Mudik Aman Tanpa Drama Diare Anak, Ini Cara Jaga Kesehatan Pencernaannya

Cegah diare saat mudik pada anak. Ini tips menjaga kesehatan usus si kecil agar perjalanan tetap nyaman dan aman.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mudik Lebaran selalu menjadi waktu yang dipenuhi dengan kebersamaan dan kebahagiaan bersama keluarga di kampung halaman. Namun, di balik perjalanan panjang yang dinantikan, ada risiko kesehatan yang sering terabaikan oleh orang tua, yaitu gangguan pencernaan pada anak, terutama diare.

Menurut data, diare perjalanan merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi saat bepergian jarak jauh.

Sebuah penelitian global yang diterbitkan dalam The Pediatric Infectious Disease Journal sejak tahun 1990-an menunjukkan bahwa sekitar 40 persen balita yang melakukan perjalanan berisiko mengalami diare.

Risiko ini bahkan lebih tinggi pada anak di bawah usia dua tahun, di mana gejalanya cenderung lebih parah.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, seorang dokter dan praktisi kedokteran komunitas, menyatakan bahwa banyak orang tua sering kali tidak fokus pada hal yang seharusnya saat mudik.

"Banyak orang tua khawatir anak demam saat mudik. Padahal, yang paling sering justru gangguan pencernaan, dan ini bisa langsung mengganggu seluruh agenda liburan," ungkap Ray kepada Health Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat pada Rabu, 18 Maret 2026.

Mengapa Anak Rentan Diare Saat Mudik?

Ray menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang membuat anak lebih rentan mengalami gangguan pencernaan selama perjalanan mudik.

Pertama, perubahan mikrobiota usus. Ketika anak berpindah tempat, pergantian makanan dan lingkungan dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam usus mereka.

Kedua, paparan patogen baru. Ketika berpindah lokasi, anak akan terpapar mikroorganisme yang belum dikenali oleh sistem kekebalan tubuhnya.

Ketiga, perubahan pola makan. Perjalanan yang panjang sering kali membuat jadwal makan anak menjadi tidak teratur, sehingga mereka lebih banyak mengonsumsi camilan dan kurang minum.

Keempat, stres fisiologis yang dialami selama perjalanan. Kelelahan akibat perjalanan jauh dapat berdampak signifikan pada fungsi pencernaan.

Selain menyebabkan diare, gangguan pencernaan juga dapat memicu muntah, sakit perut, hingga penurunan energi.

Akibatnya, anak dapat menjadi lebih rewel, dan momen liburan yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi penuh kekhawatiran.

Langkah-langkah Menghindari Diare pada Anak Selama Mudik

Oleh karena itu, orang tua harus mempersiapkan aspek kesehatan sebelum melakukan perjalanan mudik, tidak hanya terfokus pada aspek logistik.

Salah satu perhatian utama adalah kesehatan saluran cerna anak. Lebih lanjut, Ray, mengatakan,"Menjaga keseimbangan mikrobiota usus menjadi kunci penting dalam mencegah gangguan pencernaan."

Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi memastikan anak mendapatkan cukup cairan selama perjalanan serta memilih makanan yang aman dan matang. Penting untuk menghindari makanan yang berpotensi terkontaminasi, terutama saat berhenti di rest area atau tempat umum.

Di samping itu, orang tua juga disarankan untuk memperhatikan asupan nutrisi anak. Mengonsumsi makanan atau susu pertumbuhan yang mengandung prebiotik seperti FOS dan GOS, serta probiotik, dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

Pendekatan ini terbukti efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap paparan bakteri dan virus saat dalam perjalanan. Dengan menjaga kesehatan saluran cerna, risiko terjadinya diare dapat diminimalisir.

"Sering kali orang tua fokus pada logistik perjalanan, tapi lupa bahwa sistem pencernaan anak juga harus dipersiapkan," pungkas Ray.