Cara Penularan Campak pada Dewasa dan Gejala Awalnya yang Sering Disalahartikan

Penularan campak pada dewasa bisa terjadi sebelum terdeteksi. Kenali gejala awal yang sering dikira flu biasa.

Diterbitkan 02 April 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi dari PAPDI, Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD, Subsp. PTI (K), FINASIM, mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular.

Penularannya bisa terjadi melalui percikan saluran napas (droplet) hingga partikel kecil di udara. "Artinya, virus dapat bertahan di udara dan terhirup oleh orang lain," ujar Adityo dalam diskusi Campak pada Dewasa: Tanda Bahaya dan Penanganan yang Tepat serta Peran Vaksinasi pada Selasa, 31 Maret 2026.

Adityo menjelaskan bahwa penularan campak tidak hanya terjadi secara langsung saat penderita batuk atau bersin. Virus juga dapat menyebar secara tidak langsung.

"Misalnya, ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi, lalu menyentuh hidung atau mulut," tambahnya.

Setelah masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, virus campak akan menyebar sebelum akhirnya menimbulkan gejala pada kulit.

Gejala Awal Campak Tidak Khas

Pada fase awal (prodromal), gejala campak sering kali tidak spesifik, seperti:

  1. Demam
  2. Batuk
  3. Pilek
  4. Mata merah

Gejala ini dikenal sebagai 'tiga C', yaitu:

  1. Cough (batuk)
  2. Coryza (pilek)
  3. Conjunctivitis (mata merah)

Karena gejalanya mirip infeksi saluran pernapasan lainnya, campak pada tahap ini kerap sulit dikenali.

"Kalau masih demam, batuk, pilek, itu bisa macam-macam. Kita baru curiga campak ketika muncul ruam yang khas," katanya.

Ruam Jadi Penanda Khas Campak

Ruam campak biasanya muncul beberapa hari setelah gejala awal. Bentuknya berupa bercak kemerahan menonjol (makulopapular).

Kemunculan ruam ini menjadi tanda penting untuk memastikan diagnosis campak.

Ada Fase Menular Sebelum Terdiagnosis Campak

Adityo menekankan adanya periode berbahaya yang sering tidak disadari, yaitu fase inkubasi atau fase penularan awal.

Pada fase ini, pasien:

  1. Sudah terinfeksi
  2. Sudah bisa menularkan virus
  3. Namun belum terdeteksi sebagai campak

"Di situ ada window di mana pasien sudah sakit dan bisa menularkan, tapi belum terdeteksi sebagai campak," tambahnya.

Pentingnya Deteksi Dini Campak

PAPDI menilai pemahaman mengenai cara penularan dan gejala awal campak sangat penting. Dengan mengenali tanda-tanda sejak dini, masyarakat diharapkan dapat:

  • Melakukan deteksi lebih cepat
  • Mengurangi risiko penularan
  • Mencegah penyebaran yang lebih luas