Kencing Saat Mandi Ternyata Punya Dampak Tak Terduga, Ini Penjelasannya

Alih-alih dianggap sepele, penting untuk memahami dampak kencing saat mandi agar Anda bisa membuat keputusan yang lebih bijak

Diterbitkan 26 Maret 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan kencing saat mandi mungkin terdengar sepele dan bahkan sering dilakukan tanpa dipikir panjang. Sebagian orang menganggapnya praktis, bahkan disebut-sebut bisa menghemat air. Namun, di balik kebiasaan ini, ternyata ada sejumlah fakta medis dan risiko yang jarang disadari.

Dokter spesialis urologi, Jamin Brahmbhatt, MD, mengungkapkan, kencing saat mandi sebenarnya bukan masalah besar, tapi tetap perlu dipahami dampaknya.

"Secara umum, ini mungkin bukan masalah besar," ujar Brahmbhatt seperti dikutip dari Health pada Kamis, 26 Maret 2026.

"Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama dari sisi kesehatan dan kebersihan," tambahnya.

Benarkah Kencing Saat Mandi Lebih Ramah Lingkungan?

Salah satu alasan orang melakukan kebiasaan kencing saat mandi adalah untuk menghemat air. Dengan tidak menyiram toilet, penggunaan air bisa sedikit berkurang.

Jika dihitung, frekuensi menyiram toilet dalam sehari bisa menghabiskan lebih banyak air dibandingkan satu kali mandi. Selain itu, penggunaan air juga berkaitan dengan energi. Semakin sedikit air yang digunakan, semakin kecil pula energi yang dibutuhkan.

Meski begitu, dampak penghematannya tergolong kecil. Artinya, kebiasaan kencing saat mandi bukanlah solusi utama untuk menjaga lingkungan, tapi tetap bisa memberikan kontribusi kecil.

Apakah Urine Benar-Benar Bersih?

Banyak orang percaya bahwa urine itu steril. Faktanya, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Urine, kata Brahmbhatt, memang merupakan hasil penyaringan ginjal dari limbah tubuh, yang sebagian besar terdiri dari air. Namun, urine tetap bisa mengandung bakteri, terutama jika seseorang mengalami infeksi saluran kemih (ISK).

"Urine sering dianggap steril karena tidak mengandung organisme hidup dalam kondisi normal. Tapi, ini tidak selalu benar," kata Brahmbhatt.

"Seseorang bisa saja memiliki infeksi, atau urine dapat membawa bakteri saat keluar dari tubuh," tambahnya.

Oleh sebab itu, meskipun terlihat bersih, urine tetap berpotensi membawa kuman.

 

Risiko Kencing Saat Mandi yang Perlu Diwaspadai

Kencing saat mandi, terutama di kamar mandi umum, bisa meningkatkan risiko penyebaran bakteri.

Lingkungan kamar mandi yang lembap dan hangat menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. Jika urine mengandung bakteri, kuman tersebut bisa menempel di lantai atau permukaan lainnya.

Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah infeksi saluran kemih (ISK). Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih dan berkembang di kandung kemih.

Gejala ISK meliputi:

  1. Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
  2. Urine keruh dan berbau tidak sedap
  3. Rasa tidak nyaman di area perut bawah
  4. Jika tidak ditangani, infeksi ini bahkan bisa menyebar hingga ke ginjal.

Selain itu, bakteri seperti MRSA juga dapat bertahan di permukaan lembap seperti lantai kamar mandi, sehingga meningkatkan risiko penularan, terutama di fasilitas umum.

Selain risiko infeksi, kebiasaan kencing saat mandi dalam posisi berdiri juga bisa berdampak pada otot dasar panggul.

Saat buang air kecil tidak dalam posisi duduk atau rileks, otot kandung kemih tidak bekerja secara optimal. Akibatnya, kandung kemih mungkin tidak kosong sepenuhnya.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa melemahkan otot dasar panggul dan meningkatkan risiko inkontinensia urine, yaitu kondisi ketika seseorang sulit menahan keinginan buang air kecil.

"Posisi tubuh saat buang air kecil berpengaruh pada cara kandung kemih bekerja," kata Brahmbhatt.

Lebih lanjut dia, menambahkan,"Jika tidak dilakukan dengan benar, ini bisa berdampak pada fungsi otot panggul."

Jika Anda tetap memilih kencing saat mandi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap aman:

  1. Hindari melakukannya di kamar mandi umum untuk mencegah penyebaran bakteri
  2. Pastikan kamar mandi rutin dibersihkan dengan disinfektan minimal seminggu sekali
  3. Gunakan alas kaki di kamar mandi umum untuk menghindari kontak langsung dengan lantai
  4. Perhatikan kebersihan tubuh setelah mandi dengan mengeringkan tubuh secara menyeluruh