Berat Badan Anak Sulit Naik? Dokter Sarankan Evaluasi Asupan Nutrisinya

Sebelum memeriksakan penyakit sekunder yang mungkin membuat berat badan anak sulit naik, cek dulu sudah tepat belum aturan pemberian makan (feeding rules).

Diterbitkan 18 Maret 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berat badan anak menjadi salah satu indikator penting dalam menilai status gizi dan pertumbuhannya. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk memantau pertumbuhan anak setiap bulan.

Bila setiap bulan memantau berat badan anak usia setahun dan 3 bulan sekali usia di atas setahun maka akan ketahuan berat badan dan tinggi badan sesuai atau tidak dengan acuan usianya seperti disampaikan dokter spesialis anak, Ian Suryadi Suteja.

"Berat badan dan tinggi badan merupakan dua parameter penting dalam penilaian status gizi anak. Orangtua dianjurkan menimbang berat badan anak minimal sebulan sekali pada anak usia dibawah 1 tahun dan minimal 3 bulan sekali sampai anak usia 2 tahun oleh petugas kesehatan," saran Ian dalam acara Pejuang Berat Badan Anak: Nutrisi Tepat, Tumbuh Hebat bersama Sarihusada beberapa waktu lalu di Jakarta. 

Jika berat badan anak tidak naik sesuai dengan acuan, bisa jadi karena kebutuhan nutrisi tidak tercukupi. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan anak, bahkan hingga jangka panjang. 

"Bila status gizi anak bisa saja bermasalah sehingga berisiko memengaruhi tumbuh kembangnya hingga dewasa kelak. Oleh karena itu, gejala berat badan kurang atau berat badan anak sulit naik (BB seret) pada anak perlu diwaspadai karena hal ini dapat menandakan gangguan pertumbuhan," tuturnya.

 

 

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Jika berat badan anak sulit naik meski asupan sudah diperhatikan, orangtua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Bila berdasarkan pemeriksaan hasil pemeriksaan karena faktor nutrisi, dokter akan kembali mengingatkan tentang feeding rules atau aturan makan.

"Ada 3 tepat yakni waktu tepat, cara pemberian makan tepat dan komposisi tepat," tutur Ian.

Ia menyarankan orangtua mengenali sinyal lapar dari anak. Pada bayi usia nol sampai 3 bulan itu bisa menyusu sesuka bayi. Namun, pada usia di atas 4 bulan sebaiknya sudah terjadwal apalagi ketika masuk Makan Pendamping ASI (MPASI).

Lalu, saat makan diberikan dengan cara yang menyenangkan dan tanpa distraksi (tidak sambil menonton televisi atau jalan-jalan). 

Kemudian, komposisi yang tepat. Pastikan dalam menu makan anak ada sumber karbohidrat, protein hewani, sayur, dan lemak sehat.

Menyorot soal protein hewani, Ian mengatakan asupan seperti telur, ikan, ayam, atau daging serta susu sangat penting untuk mendukung pertumbuhan anak.

"Protein hewani begitu penting mengatasi stunting. Dalam protein hewani ada asam amino lengkap, nutrisinya bagus, zat besi juga ada," tutur Ian.

Dalam beberapa kondisi, dokter dapat merekomendasikan tambahan nutrisi, termasuk susu tinggi kalori untuk membantu mengejar kenaikan berat badan. Namun, pemberian ini harus dilakukan sesuai anjuran dan dalam pemantauan dokter.

“Dengan berkonsultasi, orangtua bisa menyesuaikan kebutuhan yang tepat sesuai kondisi anak,” tutup Ian.

Lalu, bila bukan karena faktor nutrisi, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah ada faktor lain yang memengaruhi, seperti kondisi kesehatan tertentu seperti alergi maupun infeksi. 

"Jangan-jangan ada penyakit, ada alergi, ada infeksi saluran kemih, tuberkulosis. Ada macam-maca, sehingga perlu pemeriksaan lebih spesifik," tuturnya. 

 

Cek Pertumbuhan Anak

Di kesempatan yang sama Sarihusada meluncurkan kampanye “Pejuang Berat Badan Anak”. Melalui kampanye ini Sarihusada mengajak orangtua untuk mendeteksi sejak dini risiko gangguan pertumbuhan pada si Kecil.

Salah satunya lewat mengecek tinggi badan dan berat badan anak lewat growth checker Pejuang BB Anak kerja sama Sarihusada dengan Alodokter.

Artis yang juga ibu dua anak Cut Meyriska sudah mencoba growth checker Pejuan BB Anak tersebut. Ia mengatakan untuk cuma butuh waktu cepat untuk mengisi dan mengetahui status gizi anak. 

"Misalnya grafik pertumbuhan turun, kita juga bisa berkonsultasi tindaka apa yang harus segera dilakukan, bisa ngapain biar berat badan anak kembali naik," cerita Cut Meyriska di kesempatan itu.