Diet Pasien Osteoporosis yang Disarankan Dokter, dari Konsumsi Kalsium hingga Latihan Otot

Diet pasien osteoporosis perlu kalsium dan latihan otot. Simak saran dokter agar tulang tetap kuat dan risiko nyeri berkurang di usia lanjut.

Diterbitkan 04 April 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasien osteoporosis atau pengeroposan tulang sebaiknya menerapkan diet atau pola makan tinggi kalsium. Hal ini disampaikan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan panggul dan lutut, Satria Prawira Putra.

"Osteoporosis, kalau kita bicara pengeroposan tulang ya (diet-nya) tinggi kalsium," kata dokter yang bertugas di Primaya Hospital Bekasi Timur kepada Health Liputan6.com saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Salah satu sumber kalsium yang dapat dikonsumsi adalah susu. Untuk mencegah pengeroposan atau osteoporosis, susu sapi memang ada kaitannya. Berbeda dengan pengapuran tulang, kasus pengapuran tidak berkaitan dengan kekurangan kalsium.

"Sebenarnya pengapuran itu tidak ada hubungannya dengan kekurangan kalsium ya, pengapuran itu lebih disebabkan kurangnya kekuatan otot yang menopang berat badan kita. Jadi, tidak bisa dimungkiri kita semakin bertambah usia, kekuatan otot semakin berkurang jika tidak dilatih."

“Oleh karena itu, untuk menopang badan kita, dibutuhkan otot yang kuat, makanya wajib dilatih,” imbuhnya.

Lantas, apakah pasien osteoporosis atau pengeroposan tulang perlu menambahkan suplemen atau vitamin dalam pola makan hariannya?

“Nanti akan dicek dulu sebelum menambahkan suplemen karena kelebihan vitamin juga berbahaya,” ujar Satria.

Latihan Penguatan Otot

Di samping pola makan, hal penting yang tak boleh dilupakan adalah latihan penguatan otot.

“Di dunia ortopedi, exercise (latihan fisik) jauh lebih penting dibandingkan suplemen. Di dunia ortopedi, mau nyeri apapun, penguatan otot jauh lebih penting dibandingkan vitamin, suplemen, ataupun yang lain,” ucapnya.

Bahkan, sambungnya, setelah operasi pun wajib dilakukan latihan penguatan otot. Termasuk usai operasi penggantian lutut (total knee replacement) akibat pengapuran.

Satria menyampaikan, masalah nyeri lutut akibat pengapuran banyak dialami oleh lanjut usia (lansia). Guna mencegah terjadinya pengapuran di masa tua, ia menyarankan pencegahan sejak usia muda.

“Supaya kita tidak sampai operasi, tolong perkuat otot paha kalau untuk lutut. Dengan cara apa? Paling gampang dengan cara bersepeda karena dengan bersepeda kita tidak menahan berat badan kita tapi membuat ototnya kuat,” jelas Satria.

Bagi Orang yang Sudah Mengalami Nyeri Lutut Ringan

Bersepeda juga direkomendasikan bagi orang yang sudah mengalami nyeri ringan di lutut. Alih-alih olahraga lari atau berjalan, bersepeda menjadi pilihan yang lebih cocok.

“Jadi kalau bagi yang nyeri lutut, untuk membuat lututnya sehat, kalau masih ringan tolong jangan dengan berjalan atau lari nanti malah tambah nyeri.”

“Tetap bergerak dengan cara menggunakan sepeda. Karena kalau berlari itu semakin dipaksakan nanti makin hancur lututnya,” tambahnya.