Ciri Awal Gagal Ginjal yang Sering Tak Disadari, Kencing Berbusa Seperti Telur Dikocok

Kencing berbusa seperti telur dikocok bisa jadi tanda awal gagal ginjal. Kenali gejala dan penyebabnya agar tidak berujung cuci darah.

Diterbitkan 31 Maret 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gagal ginjal tidak lagi identik dengan usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus gangguan ginjal justru mulai banyak ditemukan pada usia muda. Salah satu tanda awal yang sering diabaikan adalah perubahan pada urine, termasuk kencing berbusa. 

"Kencing berbusa, busanya seperti telur dikocok," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi dari RS EMC Pulomas, dr. Pujiwati, Sp.PD-KGH, FINASIM kepada Health Liputan6.com dalam sebuah kesempatan baru-baru ini.

Pujiwati mengungkapkan bahwa kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, banyak orang tidak menyadari bahwa perubahan kecil pada urine bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan pada ginjal.

Padahal, lanjut Pujiwati, deteksi dini sangat penting untuk mencegah kondisi semakin parah hingga membutuhkan cuci darah.

Perubahan Pola Penyakit Ginjal

Dulu, penyebab utama seseorang harus menjalani cuci darah adalah penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan batu ginjal. Namun kini, tren tersebut mulai berubah.

Gaya hidup tidak sehat menjadi faktor besar yang mendorong meningkatnya kasus gagal ginjal di usia muda. Konsumsi minuman manis dan bersoda, kurang minum air putih, serta pola makan yang tidak seimbang menjadi kebiasaan yang memperberat kerja ginjal.

"Kalau hipertensi terkontrol, sebenarnya proses menuju cuci darah bisa berjalan lebih lambat. Tapi sering kali pasien tidak rutin minum obat," kata Pujiwati.

Masalahnya, tekanan darah tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala. Banyak orang hanya minum obat saat merasa tidak enak badan, padahal kerusakan pada ginjal bisa terus berlangsung tanpa disadari.

Bahaya Radang Ginjal pada Usia Muda

Selain gaya hidup, ada faktor lain yang juga menjadi penyebab gagal ginjal pada anak muda, yaitu Glomerulonefritis atau radang ginjal.

Kondisi ini tergolong sulit diprediksi karena bisa muncul setelah infeksi, seperti infeksi saluran pernapasan atau pencernaan. Saat tubuh melawan infeksi, terbentuk antibodi yang kemudian berikatan dengan kuman. Kombinasi ini dapat merusak bagian ginjal, terutama Glomerulus.

Akibatnya, terjadi peradangan yang dapat mengganggu fungsi ginjal secara perlahan. Yang berbahaya, kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala di awal.

"Gejala biasanya baru muncul saat fungsi ginjal sudah menurun cukup jauh," tambahnya.

 

Tanda-Tanda Gangguan Ginjal yang Harus Diwaspadai

Selain kencing berbusa seperti telur dikocok, ada beberapa tanda awal gangguan ginjal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
  • Jumlah urine berkurang atau tidak normal
  • Urine tampak keruh atau bercampur darah
  • Tekanan darah tinggi tanpa penyebab jelas

Pujiwati, mengatakan, sering buang air kecil di malam hari bisa menjadi tanda bahwa ginjal tidak lagi mampu mengonsentrasikan urine dengan baik. Akibatnya, tubuh membuang lebih banyak cairan saat malam hari.

Sementara itu, urine berbusa memang bisa terjadi secara normal ketika mengenai permukaan keras. Namun, busa tersebut biasanya cepat hilang. Jika busa bertahan lama, hal ini patut dicurigai sebagai tanda adanya protein dalam urine, yang berkaitan dengan kerusakan ginjal.

Jika tidak ditangani sejak dini, gangguan ginjal dapat berkembang menjadi lebih serius. Gejala lanjutan yang bisa muncul antara lain:

  • Bengkak di sekitar mata
  • Mudah lelah dan lemas
  • Kram otot
  • Gatal pada kulit

Pada kondisi yang lebih berat, kata Pujiwati, pasien bisa mengalami sesak napas, bengkak pada kaki, mual, muntah, hingga kehilangan nafsu makan. Pada tahap ini, biasanya pasien sudah mendekati kebutuhan cuci darah.

Untuk mencegah kondisi semakin parah, Pujiwati menekankan pentingnya pemeriksaan sejak dini, terutama bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.

"Kalau sudah mulai tensi tinggi, sebaiknya diperiksa. Urine lengkap dan kreatinin itu harus," pungkasnya.

Selain itu, perubahan gaya hidup juga menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan ginjal. Memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi minuman manis dan bersoda, serta rutin memeriksa kesehatan dapat membantu menurunkan risiko gagal ginjal.