Gejala Gangguan Irama Jantung Muncul di Tengah Mudik, Begini Pertolongan Pertamanya

Simak pertolongan pertama jika gejala gangguan irama jantung seperti jantung berdebar muncul di tengah perjalanan mudik Lebaran.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasien gangguan irama jantung atau aritmia boleh menjalankan mudik Lebaran setelah memastikan bahwa kondisinya stabil.

“Sebagian besar pasien aritmia tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman. Namun faktor seperti kelelahan, dehidrasi, stres perjalanan, atau terlambat minum obat dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar atau pusing,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia, Dicky Armein Hanafy dalam keterangan pers, Senin (16/3/2026).

Dalam beberapa kasus, pasien aritmia dapat mengalami keluhan seperti jantung berdebar cepat, pusing, atau sesak napas saat sedang bepergian.

Jika hal tersebut terjadi, Dicky menyarankan beberapa langkah awal yang dapat dilakukan, yakni:

  • Segera berhenti beraktivitas dan duduk atau berbaring dengan tenang.
  • Tarik napas dalam secara perlahan untuk membantu menenangkan denyut jantung.
  • Pada beberapa jenis aritmia tertentu, manuver vagal sederhana seperti mengejan ringan atau batuk dapat membantu menormalkan kembali irama jantung.
  • Minum air putih untuk membantu mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk gejala.

“Namun apabila keluhan tidak membaik, semakin berat, atau disertai nyeri dada, sesak berat, atau pingsan, pasien harus segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat,” saran dokter yang bertugas di Heartology Cardiovascular Hospital.

5 Tips Mudik Aman bagi Pasien Gangguan Irama Jantung

Agar mudik lebih aman bagi pasien gangguan irama jantung, Dicky memberikan lima tips, yakni:

1. Pastikan Kondisi Jantung Stabil Sebelum Berangkat

Sebelum melakukan perjalanan jauh, pasien aritmia disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Evaluasi ini penting untuk memastikan kondisi jantung stabil serta memastikan terapi dan obat yang dikonsumsi sudah optimal.

2. Jangan Melewatkan Obat

Pasien perlu membawa persediaan obat yang cukup selama perjalanan, termasuk cadangan obat jika perjalanan mengalami keterlambatan. Konsumsi obat secara teratur sangat penting untuk menjaga stabilitas irama jantung.

3. Hindari Kelelahan dan Kurang Tidur

Perjalanan jauh sering kali membuat seseorang kurang beristirahat. Padahal, kurang tidur dan stres fisik dapat memicu munculnya aritmia pada sebagian pasien.

4. Jaga Hidrasi dan Pola Makan

Dehidrasi dapat memperburuk kondisi jantung. Oleh karena itu, pasien dianjurkan cukup minum air putih, serta membatasi konsumsi minuman berkafein atau minuman berenergi yang dapat memicu jantung berdebar.

5. Lakukan Istirahat Secara Berkala

Saat melakukan perjalanan darat dalam waktu lama, disarankan untuk berhenti dan beristirahat setiap beberapa jam.

“Peregangan ringan atau berjalan sebentar juga membantu menjaga sirkulasi darah,” ujarnya.

Kunci Mudik Aman bagi Pasien Gangguan Irama Jantung

Menurut Dicky, kunci utama mudik aman bagi pasien aritmia adalah persiapan sebelum perjalanan dan kepatuhan terhadap pengobatan.

“Dengan kondisi jantung yang stabil, pengobatan yang terkontrol, serta perencanaan perjalanan yang baik, pasien aritmia tetap dapat bepergian dengan aman dan menikmati perjalanan bersama keluarga,” ucap Dicky.

Sejumlah penelitian dan panduan klinis internasional menunjukkan bahwa perjalanan jauh, termasuk penerbangan, umumnya aman bagi pasien aritmia yang stabil secara klinis. Namun pasien tetap perlu memerhatikan beberapa hal penting sebelum dan selama perjalanan, seperti yang telah dipaparkan di atas.