Liputan6.com, Jakarta - Psikiater Lahargo Kembaren mengatakan bahwa puasa Ramadan adalah kesempatan me-reset mental.
“Puasa berhubungan dengan peningkatan faktor neurotropik seperti BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) yang mendukung neuroplastisitas yaitu kemampuan otak membentuk jalur baru. Secara psikologis, ini memberi peluang untuk mengubah kebiasaan lama menjadi pola yang lebih sehat,” kata dokter yang bergerak di Bidang Pengabdian Masyarakat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP-PDSKJI) dalam keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (21/2/2026).
Mengubah kebiasaan lama menjadi hal baru yang lebih baik di bulan Ramadan dapat mendatangkan beberapa manfaat, seperti:
Advertisement
- Fleksibilitas berpikir meningkat
- Motivasi belajar hal baru
- Adaptasi lebih baik terhadap perubahan.
Menurut Lahargo, contoh aktivitas yang bisa dilakukan untuk me-reset mental adalah:
- Membaca buku reflektif
- Mengikuti kelas, kajian atau diskusi pengembangan diri selama bulan puasa.
“Saat pola lama berhenti sejenak, otak menemukan ruang untuk bertumbuh,” katanya.
Tak hanya momen reset mental, bulan puasa juga bisa dimanfaatkan sebagai waktu untuk melatih diri untuk menunda keinginan. Ini disebut sebagai kontrol impuls atau latihan menunda gratifikasi.
“Puasa adalah praktik nyata dari delay of gratification (menunda gratifikasi/pemuasan keinginan). Dalam psikiatri, kemampuan menunda dorongan berkaitan erat dengan kesehatan mental jangka panjang,” kata Lagargo.
Menunda pemuasan keinginan memiliki beberapa manfaat, yakni:
- Mengurangi perilaku impulsif
- Membantu pengambilan keputusan yang lebih matang
- Meningkatkan disiplin diri.
Contoh aktivitas yang melatih penundaan gratifikasi adalah:
- Mindful eating saat berbuka: makan perlahan dan sadar
- Memberi jeda beberapa detik sebelum mengambil keputusan penting.
“Yang dilatih dalam puasa bukan sekadar perut, tapi kemampuan berkata ‘cukup’.”
Bikin Pikiran Lebih Terarah
Tak henti di situ, puasa Ramadan juga berperan dalam stabilitas kognitif yang membuat pikiran jadi lebih terarah.
Sebagian orang melaporkan kejernihan mental selama puasa. Hal ini bisa terjadi karena berkurangnya overstimulasi dan meningkatnya kesadaran diri. Dari perspektif psikologis, puasa Ramadan berkaitan dengan:
- Fokus menjadi lebih terarah
- Pikiran terasa lebih ringan
- Prioritas hidup lebih jelas.
Contoh aktivitas yang bisa membuat pikiran lebih terarah selama Ramadan adalah:
- Menyusun tiga prioritas utama setiap pagi
- Mengurangi multitasking yang berlebihan.
“Ketika distraksi berkurang, pikiran menemukan arah,” kata Lahargo.
Advertisement
Menumbuhkan Empati
Bulan Ramadan dan ibadah puasa juga senantiasa memperbaiki relasi sosial dan menumbuhkan rasa empati.
Puasa sering diiringi kegiatan berbagi dan kebersamaan. Dukungan sosial adalah faktor protektif penting dalam kesehatan mental.
Melalui relasi yang hangat, seseorang dapat merasakan:
- Empati yang lebih dalam
- Koneksi emosional yang kuat
- Rasa memiliki dalam komunitas.
Contoh aktivitas yang bisa dilakukan selama Ramadan untuk menumbuhkan empati adalah:
- Berbuka bersama keluarga atau teman dan kerabat
- Terlibat dalam kegiatan sosial atau pelayanan.
“Puasa tidak hanya mendekatkan diri pada Tuhan, tetapi juga pada sesama,” ujarnya.
Detoksifikasi Psikologis
Puasa Ramadan dalam perspektif psikologi dan psikiatri modern dapat dilihat sebagai proses regulasi diri yang memengaruhi emosi, fungsi kognitif, dan keseimbangan mental.
Sejumlah penelitian tentang puasa religius maupun intermittent fasting menunjukkan bahwa pembatasan makan yang dilakukan secara sadar dapat membantu stabilisasi mood, meningkatkan kontrol impuls, serta memperkuat makna hidup.
Bahkan, Lahargo mengatakan bahwa puasa adalah salah satu cara detoksifikasi psikologis.
“Istilah detoksifikasi psikologis di sini bukan berarti mengeluarkan racun secara fisik, melainkan menggambarkan proses penataan ulang pola pikir, emosi, dan kebiasaan mental yang selama ini mungkin terlalu penuh oleh distraksi dan tekanan,” pungkas Lahargo.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298964/original/044978900_1784188695-Screenshot_2026-07-15_123742bbbb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508580/original/072620700_1771579602-ramadan_mental.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428249/original/078718400_1618374148-053339400_1559536727-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484506/original/024457200_1769435277-arsene.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300878/original/067363300_1784417747-000_C2JX6TP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298206/original/007801400_1784152342-063_2286278842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260848/original/087679100_1781665562-063_2281975452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166509/original/037413000_1742274435-20250318-Latihan_Timnas_Prancis-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2344293/original/044855700_1535517013-20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300875/original/054411300_1784416107-000_C2JW4HR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300879/original/072698600_1784417748-000_C2JX6TK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4350032/original/059095500_1678233390-AP23066634640543.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6204862/original/088637800_1779083702-94b8bfbd-ccdc-4a6b-97b7-a164a1ba9236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4480657/original/067372600_1687701903-person-ready-eat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3456632/original/062722500_1621093975-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)