualitas penglihatan
  • Pemeriksaan bio-microscopy untuk menilai derajat kekeruhan lensa serta menentukan kelainan pada lensa dan mata secara umum.
  • Pemeriksaan retina dan saraf mata untuk memastikan tidak ada masalah lain yang menyebabkan gangguan penglihatan.
  • Pemeriksaan biometri, prosedur sebelum operasi katarak. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mengukur panjang aksial dan kekuatan kornea, yang kemudian digunakan untuk menghitung kekuatan lensa tanam (intraocular lens/IOL) yang paling sesuai untuk mata pasien, guna mengoptimalkan ketajaman penglihatan pascaoperasi. 

 

5. Pengobatan Katarak, Baru Bisa dengan Operasi

Bila hasil diagnosis adalah katarak maka hal yang perlu dilakukan adalah operasi. "Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang efektif menghilangkan kekeruhan lensa tanpa operasi," kata Amir.

Tindakan operasi ini bertujuan mengangkat lensa keruh yang menyebabkan masalah penglihatan. Lensa yang keruh kemudian diganti dengan lensa buatan (intraocular lens/IOL) sehingga penglihatan dapat pulih kembali.