Liputan6.com, Jakarta - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan bahwa enam kasus kematian akibat campak hingga minggu ke-8 tahun 2026 seharusnya tidak terjadi. Pasalnya, campak adalah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi.
"Kematian akibat campak adalah kematian yang seharusnya tidak terjadi. Kita memiliki alat pencegahan yang aman, efektif, dan tersedia gratis di fasilitas kesehatan,” kata Piprim dalam keterangan tertulis dikutip pada Rabu (11/3/2026).
“Pemerintah telah menyediakan vaksin, tenaga kesehatan siap melayani, sekarang tinggal kesadaran dan kepedulian kita bersama sebagai bangsa. Mari lindungi anak-anak Indonesia dari campak. Jangan tunda imunisasi, jangan abaikan gejala,” imbuhnya.
Advertisement
Ia juga mengimbau agar orang tua tidak ragu untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika ada tanda-tanda penyakit. Untuk itu, pihaknya mengeluarkan rekomendasi lengkap yang mencakup panduan diagnosis, tata laksana, isolasi, pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan, serta langkah-langkah pencegahan campak yang dapat dilakukan masyarakat, yakni:
1. Kejar imunisasi, lengkapi imunisasi rutin yang tertinggal terutama campak rubella bagi setiap anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun. Selain itu, para nakes juga perlu dipastikan telah mendapatkan imunisasi MR/MMR lengkap.
2. Penguatan kapasitas dan ketersediaan faslitias laboratorium diagnostik campak dan rubella untuk mendukung kegiatan surveilans dan penegakan diagnosis.
Diagnosis campak umumnya dapat ditegakkan berdasarkan tanda klinis yaitu diawali dengan masa prodromal (awal) setelah masa inkubasi 10-12 hari, ditandai oleh demam, konjungtivitis (mata merah), pilek, dan batuk pada individu yang rentan.
Bisa pula muncul bercak koplik, berupa lesi putih khas campak yang muncul pada mukosa bukal (pipi bagian dalam) 1 sampai 2 hari sebelum timbulnya ruam, berlangsung selama 12 hingga 72 jam.
Ruam campak berupa eksantem makulopapular eritematosa (ruam merah) muncul 2–4 hari setelah onset demam. Ruam dimulai dari daerah kepala kemudian menyebar ke tubuh dalam 3–4 hari, kemudian menjadi berkonfluens (ruam merapat dan saling menyatu), menggelap, dan akhirnya pudar sekitar 3-4 hari kemudian.
Demam disertai ruam makulopapular generalisata (perpaduan ruam datar dengan bitnik menonjol), batuk, pilek dan konjungtivitis. Konfirmasi diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium yaitu:
a. Deteksi IgM campak
b. Pemeriksaan PCR RNA virus campak
c. Pemeriksaa genotipe virus campak pada keadaan khusus
Penguatan Tata Laksana Campak
3. Penguatan tata laksana kasus campak. Tata laksana campak bersifat suportif dan simptomatik, belum ada antivirus spesifik, secara umum berupa:
a. Tata laksana suportif meliputi istirahat cukup, cukup nutrisi dan cairan, isolasi untuk mencegah penularan, dan pemberian vitamin A (sesuai rekomendasi WHO) untuk mengurangi mortalitas dan komplikasi. Dosis vitamin A adalah sebagai berikut:
- Usia kurang dari 6 bulan 50.000 IU per oral
- Usia 6 bulan sampai 1 tahun 100.000 IU per oral
- Lebih dari 1 tahun 200.000 IU per oral
Diberikan selama dua hari berturut turut, khusus pada gizi buruk dan/atau komplikasi mata diberikan tambahan pada dua minggu berikutnya.
Disertai dengan isolasi pasien di rumah selama periode infeksius (4 hari sebelum hingga 4 hari sesudah ruam muncul). Serta menghindari kontak dengan individu rentan (bayi, ibu hamil serta individu imunokompromais).
b. Tata laksana simtomatik meliputi:
- Antipiretik (paracetamol 10-15 mg/kgbb/dosis setiap 4-6 jam bila demam)
- Obat batuk bila perlu
- Perawatan mata:
Untuk konjungtivitis ringan, cairan bening dan encer cukup diberikan tetes mata normal saline.
Jika mata mengeluarkan pus atau sekret keruh, maka obati superinfeksi bakteri dengan tetes mata atau salep antibiotik selama 7-10 hari. Bersihkan mata dengan hati-hati menggunakan kasa steril yang dicelupkan ke dalam air bersih yang sudah matang.
- Antibiotik diberikan bila terdapat infeksi sekunder (pneumonia, otitis media), atau pada infeksi berat seperti sepsis atau syok sepsis.
- Perawatan kulit, pastikan kulit tetap bersih dan kering. Pantau tanda-tanda infeksi sekunder seperti selulitis atau infeksi jaringan lunak lain.
c. Indikasi perawatan di rumah sakit bila ada komplikasi misalnya pneumonia, dehidrasi, malnutrisi, kejang pertama atau kejang demam kompleks atau ensefalitis, bayi usia kurang dari 6 bulan, atau penderita imunokompromais.
Advertisement
Pengendalian Infeksi dan Isolasi Pasien Campak
4. Lakukan upaya pengendalian infeksi dan isolasi pasien campak di RS
a. Isolasi pasien
Pasien yang dicurigai menderita campak harus segera diisolasi hingga 4 hari setelah munculnya ruam. Pada pasien imunokompromais berat, periode penularan dapat berlangsung lebih lama dibandingkan pasien imunokompeten, yang umumnya menularkan virus sejak 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah timbulnya ruam.
b. Penerapan kewaspadaan infeksi
Terapkan kewaspadaan standar dan airborne. Gunakan kamar perawatan tunggal (single patient room) dengan pintu tertutup dan jendela terbuka untuk meningkatkan sirkulasi udara jika ruang isolasi infeksi airborne tidak tersedia.
c. Kohorting pasien
Pasien dengan campak yang telah terkonfirmasi dapat dirawat bersama (kohorting), terpisah dari pasien lain, terutama pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
d. Pembatasan individu rentan
Individu yang rentan tidak boleh memasuki ruangan pasien yang dicurigai atau telah terkonfirmasi menderita campak. Individu rentan yang terpapar harus dilarang bekerja selama masa inkubasi campak setelah pajanan.
Penguatan Surveilans PD3I
5. Peningkatan surveilans penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) terutama campak dan rubella. Para dokter anak perlu melaporkan kasus campak ke dinas kesehatan setempat (measles-case based surveillance)
6. Komunikasi dan edukasi masyarakat, para stakeholder tentang bahaya penyakit campak dan komplikasi yang dapat fatal. Hal ini dapat dilakukan oleh setiap anggota IDAI, terutama Immunization champion yang telah dilatih sebelumnya atau pun anggota IDAI yang giat di media sosial.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314568/original/051669400_1785750475-cek_fakta_-_prabowo_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5321099/original/046540500_1755663228-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__75_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4440990/original/090423600_1685005026-15f47b27-18b1-406a-83b1-2658c46a866a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529198/original/048081600_1773311046-vaksin_campak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526549/original/046089800_1773125255-Depositphotos_266017344_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571088/original/068013400_1777601887-Screenshot_2026-05-01_091636.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3089111/original/059276000_1585566203-467179-PFX8MC-198.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570683/original/093636100_1777536652-WhatsApp_Image_2026-04-30_at_3.10.00_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294924/original/059949500_1753424920-aditya-romansa-5zp0jym2w9M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566085/original/078490100_1777113036-campak__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566084/original/011688100_1777112415-imunisasi.jpeg)