Top 3 Tekno: ChatGPT Work hingga Disney+ Gratisan

ChatGPT Work menggabungkan chatbot dengan alat pemrograman, Codex, untuk membuat dokumen, presentasi, dan website.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - OpenAI baru saja meluncurkan ChatGPT Work, yang menggabungkan chatbot dengan alat pemrograman, Codex, untuk membuat dokumen, presentasi, dan website.

Informasi ini menjadi yang terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (12/7/2026) kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dari Disney+ yang mempertimbangkan untuk merilis paket streaming gratis.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. OpenAI Luncurkan Agen AI ChatGPT Work, Apa Saja Fungsinya?

OpenAI memperkenalkan agen kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu pekerja kantoran memanfaatkan kemampuan alat bantu pemrograman tanpa biaya tinggi.

Perusahaan menyebut inovasi baru ini sebagai ChatGPT Work, yang menggabungkan chatbot populer milik OpenAI dengan alat pemrograman, Codex, untuk membuat dokumen, presentasi, dan website.

Layanan ini didukung model AI paling canggih milik OpenAI, GPT-5.6, yang juga diluncurkan bersamaan. Demikian sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (12/7/2026).

ChatGPT Work dan Claude Cowork didesain bagi pengguna non-programing yang ingin memanfaatkan kemampuan alat pemrograman AI, di mana biasanya lebih hebat dari chatbot standar namun diperlukan kemampuan khusus.

OpenAI menegaskan produk baru mereka akan ramah di kantong, juga lebih mudah diakses dibandingkan produk pesaing. Dalam hal ini, perusahaan meluncurkan tiga ukuran berbeda pada model 5.6.

“Kamu bisa menerapkan kemampuan pemrograman model ini untuk membantu menyelesaikan masalah di berbagai industri,” ucap Ty Geri, Manajer Produk ChatGPT Work.

Baca selengkapnya di sini

 

2. Saingi YouTube, Disney+ Pertimbangkan Rilis Paket Streaming Gratis

Seperti layanan streaming lainnya, biaya berlangganan Disney+ semakin tinggi. Mengingat kenaikan harga yang terus membayangi di masa depan, layanan streaming video ini mempertimbangkan kemungkinan untuk memperkenalkan paket gratis pada platform streaming-nya.

Sumber internal dari pihak Disney mengatakan bahwa perusahaan berencana membuat sebagian konten mereka tersedia tanpa harus berlangganan. Langkah ini diambil sebagai tanggapan atas tren anak muda yang mulai beralih ke platform gratis seperti YouTube untuk mencari hiburan.

Kepala Bagian Produk dan Teknologi Disney, Adam Smith, memberikan isyarat mengenai rencana potensial perusahaan tersebut dalam sebuah acara pertemuan internal (town hall). Kendati demikian, ia tidak memberikan rincian spesifik mengenai langkah eksekusi atau kapan paket tersebut akan diluncurkan.

Mengutip Engadget, Minggu (12/7/2026), masih belum jelas apakah konten yang sudah ada akan dipindahkan ke sistem gratis ini atau apakah mereka bakal memproduksi konten baru yang dikhususkan untuk paket Disney+ gratis tersebut.

Sebagai informasi, perusahaan juga menghadirkan fitur video vertikal pada layanannya tahun ini, yang berisi konten orisinal berdurasi pendek serta konten promosi acara dan film.

Baca selengkapnya di sini

 

3. Sering Dibanjiri Iklan? Ini Cara Cegah Instagram Lacak Aktivitas Belanja Kamu

Ada alasan di balik ketika kamu mencari suatu produk pada website berbeda atau aplikasi lain, kamu berakhir melihat iklan produk tersebut pada halaman Instagram kamu.

Instagram memiliki cara untuk melacak aktivitas, bahkan ketika kamu sedang tidak menggunakannya. Perusahaan pihak ketiga berbagi informasi dengan perusahaan induk Instagram, Meta, agar kampanye iklan mereka efektif.

Mereka bisa menggunakan alat pelacak yang disebut sebagai Meta Pixel di website dan di aplikasi, yang mana memberikan data aktivitas kamu ke Meta, termasuk ketika sedang melihat halaman produk, menambahkan barang ke keranjang, atau membuat pembayaran.

Hingga kini, data yang dikoleksi pelacak Pixel hanya diterapkan pada iklan, namun akan meluas ke seluruh layanan Meta. Pada postingan blog, Meta mengumumkan akan mulai menggunakan data untuk “mempersonalisasi bagian lain dari pengalaman pengguna, termasuk konten yang dlihat di feed dan respons AI.”

Dikutip dari BGR, Minggu (12/7/2026), perubahan ini akan diluncurkan di AS dan beberapa negara lain pada Juli 2026.

Artinya, jika kamu mencari gadget mini terbaik untuk berkemah pada sebuah website yang menggunakan pelacakan Meta Pixel, kamu mungkin akan melihat postingan Instagram Feed atau Reel tentang power bank atau pompa angin mini.

Baca selengkapnya di sini