Liputan6.com, Jakarta - Makan berlebihan yang bukan didasari rasa lapar kerap disebut sebagai emotional eating. Perilaku ini kerap terjadi sebagai bentuk pelarian dari stres, cemas, dan tekanan hidup yang melanda.
“Emotional eating itu salah satu bentuk perilaku makan yang merujuk pada kecenderungan seseorang mengonsumsi makanan karena kendali emosi, bukan karena lapar,” kata dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Reisi Nurdiani, SP, MSi., mengutip laman IPB, Senin (9/3/2026).
Reisi menjelaskan, aktivitas makan memiliki hubungan erat dengan kondisi psikologis seseorang. Namun, emotional eating tidak selalu dipicu emosi negatif.
Advertisement
“Perasaan bahagia pun dapat mendorong seseorang makan sebagai bentuk perayaan. Namun, masalah muncul ketika kebiasaan ini terjadi terlalu sering dan menjadi mekanisme utama untuk meredakan stres,” jelas Reisi.
Dia menjelaskan, tanda peringatan emotional eating antara lain:
- Makan tanpa rasa lapar
- Sulit mengontrol porsi
- Hanya menginginkan jenis makanan tertentu
- Muncul rasa bersalah setelah makan.
Jika kondisi ini sering terjadi, Reisi menyarankan konsultasi dengan psikolog terlebih dahulu sebelum pendampingan ahli gizi.
Reisi menjelaskan, terdapat tiga jenis perilaku makan, yaitu emotional eating, external eating, dan restrained eating. Pada emotional eating, keputusan makan dipengaruhi emosi, sedangkan external eating dipicu rangsangan visual makanan, dan restrained eating berkaitan dengan pembatasan makan secara sadar.
Emotional Eating pada Remaja
Dari tiga jenis perilaku makan itu, emotional eating paling banyak terjadi pada remaja hingga dewasa awal.
“Pada masa remaja dan dewasa awal, performa tubuh sedang baik, tetapi tekanan juga tinggi, sehingga peluang terjadinya emotional eating menjadi lebih besar,” jelasnya.
Kondisi ini, sambungnya, dapat berdampak pada kesehatan karena individu cenderung memilih comfort food tinggi gula dan lemak. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang berisiko meningkatkan berat badan, memicu obesitas, hingga membuka peluang penyakit degeneratif.
Bahkan, jika tidak dikendalikan, emotional eating dapat berkembang menjadi gangguan makan seperti binge eating.
Advertisement
Cara Kendalikan Emotional Eating
Reisi menekankan bahwa kunci utama mengatasi emotional eating adalah pengelolaan emosi.
“Yang pertama adalah kita harus mampu mengendalikan emosi, karena itu pemicu utamanya,” katanya.
Ia menyarankan penerapan pola makan gizi seimbang dan konsep mindfulness eating, yaitu makan secara sadar dengan memahami manfaat makanan bagi tubuh. Selain itu, aktivitas fisik, relaksasi, dukungan sosial, serta pengaturan jadwal harian juga membantu mengurangi stres yang memicu keinginan makan berlebihan.
Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa makanan bukan solusi utama untuk mengatasi stres. Mengelola emosi dan memahami kebutuhan tubuh menjadi langkah penting agar hubungan dengan makanan tetap sehat dan seimbang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521600/original/023160100_1772694473-emotional_eating.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4212358/original/031108900_1667384841-9a8d3846-2297-4d73-bcc5-0dd3d1091ad6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5013589/original/069991600_1732075246-tips-sembuh-dari-gerd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4746980/original/040857200_1708340464-fotor-ai-2024021917534.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Asma dan PPOK di Bulan Puasa Ramadan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/xbaznnmA-WQXrvjpbN3eSdJKCB0=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524144/original/043213000_1772897020-Screenshot_2026-03-07_222325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524665/original/011758600_1772964889-1772804694649.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4092396/original/068296100_1658138375-jason-goodman-BAanEbxe9No-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2363289/original/096455500_1537407636-20180919-Pemprov-Aceh-Akhirnya-Bolehkan-Vaksinasi-MR--AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4323661/original/079653000_1676365983-hl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3448808/original/032087500_1620206402-stethoscope-decorative-kidneys-gray_185193-30956.jpg)