Meningkatnya Angka Lansia, Pentingnya Edukasi Perawatan bagi Para Caregiver

Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat. Edukasi caregiver penting untuk menjaga kesehatan, kenyamanan, dan martabat lansia.

Diterbitkan 27 Februari 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tengah bergerak menuju struktur masyarakat menua (aging population).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat bahwa proporsi penduduk lanjut usia di atas 60 tahun telah mencapai 11,93 persen dari total populasi. Bahkan, pada 2050, angka ini diproyeksikan melonjak hingga 20,90 persen.

Lonjakan jumlah lansia ini bukan sekadar angka statistik. Di baliknya, ada tantangan besar dalam memastikan kualitas hidup lansia tetap sehat, nyaman, dan bermartabat.

Seiring bertambahnya usia, lansia umumnya mengalami penurunan fungsi fisik maupun kognitif. Aktivitas sederhana seperti mandi, berpakaian, menjaga kebersihan diri, hingga buang air bisa menjadi tantangan tersendiri.

Di sinilah peran caregiver menjadi sangat krusial. Baik caregiver di lingkungan keluarga maupun di panti sosial, mereka adalah garda terdepan dalam perawatan lansia.

Tanpa edukasi perawatan lansia yang tepat, risiko gangguan kesehatan seperti infeksi kulit, ruam, luka baring (dekubitus), hingga masalah psikologis akibat rasa tidak nyaman bisa meningkat.

Meningkatnya angka lansia juga menuntut peningkatan kompetensi caregiver. Perawatan lansia bukan hanya soal membantu aktivitas harian, tetapi juga menjaga higienitas, kenyamanan, serta harga diri mereka.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas perawatan, PT Uni-Charm Indonesia Tbk menggelar program Unicharm Goes to Elderly Facility dengan memberikan edukasi perawatan lansia kepada para caregiver di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan pemahaman tentang perawatan higienis, termasuk manajemen inkontinensia. Perwakilan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Rita Indah Yulistanti menekankan bahwa peningkatan kompetensi caregiver sangat penting untuk menjaga standar kebersihan dan kesehatan lansia di panti sosial.

"Aspek sanitasi dan perawatan yang tepat berkontribusi langsung terhadap kualitas hidup lansia," katanya.

Isu perawatan lansia juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam memastikan kehidupan yang sehat dan kesejahteraan bagi semua usia. Lansia berhak mendapatkan akses pada perawatan yang layak, bersih, dan manusiawi.

Salah satu aspek penting dalam perawatan lansia adalah manajemen inkontinensia, yakni ketidakmampuan menahan buang air yang umum terjadi pada usia lanjut.

Dalam kondisi ini, penggunaan popok dewasa yang tepat menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus mencegah kebocoran yang bisa menurunkan rasa percaya diri lansia.

Cara Memilih Popok Dewasa

Caregiver perlu memahami cara memilih popok dewasa sesuai kondisi mobilitas dan ukuran tubuh lansia.Secara umum, ada tiga hal yang perlu diperhatikan:

1. Tipe yang sesuai

Popok dewasa tipe celana direkomendasikan bagi lansia yang masih bisa berdiri atau berjalan sendiri. Sementara tipe perekat lebih cocok untuk lansia yang sebagian besar waktunya berbaring dan membutuhkan bantuan saat penggantian.

2. Ukuran yang pas

Ukuran yang terlalu kecil berisiko menimbulkan lecet dan tekanan berlebih. Sebaliknya, ukuran terlalu besar dapat menyebabkan kebocoran. Mengukur lingkar pinggang atau pinggul sebelum memilih popok dewasa menjadi langkah sederhana namun penting.

3. Kenyamanan saat digunakan

Popok dewasa yang baik memiliki daya serap optimal, sirkulasi udara yang memadai, serta mampu menjaga permukaan tetap relatif kering. Hal ini penting untuk mencegah masalah kulit dan menjaga kenyamanan lansia sepanjang hari.

Ke depan, edukasi perawatan lansia harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang menghadapi masyarakat menua. Perubahan struktur penduduk bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor swasta dan keluarga.

Terkait hal ini, Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung kualitas hidup masyarakat di setiap fase kehidupan.

"Kami bertekad menjadi mitra seumur hidup yang setia menemani dan mendukung setiap fase kehidupan masyarakat, mulai dari bayi, orang tua, hingga hewan peliharaan tercinta," ujarnya.